Cara Mudah Mengidentifikasi Parasit Malaria

Rapid Test Malaria dapat menyebabkan hasIl positif palsu. waspadalah

www.inter-chemical.com__2010112714458288.jpg

Latest One step Malaria Pf/Pan Rapid TestLatest One step Malaria Pf/Pan Rapid Test
.

How to differentiate between P. falciparum and P. vivax with the help of morphological features/microscopy ?

Plasmodium falciparum
numerous rings
smaller rings
no trophozoites or schizonts
cresent-shaped gametocytes
In P. falciparum, only early (ring-form) trophozoites and gametocytes are seen in the peripheral blood. It is unusual to see mature trophozoites or schizonts in peripheral blood smears. On occasion, faint comma-shaped red dots called “Maurer’s dots” are seen on the red cell surface.

Plasmodium vivax
enlarged erythrocyte
Schüffner’s dots
‘ameboid’ trophozoite
Developing trophozoites of P. vivax become increasingly amoeboid, with tenuous pseudopodial processes and large vacuoles. Schüffner’s dots are visible with proper staining. Pigment tends to be fine and brown.

Plasmodium Species

DIAGNOSA LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa pasti penyakit malaria adalah dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk menemukan parasit Plasmodium dalam sediaan darah. Sediaan darah tipis akan memberikan gambaran bentuk parasit yang lebih baik dan sempurna morfologinya, namun perlu ketelitian dan kesabaran dalam melakukan pemeriksaan. Sedangkan sediaan darah tebal akan mempercepat proses identifikasi Plasmodiun walaupun morfologi parasit tidak sebaik bila dibuat sediaan apus.
Tes serologi untuk malaria bisa dilakukan dengan IHA ( Indirect Hemaglutination Test ) dan ELISA ( Enzym Linked Immuno Sobent Assay )

Maurer’s and Schüffner’s dots

The development of the parasite within the erythrocyte produces a series of alterations of the host cell. These include the presence, in the cytoplasm of the red cell, of vacuoles or clefts and morphological changes of the erythrocyte membrane (e.g. “knobs” or “caveolae”).

Some of these alterations are visible in stained parasites and are useful taxonomical features:

Maurer's dots or clefts in P. falciparum

Credits: original drawing by Marcel Hommel

Maurer’s dots or clefts in P. falciparum

Schüffner's dots in P. vivax and P. ovale

Credits: : Marcel Hommel

Schüffner’s dots in P. vivax and P. ovale

In particular, it is important to be able to recognize Schüffner's dots, since they are characteristic of P. vivax and P. ovale

In particular, it is important to be able to recognize Schüffner’s dots, since they are characteristic of P. vivax and P. ovale

Ring Forms of Malaria Parasites on Thin Blood Smear
(Courtesy: CDC DPDx Image Library)

Ring Forms of P. falciparum

Ring Forms of P. vivax

Ring Forms of P. ovale

Ring Forms of P. malariae


Teknik Pewarnaan Giemsa

Pewarnaan Giemsa (Giemsa Stain) adalah teknik pewarnaan untuk pemeriksaan mikroskopis yang namanya diambil dari seorang peneliti malaria yaitu Gustav Giemsa. Pewarnaan ini digunakan untuk pemeriksaan sitogenetik dan untuk diagnosis histopatologis parasit malaria dan parasit lainnya.

Prinsip dari pewarnaan giemsa adalah presipitasi hitam yang terbentuk dari penambahan larutan metilen biru dan eosin yang dilarutkan di dalam metanol. Pewarnaan giemsa digunakan untuk membedakan inti sel dan morfologi sitoplasma dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan parasit yang ada di dalam darah. Pewarnaan giemsa adalah teknik pewarnaan yang paling bagus digunakan untuk identifikasi parasit yang ada di dalam darah (blood-borne parasite).

Prosedur Pewarnaan (sediaan darah apus tipis dan tetes tebal):

  1. Gunakan APD lengkap terutama sarung tangan/gloves.
  2. Fiksasi sediaan apus darah tipis dengan mencelupkannya kedalam larutan metanol.
  3. Tunggu sampai larutan metanol yang tertinggal menguap.
  4. Genangi sediaan apus darah tipis dan tetes tebal dengan larutan giemsa yang diencerkan aquadest dengan perbandingan 1:4 (1 bagian giemsa dengan 4 bagian air)
  5. Tunggu selama 15 menit.
  6. Bilas dengan air mengalir.
  7. Keringkan sisa air dengan menyimpan slide berdiri vertikal pada rak khusus.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pewarnaan giemsa:

  • Perhatikan agar metanol tidak mengenai sediaan tetes tebal karena akan membuat bagian tersebut terfiksasi dan hasil pewarnaan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.
  • Hati-hati pada saat membilas sediaan tetes tebal karena bagian tersebut tidak difiksasi dan tidak menempel dengan kuat ke slide kaca.
Adanya perbedaan intensitas warna disebabkan karena perbedaan waktu pengeringan darah sampai preparat tersebut diwarnai.

