Cara Sederhana Menguji Kualitas Air

UPT Laboratorium

Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo merupakan unsur pelaksana teknis Badan Lingkungan Hidup di bidang pelayanan pengujian parameter kualitas lingkungan (fisika, kimia dan biologi).

Latar belakang pendirian Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo : 

  1. Belum ada laboratorium lingkungan yang memenuhi standard kebutuhan konsumen pengguna yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
  2. Kecepatan pelayanan dari mulai pemesanan jadual sampling, pelaksanaan sampling, analisis laboratorium sampai dengan diterbitkannya hasil analisa memakan waktu yang cukup lama.
  3. Kemudahan akses menuju ke laboratorium lingkungan yang ada di wilayah Jawa Timur memerlukan waktu dan biaya transportasi.
  4. Biaya analisa, petugas dan transportasi-akomodasi pelaksanaan sampling selama ini masih cukup besar.

Tujuan pembentukan Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi standard kebutuhan konsumen pengguna laboratorium lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo
  2. Untuk mengoperasionalkan Laboratorium Lingkungan yang memiliki kecepatan data aktual, cepat & akurat.
  3. Merintis dan membangun Laboratorium Lingkungan yang pada akhirnya legal & profesional (memiliki kemampuan dan kewenangan dari pemerintah maupun badan akreditasi nasional).
  4. Meminimasi biaya sampling sampai dengan diterbitkannya hasil analisa.
  5. Dimasa yang akan datang dapat menjadi salah satu unit pelayanan teknis daerah yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Lingkup kerja Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo melayani  

  1. Pelaksanaan pengambilan contoh uji dan pengujian kualitas berbagai parameter kualitas air, air limbah dan air sungai.
  2. Pelayanan kepada pihak-pihak yang memerlukan guna mengambil contoh uji dan menguji parameter kualitas air, air limbah dan air sungai di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
  3. Memberikan rujukan ke laboratorium lingkungan lain yang ditunjuk oleh Pemerintah dhi. Gubernur Jatim, apabila Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo masih belum mampu melaksanakan analisa contoh uji parameter lain dari komponen lingkungan pengujian laboratorium.
  4. Melaporkan data-data hasil pengujian dan hasil rujukan kualitas parameter komponen lingkungan pengujian laboratorium secara berkala kepada Bupati Sidoarjo sebagai bahan masukan Kebijakan Program Pengelolaan Lingkungan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Jenis pengujian yang dapat dilaksanakan pada Laboratorium Lingkungan Kabupaten saat ini :

No.  Jenis Pengujian  Standard Baku Mutu
 1  Air Bersih Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air
 2  Air Minum Kepmenkes No. 907/Menkes/SK/VIII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
 3  Air Limbah Industri & kegiatan lainnya Keputusan Gubernur Jatim No. 45 Tahun 2002 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri atau Kegiatan Usaha Lainnya di Jatim
 4  Air Limbah Hotel SK Gubernur KDH Tk I Jatim No. 60 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Usaha Kegiatan Hotel di Propinsi Dati I Jatim
 5  Air Limbah Rumah Sakit SK Gubernur KDH Tk I Jatim No. 61 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Usaha Kegiatan Rumah Sakit di Propinsi Dati I Jatim
 6  Air Limbah Domestik Kepmen LH No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
 7  Air Sungai PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

Untuk menguji kualitas air, seperti kekeruhan, berwarna dan berbau dapat langsung diseteksi dengan panca indera. Namun air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum tentu aman untuk digunakan untuk minum. Karenanya perlu diuji kualitasnya apakah memenuhi syarat kesehatan ataukah tidak.
Analisis kualitas air dapat dilakukan di laboratorium maupun secara sederhana. Pemeriksaan di laboratorium akan menghasilkan data yang lengkap dan bersifat kuantitatif, namun biayanya cukup mahal.
Analisis secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji kandungan kimia dalam air, yaitu sebagai berikut :

  • Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh.
  • Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam
  • Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi.
Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.

Gambar 1. Pengujian kandungan kimia air menggunakan air teh
Pengujian air secara biologis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup.
  • Air tersebut dibiarkan sampai lima hari
  • Setelah lima hari air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih, hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya).

Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar mikroorganisme yang dikandungnya.

Gambar 2. Pengujian Sifat Biologi Air Secara Sederhana

=========================================

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik.

Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida.

Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

=======================================================

Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  4. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)
  5. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  6. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+) dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatanpada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 – 0,5 ppm, ion kalsium : 75 – 200 ppm dan 1on magnesium : 30 – 150 ppm.
  7. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.
  8. =======================

Pada saat bencana datang kelangkaan air bersih tentunya menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya. Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen. Pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Bahaya biologis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti:

1. Diare
2. Infeksi cacing
3. Disentri (baik amuba dan bakteri)
4. Kolera
5. Masalah lambung
6. Penyakit tipus
7. Penyakit kuning

Sedangkan bahaya kimia dapat menyebabkan masalah kesehatan sebagai berikut:

1. Infeksi kulit
2. Gangguan usus
3. Gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran anomali
4. Anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia
5. Kerusakan sistem saraf pusat
6. Masalah karsinogenik

Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:

Penyaringan dan perebusan.
Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.

Disinfeksi kimia.
Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.

Bubuk pemutih.
Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.

Tablet klorin.
Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil.

Filter.
Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik ‘lilin’ dan UV filter.
Bagian utama dari sebuah filter keramik ‘lilin’ ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.

===========

Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.

Dari berbagai studi, ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati.

Dari manakah asal khlorin?
Air ledeng. Oleh PDAM pada saat “pembuatan” air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut.
Septik tank atau air pembuangan limbah rumah tangga. Ketika menggunakan pembersih atau pencuci yang mengandung khlorin, bisa jadi air pembuangan hasil cucian tersebut kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur yang merupakan sumber air bersih rumah tangga.
Pembuangan Air Kolam Renang. Kolam renang umumnya menggunakan khlorin sebagai “penjernih” dari mikroorganisme yang ada dalam air. Air buangan dari kolam renang ini juga bisa saja mencemari sumur air bersih warga sekitarnya.

Bagaimana khlorin tersebut sampai ke tubuh kita?
Lewat air minum. Cara paling utama khlorin masuk ke dalam tubuh adalah melalui air yang kita minum. Umumnya resiko yang lebih “sering” meminumnya adalah orang-orang yang memakai air ledeng sebagai bahan air minumnya.
Lewat udara. Ketika mandi menggunakan ”shower” air panas/hangat, uap air yang masih mengandung khlorin dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh kita.
Selain itu walaupun sedikit, bagi sebagian orang klorin juga bisa masuk melalui kulit ketika sedang mandi menggunakan air yang mengandung klorin.

Bagaimana cara mengurangi kadar klorin dalam air?
Dengan menggunakan Granulated activated carbon (GAC) atau butiran karbon aktif sebagai filter air dapat mengurangi kadar klorin dalam air yang akan kita pakai. Filter air dari arang ini efektif untuk mengurangi rasa dan bau dari air. Anda juga dapat sekalian membuat saringan air sederhana yang menggunakan arang sebagai salah satu bahan untuk saringan atau anda dapat juga menggunakan salah satu dari berbagai teknik penyaringan air sederhana untuk mendapatkan air minum. Tetapi cara terbaik adalah tidak menggunakan klorin untuk disinfeksi air minum dan sebagai gantinya dapat digunakan cara sederhana untuk melakukan disinfeksi pada air minum.

Cara Mencegah Klorin Masuk ke Dalam Tubuh.
Gunakan air sehemat dan seoptimal mungkin untuk mandi (baik shower ataupun berendam), mencuci ataupun memasak dan sebaiknya air yang digunakan adalah air dingin. Lalu bukalah jendela atau ventilasi agar udara yang mengandung klorin dapat keluar dan digantikan dengan udara yang bebas klorin. Sedangkan untuk mengatasi bila anda menaruh klorin pada bak atau sumur sumber air anda, kuraslah bak dan sumur anda.

Lalu bagaimana dengan Air Mineral kemasan?
Seharusnya pabrik dari pembuat air mineral kemasan mengikuti standar yang ditetapkan tentang batas aman penggunaan klorin. Untuk lebih jauhnya mungkin anda harus bertanya pada pabrik pembuatnya.. apalagi kalo katanya Dari Mata Air Pegunungan…
==============

======================

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubahnya menjadi air bersih yang layak pakai dimana salah satu caranya adalah membuat saringan air.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yng paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa penyaringan air secara sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya. Lihat saringan keramik.

======================

Meskipun berwarna coklat karena mengandung partikel-partikel tanah, lumpur bahkan unsur logam berat karena tercampur rembesan air limbah industri pabrik, air Sungai Mahakam hingga kini masih tetap menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Berdasarkan kepercayaan dan sedikit dongeng, setiap orang Kalimantan Timur meyakini, siapa pun pendatang atau tamu yang berkunjung ke Kalimantan Timur dan pernah meminum air Sungai Mahakam, diyakini pasti akan kembali lagi ke daerah tersebut, bahkan menetap. Sungai sepanjang 920 Km yang menjadi salah satu sarana transportasi sungai terpenting di propinsi Kaltim itu tak pernah sepi dari lintasan kapal motor dan kapal kontainer, yang terkadang menumpahkan limbah oli sisa ke sungai.

