kasus pelecehan dan kekerasan terhadap Rosi Purnika, 23, mahasiswi Akademi Analis Kesehatan (AAK), Banda Aceh

Monday, 11 May 2009 06:37

Banda Aceh |

-Setelah dipanggil polisi untuk diminta keterangan terkait kasus pelecehan dan kekerasan terhadap Rosi Purnika, 23, mahasiswi Akademi Analis Kesehatan (AAK), Banda Aceh, Ibnu Sakdan, 47, mantan kepala lorong (keplor) Kelurahan Keuramat, Banda Aceh ingin berdamai dengan keluarga Rosi.

Informasi ini diperoleh dari warga Kelurahan Keuramat dan petugas di Polsek Kuta Alam serta pihak keluarga Rosi.

“Memang ada rencana untuk damai, tetapi itu diungkapkan saat Ibnu Sakdan diminta keterangan. Setelah itu tidak ada informasi lanjutan,” kata Kapolsek Kuta Alam AKP Fery Herlambang, melalui Kanit Reskrimnya, Bripka Sucipto beberapa waktu lalu.

Menurutnya, proses damai itu bisa dilakukan, jika pihak keluarga Rosi yag mengadu ke Polsek mencabut laporannya.

Hal yang sama juga dikatakan orang tua Rosi, Ampuh. “Proses damai yang diinginkan pelaku saya ketahui dari Rosi, setelah Rosi sempat beberapa kali dipanggil oleh pihak Kelurahan Keuramat beberapa waktu lalu,” katanya, Minggu (10/5).

Namun, sebutnya, dia tidak mengetahui bagaimana proses damai itu, sebab sampai saat ini belum ada keputusan dari aparat desa setempat. Apalagi Ampuh mendengar dari Rosi, pihak desa sempat beberapa kali memanggil Rosi agar mau berdamai.

“Jika pelaku ingin damai. Ya damai, tetapi pihak desa jangan lakukan intervensi. Kami hanya bermasalah dengan pelaku bukan dengan pihak desa,” katanya.

Seperti berita sebelumnya, Rosi Purnita pada Jumat (17/4) mengadukan tiga warga Kelurahan Keuramat, ke Polsek Kuta Alam, Banda Aceh.

Pada malam itu ketiga pelaku mendobrak pintu rumah kos Rosi di Jalan Rajawali, No 6, Kelurahan Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, secara paksa. Pelaku menduga Rosi menyimpan laki-laki di kosnya.

Saat pintu rumahnya didobrak, Rosi mengaku sedang belajar bersama adiknya Nina,19. Pendobrakan pintu rumah secara paksa itu juga sempat mengejutkan kedua rekannya yang lain yakni, Eka, 23 dan Suri, 23 yang berada di kamar sebelahnya hingga mereka menjerit karena ketakutan. Bahkan seorang teman Rosi bernama Eka sempat pingsan karena tindakan kasar tiga lelaki tersebut.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s