Gambar Parasit Malaria Pada Sediaan Tetes Tebal

Gambar diambil menggunakan kamera langsung dari lensa okuler mikroskop menggunakan kamera digital.

.==================================================

Morfologi Plasmodium
Plasmodium Vivax

Plasmodium vivax, Young Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4b

.


Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
A B

Ring-form trophozoites of P. vivax usually have a thick cytoplasm with a single, large chromatin dot.  Rings may be difficult to distinguish from those ofP. ovale.  The cytoplasm becomes amoeboid and Schüffner’s dots may appear as the trophozoites mature.  Infected RBCs are often larger than uninfected RBCs.  Multiply-infected RBCs are not uncommon.

A, B: Ring-form trophozoites of P. vivax in thin blood smears.

Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
C D

C, D: Ring-form trophozoites of P. vivax in thin blood smears.

Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
E

E: Ring-form trophozoites of P. vivax in a thin blood smear

.

Plasmodium vivax: immature schizonts in human blood smear


.

This micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC

This micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC thaThis micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC that also contains Maurer’s dots.
Plasmodium falciparum rings have delicate cytoplasm and 1 or 2 small chromatin dots. Infected RBCs are not enlarged, and RBCs with multiple rings are often found in P. falciparum. Maurer”s dots can be seen, but are infrequent

. Berikut bentuk – bentuk Plasmodium vivax dan ciri-cirinya.

a. Bentuk cincin : 1. Ukuran 1/3 eritrosit, 2. Bentuk cincin tebal, 3. Kromatin masa padat berbatas jelas, 4. Bentuk accole kadang – kadang, 5. Pigmen tidak ada.
b. Bentuk Tropozoit : 1. Ukuran besar, 2. Bentuk sangat irregular, vakuola nyata, 3. Kromatin titik – titik atau benang – benang, 4. Pigmen halus, warna kuning coklat, 5. Penyebaran partikel halus, 6. Penyebaran tersebar.
c. Bentuk Skizon Imature : 1. Bentuk hampir mengisi seluruh eritrosit, 2. Bentuk sedikit amoeboid, 3. Kromatin banyak berupa masa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Bentuk Skizon Mature : 1. Mengisi Eritrosit, 2. Bentuk bersegmen, 3. Merozoit 14 – 16, rata – rata 16, 4. Ukuran sedang, 5. Pigmen berkumpul ditengah ( kuning coklat )
e. Bentuk Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 3 – 5 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar 3. Bentuk bulat/ ovale dan padat, 4. Sitoplasma biru pucat, 5. Kromatin fibril dengan delondong, daerah sekitar yang tidak berwarna, 6. Pigmen tersebar.
f. Bentuk Makrogametosit : 1. Waktu timbul 3 – 5 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar, 3. Bentuk bulat/ovale dan padat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin merupakan massa padat di perifer, 6. Pigmen small round perifer.

Plasmodium vivax, dapat menyebabkan malaria tertian benigna, disebut juga malaria vivax atau ‘ tertian ague “, ini memiliki kecenderungan menginfeksi sel darah merah yang muda ( retikulosit ). Serangan demam yang berulang setiap 48 jam.

Plasmodium vivax
- Eritrosit yang terinfeksi oleh parasit ini mengalami pembesaran dan pucat karena kekurangan hemoglobin.
- Tropozoit muda tampak sebagai cincin dengan inti pada satu sisi.
- Tropozoit tua tampak sebagai cincin amuboid akibat penebalan sitoplasma yang tidak merata.
- Dalam waktu 36 jam parasit akan mengisi lebih dari setengah sel eritrosit yang membesar.
- Proses selanjutnya inti sel parasit akan mengalami pembelahan dan menjadi bentuk schizont yang berisi merozoit berjumlah antara 16 – 18 buah.
- Gametosit mengisi hampir seluruh eritrosit. Mikrogametosit berinti besar dalam pewarnaan Giemsa akan berwarna merah muda sedangkan sitoplasma berwarna biru. Makrogametosit berinti padat berwarna merah letaknya biasanya di pinggir.
- Terdapat bintik-bintik merah yang disebut titik Schuffner pada eritrosit yang terinfeksi parasit ini.