Masyarakat agaknya tak pernah peduli dengan warna airnya yang keruh, atau berwarna hitam ketika air sungai surut, terbukti pinggiran sungai tak pernah sepi dari aktivitas manusia yang datang dan pergi mandi, mencuci atau bahkan mengambil air dari sungai tersebut untuk dikonsumsi. Padahal masyarakat dapat memanfaatkan air sungai dengan lebih nyaman dan terjamin kebersihannya apabila mampu menerapkan hasil penelitian seorang dosen dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Samarinda) yang diadopsi dari Negara Sudan, dan kemudian dikembangkan di wilayah tersebut.

Adalah Enos Tangke Arung, MP, dosen Fahutan Unmul yang menemukan biji kelor dan menyulapnya menjadi ”serbuk ajaib” yang dapat mengubah air keruh dengan partikel tanah maupun unsur logam menjadi air bersih layak konsumsi, dan memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan.

Endapkan Partikel Logam

Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. Penemuan yang telah dikembangkan sejak tahun 1986 di negeri Sudan untuk menjernihkan air dari anak Sungai Nil dan tampungan air hujan ini di masa datang dapat dikembangkan sebagai penjernih air Sungai Mahakam dan hasilnya dapat dimanfaatkan PDAM setempat.

”Serbuk biji buah kelor ternyata cukup ampuh menurunkan dan mengendapkan kandungan unsur logam berat yang cukup tinggi dalam air, sehingga air tersebut memenuhi standar baku air minum dan air bersih,” katanya.

Disebutkan, kandungan logam besi (Fe) dalam air Sungai Mahakam yang sebelumnya mencapai 3,23 mg/l, setelah dibersihkan dengan serbuk biji kelor menurun menjadi 0,13 mg/l, dan telah memenuhi standar baku mutu air minum, yaitu 0,3 mg/l dan standar baku mutu air bersih 1,0 mg/l.

Sedangkan tembaga (Cu) yang semula 1,15 mg/I menjadi 0,12mg/l, telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih yang diperbolehkan, yaitu 1 mg/l, dan kandungan logam mangan (Mn) yang semula 0,24 mg/l menjadi 0,04 mg/l, telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih 0,1 mg/l dan 0,5 mg/l.

Arang

Namun apabila air tersebut dikonsumsi untuk diminum, aroma kelor yang khas masih terasa, oleh sebab itu, pada bak penampungan air harus ditambahkan arang yang dibungkus sedemikian rupa agar tidak bertebaran saat proses pengadukan. Arang berfungsi untuk menyerap aroma kelor tersebut.

Selain itu, dari hasil uji sifat fisika kualitas air Sungai Mahakam dengan parameter kekeruhan yang semula mencapai 146 NTU, setelah dibersihkan dengan sebuk biji kelor menurun menjadi 7,75 NTU, atau memenuhi standar baku air bersih yang ditetapkan, yaitu 25NTU. Untuk parameter warna yang semula sebesar 233 Pt.Co menjadi 13,75 Pt.Co, atau telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih 15 Pt.Co dan 50 Pt.Co.

Membuat Serbuk

Cara memperoleh serbuk tersebut cukup sederhana, yaitu dengan menumbuk biji buah kelor yang sudah tua hingga halus, kemudian ditaburkan ke dalam air limbah, dengan perbandingan tiga sampai lima miligram untuk satu liter air dan diaduk cepat. Dalam waktu 10 hingga 15 menit setelah pengadukan, partikel-partikel kotoran yan terdapat di dalam air akan menyatu dan mengendap, sehingga air menjadi jernih.

Enos, yang juga kepala Laboratorium Pulp dan Kertas Fahutan Unmul mengatakan, pihaknya juga telah membuat ekstraktif kelor dengan konsentrasi lima persen, yaitu dengan merebus lima gram tepung biji kelor ke dalam 100 ml air hingga mendidih dan disaring.

”Air saringan kelor ini dapat digunakan untuk menjernihkan air, caranya dengan mencampur tiga hingga lima militer ekstrak biji kelor ke dalam satu liter air dan diaduk dengan cepat,” katanya. Disebutkan, dalam satu polong buah kelor terdapat 10 hingga 15 biji kelor dengan berat masing-masing biji sebesar 2,5 gram tanpa kulit ari, dan dari 10 biji kelor dapat dibuat menjadi serbuk untuk menjernihkan air sebanyak 40 liter.