P. vivax

Diagnostic Points

  1. Red cells containing parasites are usually enlarged.
  2. Schuffner’s dots are frequently present in the red cells as shown above.
  3. The mature ring forms tend to be large and coarse.
  4. Developing forms are frequently present.

Gambar-gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Plasmodium vivax stadium schizont.

Apa itu scizont? schizont adalah stadium sel yang berinti banyak (multi-nukleat) pada fase reproduksi aseksual pada di siklus hidup sporozoon. [farlex]

Plasmodium vivax - schizont stage early formPlasmodium vivax – schizont stage early form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late form dan ring formPlasmodium vivax schizont stage late form dan ring form

semua gambar diambil langsung dari mikroskop menggunakan kamera digital. semua gambar schizont diperiksa pada sediaan apus darah tipis.

Mature P. vivax trophozoite
Mature P. vivax trophozoite……

This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite

This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoiteThis thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite with conspicuous pigment granules, Magnified 1125X.
There are approximately 156 named species of Plasmodium which infect various species of vertebrates. Four species, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, and P. malariae are known to infect humans
.

Gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Gametosit Plasmodium vivax

Entri blog kali ini memuat beberapa gambar mikroskopis parasit malaria dari spesies Plasmodium vivax yang ditemukan pada stadium gametosit.

Sediaan darah dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Sediaan darah yang dibuat untuk memeriksa malaria yaitu sediaan apus darah tipis dan sediaan tetes tebal. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Pemeriksaan parasit menggunakan metode mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya pada pembesaran 1000 kali (objektif 100x dan okuler 10x).

Semua gambar diambil menggunakan kamera digital 12mpx langsung dari lensa okuler mikroskop.

Stadium gametosit pada spesies Plasmodium vivax memiliki bentuk bulat atau oval tanpa vakuola. Seluruh bagian dari eritrosit diambil alih dan ditempati oleh parasit tersebut. Makrogametosit memiliki massa kromatin yang padat sedangkan mikrogametosit memiliki massa kromatin yang lebih diffus atau samar berwarna putih. [Carlo Denegri Foundation].

Semua gambar diambil pada preparat sediaan apus darah tipis.

Pada foto yang saya ambil, morfologi yang teramati kurang begitu jelas dan sulit untuk membedakan antara mikrogametosit dan makrogametosit

.

Plasmodium vivax Infected Red Blood Cells – From Human Pathology Digital Image

Ada yang bisa ngasih pencerahan? thx :)

Plasmodium vivax terutama menyerang retikulosit. Pada pemeriksaan darah tepi bik hapusan tipis maupun tebal biasanya dijumpai semua bentuk parasit aseksual dari bentuk ringan sampai skizon. Biasanya menyerang kurang dari 2% eritrosit. Tanda-tanda parasit malaria yang khas pada sediaan darah tipis, dijumpai sel darah merah membesar, terdapat titik Schuffner pada sel darah merah dan sitoplasma amuboid (terutama pada tropozoit yang sedang berkembang dan bayangan merah di sisi luar gametosit
Plasmodium vivax

===============================================================

Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum, Young Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4a

.

Ring-forms and gametocytes of Plasmodium falciparum in human blood.Plasmodium falciparum: banana shaped gametocytes in human blood smear


.

Plasmodium falciparum
Plasmodium vivax terutama menyerang retikulosit. Pada pemeriksaan darah tepi bik hapusan tipis maupun tebal biasanya dijumpai semua bentuk parasit aseksual dari bentuk ringan sampai skizon. Biasanya menyerang kurang dari 2% eritrosit. Tanda-tanda parasit malaria yang khas pada sediaan darah tipis, dijumpai sel darah merah membesar, terdapat titik Schuffner pada sel darah merah dan sitoplasma amuboid (terutama pada tropozoit yang sedang berkembang dan bayangan merah di sisi luar gametosit

.