Lebih Ekonomis

Kepala laboratorium pengujian air PDAM Unit Cendana (Samarinda), Alimudin mengakui, cara tersebut lebih ekonomis dibanding menggunakan sistem penjernihan air dengan bahan baku tawas yang digunakan selama ini. Perbedaan penjernihan air dengan menggunakan tawas dan serbuk biji kelor adalah pada lamanya waktu pengendapan partikel setelah pengadukan, yaitu hanya lima menit, sedangkan dengan serbuk kelor mencapai 10 hingga 15 menit. Karena tawas jarang diproduksi di Kaltim, pihak PDAM Samarinda mendatangkan tawas dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi (Manado) dan Kupang. Tawas tersebut dicampur dengan aluminium dan sulfat sebelum digunakan untuk menjernihkan air sungai.

Menurut Enos Tangke, penggunaan serbuk biji kelor lebih ekonomis dibanding tawas, apalagi tanaman kelor dapat dibudidayakan di Kaltim, sementara daun dan buahnya yang masih muda pun dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan. Enos yang juga dosen pengasuh mata kuliah Pengendalian Pencemaran menambahkan, tanaman kelor yang dikembangbiakkan dengan biji dan stek dapat tumbuh dengan cepat di daerah berair, sehingga dapat dimanfaatkan untuk dibudidayakan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.

”Dalam tiga bulan pertama tumbuhan tersebut sudah cukup besar dan enam bulan kemudian sudah berbuah dan bisa dimanfaatkan bijinya,” katanya.

Oleh sebab itu, tambahnya, memanfaatkan kelor untuk menjernihkan air merupakan alternatif terbaik dan lebih ekonomis, efisien serta turut melestarikan lingkungan dengan membudidayakan tanaman tersebut di sekitar DAS.(Aspek-35)

===================

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.

Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.

Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.

Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).

Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.

Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.

Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.

Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).

Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Author: 
• Sunday, February 20th, 2011

http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.1329950604.html#_=1330397906034&count=none&id=twitter-widget-0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fcara-mendapatkan-air-minum-sehat%2F&size=m&text=Cara%20Mendapatkan%20Air%20Minum%20Sehat%20%7C%20filter%20penyaring%20penjernih%20air&url=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fcara-mendapatkan-air-minum-sehat%2F&via=SmartSolusindo

Air bersih dan air layak minum atau air minum sehat adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air bersih perlu diolah dahulu agar layak minum dan menjadi air minum sehat.

Lebih dari 100 juta orang Indonesia tidak mempunyai akses langsung terhadap air bersih apalagi air minum sehat. Lebih dari 70% total penduduk Indonesia tergantung pada air yang diambil dari sumber air yang sudah terkontaminasi. Air yang terkontaminasi dapat membawa penyakit bahkan kematian. Salah satunya adalah penyakit Diare yang sepintas terlihat sederhana dan tidak berbahaya, diare adalah pembunuh balita nomor dua di Indonesia setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) karena menyebabkan 100.000 balita meninggal setiap tahun.

Untuk menghindarkan diri dari penyakit seperti Diare, maka air bersih harus diolah terlebih dahulu agar layak dan sehat untuk diminum. Ada berbagai cara untuk membuat air bersih agar layak untuk dikonsumsi oleh manusia

.

CARA MENDAPATKAN AIR MINUM SEHAT

Ada beberapa cara untuk mendapatkan air minum sehat, antara lain:

1. Merebus: Air bersih direbus sampai matang (mendidih) dan biarkan mendidih (tetap jerang air di atas kompor yang menyala, jangan matikan kompor) selama 3-5 menit untuk memastikan kuman-kuman yang ada di air tersebut telah mati;

2. Sodis (Solar Disinfection) atau pemanasan air dengan menggunakan tenaga matahari. Air bersih dimasukkan ke dalam botol bening kemudian diletakkan di atas genteng rumah selama 4-6 jam saat cuaca panas atau 6-8 jam saat cuaca berawan. Panas matahari dan sinar ultra violet akan membunuh kuman-kuman yang ada di air sehingga air menjadi layak minum;

3. Klorinasi, atau proses pemberian cairan yang mengandung klorin  untuk membunuh bateri dan kuman yang ada di dalam air bersih. Salah satunya yang tersedia adalah “Air Rahmat” yang siap untuk dipakai pada tingkat rumah tangga.

Author: 
• Tuesday, February 08th, 2011

http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.1329950604.html#_=1330397969385&count=none&id=twitter-widget-0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fhello-world%2F&size=m&text=Pentingnya%20Penyaring%20Air%20Bersih%20bagi%20Kesehatan%20%7C%20filter%20penyaring%20penjernih%20air&url=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fhello-world%2F&via=SmartSolusindo

Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi. Kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.

Masalah air bersih merupakan hal yang paling fatal bagi kehidupan kita. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Dengan air yang bersih tentunya membuat kita terhindar dari penyakit. Kalau kita tahu, saat ini masalah air bersih merupakan barang yang langka di negeri tercinta kita ini, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, air bersih merupakan barang yang mahal dan sering diperjualbelikan. Tidak seperti halnya beberapa puluh tahun yang lalu, saat itu air bersih mudah diperoleh dan selalu berlimpah mengalir di setiap sudut tanah negeri kita ini, karena pada waktu itu belum banyak terjadi polusi air dan udara. Dari rasa dan warnanya pun saat ini berbeda tidak sealami dulu dikarenakan oleh polusi tersebut.

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal oleh manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Ada beberapa yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan di Air dan di Tanah antara lain :
1. Terjadinya erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Banyaknya sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Menyebarnya zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut, zat-zat padat terlarut, minyak dan lemak serta mikroorganisme. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit. Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti: pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka, atau dinding dan dasar saluran yang rusak karena kurang terpelihara.

Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit, serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus.

Terdapat beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah :

  1. Diare
  2. Demam berdarah
  3. Disentri
  4. Hepatitis A
  5. Kolera
  6. Tiphus
  7. Cacingan
  8. Malaria

Maka yang harus kita lakukan dalam menanggulangi pencemaran air dan tanah serta terhindar dari berbagai penyakit adalah pola hidup bersih dan sehat. Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya, kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah yang sehat

Secara kimia, air terdiri atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dengan rumus kimia Air adalah H2O. Air bisa berwujud cair, padat, gas dan uap air. Bila dilihat secara terpisah, Hidrogen dan Oksigen adalah dua unsur yang unik. Hidrogen dan oksigen bila secara terpisah dapat bereaksi dan menghasilkan energi panas yang besar, sedangkan setelah bergabung dan membentuk molekul air, justru bersifat sebaliknya yakni bersifat mendinginkan.

Julukan bumi sebagai planet biru adalah hal yang wajar, sebab air menutupi hampir 3 / 4 atau sekitar 71% dari permukaan bumi. Komponen air terbanyak berasal dari air laut, air bawah tanah, air permukaan seperti Sungai, danau ataupun kolam-kolam.

Dari semua sumber air yang ada, air asin yang berasal dari laut adalah air dengan jumlah terbanyak yang mencapai sekitar 97% dari jumlah total air yang ada di bumi, sedangkan untuk jumlah total air tawar hanya sekitar 3%. Dimana 2% air tawar yang ada tersedia dalam bentuk es di glasier dan es kutub utara / selatan, sedangkan air tawar sisanya yang 1% paling banyak berada di dalam tanah dan hanya sedikit yang merupakan air permukaan.

Air sangat penting bagi kehidupan, dan semua makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan air sebagai penunjang kehidupannya, selain udara tentunya. Dan bahkan berdasarkan teori evolusi, kehidupan / makhluk yang ada di darat sebenarnya berasal dari laut, yang tentunya proses evolusi tersebut membutuhkan waktu hingga jutaan tahun. Bagi kehidupan manusia, air memegang peranan penting, baik dalam kehidupan individu sehari-hari, perekonomian, pertanian, transportasi, industri dan masih banyak lagi.

Seiring dengan semakin banyaknya jumlah manusia yang hidup di bumi, kebutuhan dan permintaan akan air pun meningkat drastis. Coba anda bayangkan, berapa banyak air bersih yang harus disediakan jika penduduk bumi yang menurut PBB telah berjumlah 6,2 milyar jiwa pada tahun 2000? Jika setiap jiwanya membutuhkan minimum dua liter air bersih untuk minum setiap hari, maka setidaknya membutuhkan 12,4 milyar liter air bersih atau setara dengan air bersih sebanyak 62 juta drum ukuran 200 liter atau 2,48 juta mobil tanki air bersih ukuran 5000 liter per tangki! Bayangkan itu baru untuk minum, belum untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci tangan, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan, menyiram tanaman, dan masih banyak lagi.. !

Saat ini kebutuhan akan air bersih seakan berlomba dengan produksi air bersih, permintaan bersaing melawan suplai. Dimana kebutuhan akan air bersih meningkat drastis seiring bertambahnya penduduk, sedangkan produksi air bersih semakin lambat seiring kendala air baku baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Walaupun air bersih merupakan sumber daya alam yang dapat terbarukan, untuk masa yang akan datang diprediksikan bahwa akan terjadi kondisi dimana permintaan akan air bersih akan melebihi persediaan ataupun produksi air bersih yang dapat dihasilkan. Hal ini diperparah lagi dengan adanya pencemaran air permukaan dan bawah tanah seiring dengan semakin meningkatnya jumlah industri.