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium falciparum dan ciri-cirinya.

a. Tropozoit muda : 1. Bentuk cincin dengan inti yang kecil dan sitoplasma yang halus, 2. Seringkala cincin mempunyai 2 inti, 3. Banyak sekali cincin disertai tingkat parasit yang lebih tua
b. Tropozoit Dewasa : 1. Vakuole cincin sering tidak ada atau hampir tidak ada, 2. Parasit sangat kecil dan kompak, 3. Sitoplasma biasanya pucat, oval, atau bulat tidak teratur. 4. Sebuah inti yang besar kumpulan pigmen yang berkabut atau kelompok yang sangat gelap kira – kira sebesar inti. 5. Biasanya hanya dijumpai pada infeksi berat saja, dimana terlihat bentuk yang banyak jumlahnya.
c. Skizon muda : 1. Tingkat ini jarang terlihat dan biasanya bersama – sama dengan sejumlah besar tropozoit sedang berkembang. 2. Parasit sangat kecil dengan 2 inti atau lebih dan sedikit sekali sitoplasmanya sering berwarna pucat. 3. Pigmen terdiri dari satu kelompok kecil atau lebih, padat dan berwarna gelap sekali.
d. Skizon dewasa : 1. Selalu bersamaan dengan banyak bentuk cincin 7 kali, 2. Biasanya mempunyai kira – kira 20 atau lebih merozoit kecil yang berkumpul disekitar satu kelompok kecil, pigmen yang berwarna gelap sekali.
e. Gametosit dewasa : 1. Bentuk pisang atau biji kacang kedele, 2. Pada bagian yang tebal dari sediaan, dapat berbentuk bulat, bujur telur atau kelihatan agak rusak, 3. Dapat bersama – sama bentuk cincin atau tanpa cincin.
Bentuk Stadium P. falciparum dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/5 dari eritrosit, 2. Bentuk cincin sangat halus, 3. Kromatin titik halus sering kali dua, 4. Bentuk acole stadium ini tidak ada, 5. Pigmen pada stadium ini tidak ada.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Mempunyai ukuran kecil, 3. Berbentuk padat, 4. Vakuole tidak dikenal, 5. Kromatin titik atau batang – batang, 6. Berpigmen bentuk kasar.
c. Skizon Imature ( muda ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Pigmen berkumpul ditengah, 4. Kromatin ini banyak berupa massa ireguler.
d. Skizon matur ( tua ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifier, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Bentuk berpigmen, 4. Pigmen berkumpul ditengah.
e. Makrogametosit : 1. Jumlah dalam darah banyak, 2. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 3. Bentuk bulan sabit ujung runang/ bulat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin granula padat dekat pusat, 6. Pigmen granula hitam dan inti padat/bulat.
f. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 12 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, 3. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 4. Bentuk seperti pisang, 5. Sitoplasma biru kemerahan, 6. Kromatin granula halus tersebar, 7. Pigmen granula gelap tersebar.

Pasmodium falciparum, dapat menyebabkan penyakit tertian maligna ( malaria tropica ), infeksi oleh spesies ini menyebabkan parasitemia yang meningkat jauh lebih cepat dibandingkan spesies lain dan merozoitnya menginfesi sel darah merah dari segala umur ( baik muda maupun tua ).

Plasmodium falciparum
- Hanya ditemukan bentuk tropozoit dan gametosit pada darah tepi, kecuali pada kasus infeksi yang berat.
- Schizogoni terjadi di dalam kapiler organ dalam termasuk jantung.
- Sedikit schizont di darah tepi, terkait berat ringannya infeksi.
- Schizont berisi merozoit berjumlah 16 – 20 buah.
- Eritrosit yang terinfeksi tidak mengalami pembesaran.
- Bisa terjadi multiple infeksi dalam eritrosit (ada lebih dari satu parasit dalam eritrosit), bentuk acolle (inti menempel dinding eritrosit) dan spliting (inti parasit terpecah dua).
- Gametosit berbentuk pisang, makrogametosit inti kompak (mengumpul) biasanya di tengah sedangkan makrogametosit intinya menyebar.
- Sitoplasma eritrosit terdapat terdapat bercak-bercak merah yang tidak teratur disebut titik Maurer.

P. falciparum

Diagnostic Points

  1. Red Cells are not enlarged.
  2. Rings appear fine and delicate and there may be several in one cell.
  3. Some rings may have two chromatin dots.
  4. Presence of marginal or applique forms.
  5. It is unusual to see developing forms in peripheral blood films.
  6. Gametocytes have a characteristic crescent shape appearance.  However, they do not usually appear in the blood for the first four weeks of infection.
  7. Maurer’s dots may be present.

Gambar mikroskopis parasit malaria – Plasmodium falciparum.