Oleh karena itu, kita pun harus mulai menghemat penggunaan air dan bahkan harus mencegah atau setidaknya mengurangi pencemaran dan pengrusakan terhadap lingkungan terutama yang berkaitan dengan sumber daya air yang kita miliki agar bisa kita gunakan untuk saat ini, esok dan masa yang akan datang.

DESKRIPSI LABORATORIUM

a. Latar Belakang
Laboratorium Analisa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya didirikan sejak tahun 1980an. Pendirian laboratorium ini didasarkan pada makin meningkatnya kebutuhan masyarakat yang memerlukan jasa layanan yang terkait dengan analisis bahan. Awalnya laboratorium ini hanya didukung oleh beberapa pengajar dan analis dan cakupan analisis pun terbatas pada parameter air. Seiring dengan makin berkembangnya Jurusan Kimia berdampak pula pada berkembangnya laboratorium analisa yang mulai melebarkan pangsa pasar hingga regional Jawa Timur. Tahun 1982 laboratorium analisa merupakan salah satu laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur Jawa Timur untuk memfokuskan diri melayani analisis yang berkaitan dengan parameter air limbah.
Pada tahun 2003, laboratorium analisa berubah nama menjadi Laboratorium Analisis Lingkungan. Perubahan ini disesuaikan dengan makin meningkatnya permintaan pasar terhadap analisis kualitas air dan air limbah; meskipun demikian analisis parameter lainnya masih tetap dilayani. Keterlibatan laboratorium analisis lingkungan di Bapedal Propinsi Jawa Timur dimulai pada tahun itu juga yang ditandai dengan keikut sertaan pada kegiatan yang diselenggarakan Bapedal yang meliputi uji ILC (Inter Laboratory Correlation) dan uji Round Robin. Kedua uji untuk menilai kinerja laboratorium tersebut menghasilkan nilai yang memuaskan bagi laboratorium analisis lingkungan Jurusan Kimia Universitas Brawijaya. Laboratorium analisis lingkungan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya dalam rangka menyelenggarakan kursus Analisis mengenai dampak lingkungan B serta pelatihan yang terkait dengan analisis air limbah. Selain itu juga melayani dan berpengalaman memberikan kursus/pelatihan bagi peningkatan ketrampilan analisis bagi pengajar diploma, analis laboratorium, dan staf quality control perusahaan. Cakupan analisis yang dilayani meliputi : pupuk, batuan, produk makanan, minuman, pakan, logam, air dan air limbah yang terdiri atas kurang lebih 60 (enam puluh) parameter. Untuk pengembangan yang lebih professional, maka laboratorium mempersiapkan diri untuk akreditasi ISO 17025 pada masa mendatang.
b. Tujuan
Laboratorium Lingkungan Jurusan Kimia FMIPA didirikan dengan tujuan memberikan layanan jasa analisis konsultasi permasalahan terkait lingkungan.
c. Kegunaan Laboratorium
1. Menerima jasa analisis sampel air, air limbanh, minuman, pangan, logam, pakan, batuan, dan pupuk.
2. Menerima jasa konsultasi, magang dan pelatihan-pelatihan terkait dengan analisa kualitas lingkungan.
d. Program yang direncanakan
Dalam rangka pengembangan layanan prima dari laboratorium lingkungan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya maka laboratorium lingkungan telah mempersiapkan diri untuk akreditasi ISO 17025 pada masa mendatang.
e. Fasilitas (peralatan unggulan)
Laboratorium Lingkungan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya memiliki peralatan yang cukup lengkap dan canggih terbukti sampai saat ini telah memiliki kamampuan untuk mengalisis sampel yang sangat banyak kurang lebih 60 (enam puluh) parameter meliputi sampel : pupuk, batuan, produk makanan, minuman, pakan, logam, air dan air limbah dan didukung oleh instrumentasi seperti : spektrometer serapan atom, spektrofotometer ultra lembayung tampak, spektrofotometer infra merah, total organic content analyzer, kromatografi gas dan peralatan pendukung lainnya

.

    • Lab. Uji Pusarpedal
    • Kegiatan Lapangan Pusarpedal
    • Kegiatan Pusarpedal
    • Laboratorium Pusarpedal

Pelayanan Jasa Laboratorium

PUSARPEDAL melalui Laboratorium Pengendali Dampak Lingkungan memberikan pelayanan jasa laboratorium lingkungan melalui mekanisme PNBP dengan didukung sarana dan prasarana laboratorium yang lengkap untuk pengujian parameter kualitas lingkungan dan sumber daya manusia  yang kompeten.

penyelenggaraan, pengelolaan dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di PUSARPEDAL mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20/1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dimana:

  • Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak Wajib disetor  langsung secepatnya ke Kas Negara
  • Seluruh PNBP dikelola dalam sistem APBN dan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia  Nomor  240/KMK.06/2004 tanggal 11 Mei 2004 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian dana Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Nomor maka PUSARPEDAL dapat menggunakan sebagian dana Penerimaan Negara Bukan Pajak setinggi-tingginya sebesar 90%.

 Jenis Pelayanan Jasa

Jenis penerimaan jasa laboratorium pengendali dampak lingkungan (LPDL) tahun anggaran 2009 meliputi :

  • Jasa pengujian parameter kualitas lingkungan meliputi uji udara emisi, uji udara ambien, pengukuran kebisingan dan getaran,  uji air  dan limbah cair, uji parameter biologi, uji air laut, uji limbah padat dan B3;
  • Jasa pengambilan contoh parameter kualitas lingkungan meliputi pengambilan contoh air dan limbah cair, pengambilan contoh limbah padat, pengambilan contoh udara ambien, pengambilan contoh udara emisi, pengambilan contoh kebisingan;
  • Jasa kalibrasi peralatan pemantauan kualitas lingkungan berupa kalibrasi alat sound level meter;
  • Konsultasi teknis berupa kerja praktek dan /atau bimbingan teknis di laboratorium.

Peningkatan pelayanan jasa melingkupi beberapa jenis pelayanan sebagai berikut:

  • Jasa pengambilan contoh parameter air laut
  • Jasa pengambilan contoh parameter emisi sumber tidak bergerak menggunakan metoda USEPA untuk parameter anorganik

Masih dalam proses peningkatan kapasitas adalah:

  • Jasa pengambilan contoh emisi sumber tidak bergerak untuk parameter organik menggunakan metoda USEPA
  • Jasa pengujian parameter organik VOC di limbah padat

 Jumlah Pelayanan Jasa tahun 2009

Pelayanan jasa yang dilakukan pada tahun 2009 adalah :

  1. Pengambilan sampel :
  • Udara                   : 9 kali
  • Air                         : 3 kali
  • Biologi                 : 3 kali
  • B3                          : 7 kali
  • Kebisingan         : 7 kali

Total pengambilan sampel 29 kali.

Pengujian kualitas lingkungan :

  • Air                                                 : 366 sampel
  • Tanah dan limbah padat      : 116 sampel
  • Udara                                           : 42 sampel
  • Biologi                                         : 35 sampel
  • Kebisingan & Getaran           : 27 sampel
  • Kalibrasi Peralatan                :  2 sampel

Total Pengujian adalah 617 sampel.

Konsultasi teknis      : 67 paket

Total seluruh pelayanan adalah 684 pelayanan meliputi pengambilan contoh uji, pengujian dan konsultasi teknis. Pada tahun anggaran 2009, konsultasi teknis dilaksanakan dalam bentuk kerja praktek di laboratorium dan /atau dalam bentuk paket bimbingan teknis. Adapun jumlah pelanggan untuk jasa pengujian dan kalibrasi ada 604 pelanggan yang bervariasi dari institusi pemerintah dan perusahaan swasta

Sistem Tarif PNBP

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup telah digunakan sebagai acuan dalam sistem tarif di Administrasi Jasa LPDL.

Setelah dilakukan inventarisasi permintaan jasa dari konsumen dan kemampuan laboratorium selama tahun anggaran 2009, ternyata masih ada parameter-parameter yang belum diatur dalam PP tarif dan perlu diusulkan untuk revisi sebagai berikut:

Tabel No. 1: Inventarisasi Usulan Revisi Tarif TA 2009  

Tabel 1A: MATRIKS AIR

No

 

Matrik

Parameter

1 Air dan air limbah Fenol
2 Air -    Fenol-    Sianida-    Amoniak
3 Air TOC
4 Air DOC
5 Air COD dalam sampel air laut (metode Titrimetri)
6 Air dan air limbah BOD (Metode inkubasi winkler)
7 Air Logam dalam air laut
8 Air Logam As dan Se dalam air limbah
9 Air dan air limbah  NO3-N (metode reduksi Cadmium)
10 Air dan air limbah Inorganic Carbon  ( IC ) (metode NDIR)
11 Air dan air limbah Fenol
12 Air dan air limbah TSS
13 Air, Air limbah dan Air Laut Logam
14 Air Bau, rasa

Tabel 1B: MATRIKS PADAT

No

 