Sediaan darah yaitu tetes tebal dan apus tipis dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Gambar dari preparat di bawah dibuat menggunakan spesimen darah yang telah disimpan di dalam freezer kulkas sehingga eritrosit mengkerut dan ukurannya terlihat lebih kecil.

Pemeriksaan mikroskopis menggunakan perbesaran 1000x. Semua gambar diambil dengan menggunakan kamera digital langsung dari lensa okuler mikroskop. 

STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage
STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage

Parasit malaria terlihat memenuhi seluruh lapang pandang mikroskop pada sediaan tetes tebal.

SADT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum – Ring Stage

Parasit malaria terlihat lebih sedikit / lebih jarang ditemukan pada sediaan apus tipis.

STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage – Zoom

Bentuk / morfologi parasit malaria masih dapat diidentifikasi pada sediaan tetes tebal, namun memerlukan kejelian yang lebih.

SADT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum – Ring Stage – Zoom

Bentuk / morfologi parasit malaria terlihat di dalam eritrosit masih dalam keadaan utuh. Parasit berbentuk cincin (ring form) dengan inti sel yang berwarna merah dan padat sedangkan sitoplasmanya berwarna biru-ungu samar.

Pada gambar diatas terlihat adanya double dan triple infection terhadap satu sel eritrosit

.

Gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Gametosit Plasmodium falciparum

Pada entri blog kali ini saya akan memuat beberapa gambar mikroskopis parasit malariadari spesies Plasmodium falciparum yang ditemukan pada stadium gametosit.

Sediaan apus darah tipis dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Pemeriksaan parasit menggunakan metode mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya pada pembesaran 1000 kali (objektif 100x dan okuler 10x).

Semua gambar diambil menggunakan kamera digital 12mpx langsung dari lensa okuler mikroskop.

falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum

Kedua gambar diatas merupakan parasit malaria dari spesies Plasmodium falciparumpada stadium makrogametosit. Ciri morfologinya yaitu:

  • Memiliki bentuk yang lancip.
  • Inti sel berkumpul di tengah.
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum

Kedua gambar diatas merupakan parasit malaria dari spesies Plasmodium falciparumpada stadium makrigametosit. Ciri morfologinya yaitu:

  • Memiliki bentuk yang tumpul.
  • Inti sel diffus di tengah. Cenderung menyebar.

This thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falcip

This thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falcipThis thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falciparum ring form parasites using Giemsa stain; Mag. 1125X.
There are approximately 156 named species of Plasmodium which infect various species of vertebrates. Four species, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, and P. malariae are known to infect humans.

Bila ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar. Silahkan reblog dengan tidak lupa mencantumkan url link kami, trims.

===========================================================

Plasmodium malariae

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium malariae dan ciri-cirinya.
Bentuk stadium Plasmodium pada sediaan darah tebal
a. Tropozoit muda : 1. Cincin lebih tebal dengan inti yang kasar dan sedikit sitoplasma yang biasanya tertutup tanpa vakuola, 2. Pigmen berbentuk lebih awal, 3. Praktis tingkat yang lebih tua selalu ada bersama cincin ini.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Kecil, kompak, biasanya bulat, pigmen menjadi padat gelap dengan butir – butir agak kasar, sehingga kelihatan terbenam dalam pigmen, 2. Fase tropozoit ini langsung lama, jadi tingkat ini adalah yang paling lazim dan paling sering dijumpai.
c. Tropozoit dewasa : 1. Kompak, warna lebih tua dan ukuran lebih besar dari tingkat sebelumnya. 2. Pigmen yang kasar, coklat tua dan berlimpah, sering menutupi inti, 3. Sukar membedakannya dengan gametosit P. falciparum yang membulat atau dengan gametosit P. malariae.
d. Skizon muda :1. Sangat mirip P. vivax kecuali parasitnya yang lebih kecil, 2. Sering sangat kompak sehingga sulit mengenal susunan dalam dari parasit, 3. Biasanya bersama-sama dengan parasit tingkat lainnya, 4. Sukar dibedakan dengan skizon muda P.vivax.
e. Skizon tua : 1. Stadium yang kadang menjadi dalam sediaan darah tebal, 2. Dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak dan biasanya bersama tropozoit atau skizon muda atau kedua-duanya.
f. Gametosit muda : 1. Pigmen padat dan gelap, lebih sering mengumpul kadang – kadang memancar, 2. Sama dengan P. vivax kecuali tidak begitu sering dijumpai, 3. Menyerupai tropozoit yang sehingga sulit untuk dibedakan.
g. Gametosit tua : 1. Biasanya jumlah sedikit dan agak kecil dari P. vivax, 2. Pigmen lebih kasar dan lebih gelap dan dapat menyerupai gametosit P. falciparum yang membulat.
Bentuk stadium Plasmodium malariae dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/3 dari eritrosit, 2. Berbentuk cincin padat, 3. Kromatin sering ditemukan suatu massa dalam cincin, 4. Bentuk acole tidak ada.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Ukuran kecil, bentuk padat, 2. sering berbentuk barang, 3. vacuole tidak dikenal, 4. kromatin titik atau benang, 5. Pigmen bentuk kasar, berwarna coklat tua dan jumlahnya banyak, 6. Penyebaran gumpalan atau batang yang tersebar.
c. Skizon immature ( muda ) : 1. Ukuran hampir mengisi, 2. Bentuk padat, 3. Kromatin sedikit berupa massa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Skizon matur ( tua ) : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6 – 12 dan rata – rata 8, 4. Ukuran besar, 5. Pigmen berkumpul ditengah
e. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Ukuran dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru pucat, 6. Kromatin seperti P. vivax
f. Makrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru tua, 6. Kromatin seperti P. vivax, 7. Pigmen seperti P. vivax ( Srisasi Gandahusada, 2006 ).