Matrik

Parameter

1 Padat (tanah, sedimen, dan limbah padat) Arsen dan Selenium (total dan TCLP)
2 Air dan Padat Merkuri Organik dan Organotin menggunakan GC
3 Air dan Padat PCBs (total dan TCLP)
4 Air dan Padat Benzene, Phenol, PAH, MAH
5 Air dan Padat VOC
6 Padat Logam Zn, Cr dan Ag (total dan TCLP)
7 Padat NAC, NAG
8 Tanah & Limbah Padat Nitrat, Nitrit, Nitrat + Nitrit
9 Tanah & Limbah Padat Cyanide Free

Tabel 1C: MATRIKS BIOLOGI

No

 

Matrik

Parameter

1 Biologi Total Mikroba
2 Biologi Klorofil b
3 Biologi Klorofil c
4 Biologi Total Bacteria
5 Biologi Coli tinja

Tabel 1D: MATRIKS UDARA

No

 

Matrik

Parameter

1 Udara Logam Hg – Met 29Logam selain Hg – Met 29
2 Udara Logam subkon – Met 29
3 Sampling udara Metode USEPA
4 Udara TRS
5 Udara Rainfall rate
6 Udara Combustion efficiency
7 Udara emisi –sampling Total partikel- metode USEPA
8 Udara emisi Debu + dekstruksi logam USEPA
9 Udara emisi Cd, Cr, Pb, Tl, Zn – AAS
10 Udara emisi As, Sb – AAS Flameless
11 Udara emisi Hg – cold vapor Hg analyzer

No

Matrik

Parameter

12 Deposisi basah Anion : Cl-, NO3-, SO42-
13 Kation : Na+, K+, NH4+, Ca2+, Mg2+
14 Udara Thalium, Tl
15 Udara Method 1-5 USEPA
16 Udara Method 29 USEPA

Tabel 1E: MATRIKS KEBISINGAN DAN GETARAN

No

 

Matrik

Parameter

1 Kebisingan Kebisingan terhadap tenaga kerja
2 Pengukuran getaran untuk peralatan sensitive
3 Human vibration :

  • Whole body
  • Hand arm
4 Kontur = skala lab (untuk bahan dengan metode intensity
5 Kontur area kerja/ ruangan :

  • Level
  • Per frekuensi

 

6 Kontur = partisi/ bahan insitu (metode intensity) :

  • Level
  • Perfrekuensi
7 Transmission Loss :Skala lab
8 Transmission Loss : partisi insitu

Tabel 1F: MATRIKS KEBISINGAN DAN GETARAN

No

 

Matrik

Parameter

1 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk volume Volume
2 Kalibrasi peralatan monitor udara Transfer standar SO2, NOx, CO
3 Kalibrasi Sound Level Meter
4 Kalibrasi High Volume sampler Volume
5 Kalibrasi Flow meter Flow
6 Kalibrasi Timbangan Berat
7 Kalibrasi Suhu Temperature
8 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk SO2
9 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk CO
10 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk NOx

Dapat menghubungi:

Tlp: 02-75873337 (langsung),  021-7563114  ext. 107

Fax: 021-75873338

email: jasasarpedal@yahoo.com

PT Mutuagung Lestari memperoleh sertifikat Registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLH
PT Mutuagung Lestari memperoleh sertifikat Registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLHPada tanggal 6 Oktober 2011 Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan perysaratan registrasi kompetensi sesuai dengan peraturan perundang undangan PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 06 TAHUN 2009 TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN dan memperoleh sertifikat tanda registrasi kompetensi laboratorium lingkungan dengan No. 0035/LPJ/LABLING-1/LRK/KLH.

Dengan diperolehnya sertifikat registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLH ini semakin memperkuat Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari untuk menunjukkan kompetensinya dalam melaksanakan pengujian parameter lingkungan, serta membuktikan komitmen Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari dalam mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup.  Selain itu juga akan memperluas wilayah kerjanya, karena sertifikat kompetensi laboratorium lingkungan ini berlaku nasional.

Registrasi Laboratorium Lingkungan dari KLH sangat diperlukan, karena keberadaan laboratorium menjadi sangat penting dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan karena data hasil pengujian Laboratorium akan menjadi dasar pembuatan kebijakan-kebijakan yang tepat menyangkut Pengelolaan lingkungan kedepannya. Karena pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup, maka Untuk menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa;  tanggal 6 April 2009 Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 06 TAHUN 2009 TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN.

Dalam Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan bahwa Untuk memperoleh registrasi sebagai laboratorium lingkungan maka laboratorium wajib memenuhi:
a.   Akreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025 dari Komite Akreditasi Nasional
b.   Persyaratan tambahan antara lain memiliki prosedur dan melaksanakan :
c.   pengelolaan limbah laboratorium,
d.   sampling
e    keselamatan & kesehatan kerja (K3).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s