Plasmodium malariae, dapat menyebabkan malaria kuartana, serangan panas berulang setiap 72 jam, dan menginfeksi sel-sel darah yang tua P. malaria merupakan satu-satunya spesies parasit malaria manusia yang ditemukan juga menginfeksi simpanse dan beberapa binatang lainnya ( Kus Irianto, 2009 ).

P. malariae

Diagnostic Points

  1. Ring forms may have a squarish appearance.
  2. Band forms are a characteristic of this species.
  3. Mature schizonts may have a typical daisy head appearance with up to ten merozoites.
  4. Red cells are not enlarged.
  5. Chromatin dot may be on the inner surface of the ring.

Plasmodium malariae, Old Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4c

Plasmodium malariae terutama menyerang eritrosit yang telah matang. Pada sediaan hapusan darah perifer tipis maupun tetes tebal dapat dijumpai semua bentuk parasit aseksual. Biasanya parasit menyerang kurang dari 1% dari jumlah eritrosit. Parasit pada sediaan darah tepi tipis berbenyuk khas seperti pita (band form), skizon berbentuk bunga ros(rosette form), tropozoit kecil bulat dan kompak beisi pigmenyang menumpuk, kadang-kadang menutupi sitoplasma/inti atau keduanya.
Plasmodium malariae

==========================================================

Plasmodium ovale

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium ovale dan ciri-cirinya.
a. Bentuk Cincin : 1. Ukuran 1/3 eritrosit, 2. Bentuk cincin padat, 3. Kromatin massa padat berbatas tegas, 4. Bentuk accole tidak ada, 5. Pigmen pada stadium ini tidak ada.
b. Bentuk Tropozoit sedang berkembang : 1. Ukuran kecil, 2. Bentuk padat, vakuola tidak dikenal, 3. Kromatin mempunyai kelompok besar irregular, 4. Pigmen bentuk kasar, warna kuning coklat dan jumlahnya sedang, 5. Penyebaran parikel kasar tersebar.
c. Bentuk Skizon Imature : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6-12, dan rata-rata 8, ukuran besar, 4. Pigmen terkumpul ditengah ( kuning coklat ).
d. Bentuk Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 12 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran besar eritrosit, berbentuk bulat padat, 4. Sitoplasma biru pucat, 5. Kromatin dan pigmen seperti P. vivax
e. Bentuk Makrogametosit : 1. Waktu timbul 12 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran sebesar eritrosit berbentuk bulat padat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin dan pigmen seperti P. vivax

Plasmodium ovale, dapat menyebabkan malaria tertian benigna atau lebih cepat disebut malaria ovale. Predileksinya terhadap sel-sel darah merah mirip dengan vivax yang menginfeksi sel darah merah muda ( Harijanto, P. N, 2009 ).

P. ovale

Diagnostic Points

  1. Red cells enlarged.
  2. Comet forms common (top right).
  3. Rings large and coarse.
  4. Schuffner’s dots, when present, may be prominent.
  5. Mature schizonts similar to those of P. malariae but larger and more coarse.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s