Cara Sederhana Menguji Kualitas Air

UPT Laboratorium

Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo merupakan unsur pelaksana teknis Badan Lingkungan Hidup di bidang pelayanan pengujian parameter kualitas lingkungan (fisika, kimia dan biologi).

Latar belakang pendirian Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo : 

  1. Belum ada laboratorium lingkungan yang memenuhi standard kebutuhan konsumen pengguna yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
  2. Kecepatan pelayanan dari mulai pemesanan jadual sampling, pelaksanaan sampling, analisis laboratorium sampai dengan diterbitkannya hasil analisa memakan waktu yang cukup lama.
  3. Kemudahan akses menuju ke laboratorium lingkungan yang ada di wilayah Jawa Timur memerlukan waktu dan biaya transportasi.
  4. Biaya analisa, petugas dan transportasi-akomodasi pelaksanaan sampling selama ini masih cukup besar.

Tujuan pembentukan Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi standard kebutuhan konsumen pengguna laboratorium lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo
  2. Untuk mengoperasionalkan Laboratorium Lingkungan yang memiliki kecepatan data aktual, cepat & akurat.
  3. Merintis dan membangun Laboratorium Lingkungan yang pada akhirnya legal & profesional (memiliki kemampuan dan kewenangan dari pemerintah maupun badan akreditasi nasional).
  4. Meminimasi biaya sampling sampai dengan diterbitkannya hasil analisa.
  5. Dimasa yang akan datang dapat menjadi salah satu unit pelayanan teknis daerah yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Lingkup kerja Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo melayani  

  1. Pelaksanaan pengambilan contoh uji dan pengujian kualitas berbagai parameter kualitas air, air limbah dan air sungai.
  2. Pelayanan kepada pihak-pihak yang memerlukan guna mengambil contoh uji dan menguji parameter kualitas air, air limbah dan air sungai di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
  3. Memberikan rujukan ke laboratorium lingkungan lain yang ditunjuk oleh Pemerintah dhi. Gubernur Jatim, apabila Laboratorium Lingkungan Kabupaten Sidoarjo masih belum mampu melaksanakan analisa contoh uji parameter lain dari komponen lingkungan pengujian laboratorium.
  4. Melaporkan data-data hasil pengujian dan hasil rujukan kualitas parameter komponen lingkungan pengujian laboratorium secara berkala kepada Bupati Sidoarjo sebagai bahan masukan Kebijakan Program Pengelolaan Lingkungan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Jenis pengujian yang dapat dilaksanakan pada Laboratorium Lingkungan Kabupaten saat ini :

No.  Jenis Pengujian  Standard Baku Mutu
 1  Air Bersih Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air
 2  Air Minum Kepmenkes No. 907/Menkes/SK/VIII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
 3  Air Limbah Industri & kegiatan lainnya Keputusan Gubernur Jatim No. 45 Tahun 2002 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri atau Kegiatan Usaha Lainnya di Jatim
 4  Air Limbah Hotel SK Gubernur KDH Tk I Jatim No. 60 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Usaha Kegiatan Hotel di Propinsi Dati I Jatim
 5  Air Limbah Rumah Sakit SK Gubernur KDH Tk I Jatim No. 61 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Usaha Kegiatan Rumah Sakit di Propinsi Dati I Jatim
 6  Air Limbah Domestik Kepmen LH No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
 7  Air Sungai PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

Untuk menguji kualitas air, seperti kekeruhan, berwarna dan berbau dapat langsung diseteksi dengan panca indera. Namun air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum tentu aman untuk digunakan untuk minum. Karenanya perlu diuji kualitasnya apakah memenuhi syarat kesehatan ataukah tidak.
Analisis kualitas air dapat dilakukan di laboratorium maupun secara sederhana. Pemeriksaan di laboratorium akan menghasilkan data yang lengkap dan bersifat kuantitatif, namun biayanya cukup mahal.
Analisis secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji kandungan kimia dalam air, yaitu sebagai berikut :

  • Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh.
  • Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam
  • Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi.
Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.

Gambar 1. Pengujian kandungan kimia air menggunakan air teh
Pengujian air secara biologis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup.
  • Air tersebut dibiarkan sampai lima hari
  • Setelah lima hari air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih, hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya).

Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar mikroorganisme yang dikandungnya.

Gambar 2. Pengujian Sifat Biologi Air Secara Sederhana

=========================================

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik.

Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida.

Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

=======================================================

Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  4. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)
  5. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  6. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+) dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatanpada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 – 0,5 ppm, ion kalsium : 75 – 200 ppm dan 1on magnesium : 30 – 150 ppm.
  7. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.
  8. =======================

Pada saat bencana datang kelangkaan air bersih tentunya menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya. Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen. Pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Bahaya biologis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti:

1. Diare
2. Infeksi cacing
3. Disentri (baik amuba dan bakteri)
4. Kolera
5. Masalah lambung
6. Penyakit tipus
7. Penyakit kuning

Sedangkan bahaya kimia dapat menyebabkan masalah kesehatan sebagai berikut:

1. Infeksi kulit
2. Gangguan usus
3. Gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran anomali
4. Anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia
5. Kerusakan sistem saraf pusat
6. Masalah karsinogenik

Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:

Penyaringan dan perebusan.
Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.

Disinfeksi kimia.
Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.

Bubuk pemutih.
Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.

Tablet klorin.
Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil.

Filter.
Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik ‘lilin’ dan UV filter.
Bagian utama dari sebuah filter keramik ‘lilin’ ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.

===========

Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.

Dari berbagai studi, ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati.

Dari manakah asal khlorin?
Air ledeng. Oleh PDAM pada saat “pembuatan” air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut.
Septik tank atau air pembuangan limbah rumah tangga. Ketika menggunakan pembersih atau pencuci yang mengandung khlorin, bisa jadi air pembuangan hasil cucian tersebut kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur yang merupakan sumber air bersih rumah tangga.
Pembuangan Air Kolam Renang. Kolam renang umumnya menggunakan khlorin sebagai “penjernih” dari mikroorganisme yang ada dalam air. Air buangan dari kolam renang ini juga bisa saja mencemari sumur air bersih warga sekitarnya.

Bagaimana khlorin tersebut sampai ke tubuh kita?
Lewat air minum. Cara paling utama khlorin masuk ke dalam tubuh adalah melalui air yang kita minum. Umumnya resiko yang lebih “sering” meminumnya adalah orang-orang yang memakai air ledeng sebagai bahan air minumnya.
Lewat udara. Ketika mandi menggunakan ”shower” air panas/hangat, uap air yang masih mengandung khlorin dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh kita.
Selain itu walaupun sedikit, bagi sebagian orang klorin juga bisa masuk melalui kulit ketika sedang mandi menggunakan air yang mengandung klorin.

Bagaimana cara mengurangi kadar klorin dalam air?
Dengan menggunakan Granulated activated carbon (GAC) atau butiran karbon aktif sebagai filter air dapat mengurangi kadar klorin dalam air yang akan kita pakai. Filter air dari arang ini efektif untuk mengurangi rasa dan bau dari air. Anda juga dapat sekalian membuat saringan air sederhana yang menggunakan arang sebagai salah satu bahan untuk saringan atau anda dapat juga menggunakan salah satu dari berbagai teknik penyaringan air sederhana untuk mendapatkan air minum. Tetapi cara terbaik adalah tidak menggunakan klorin untuk disinfeksi air minum dan sebagai gantinya dapat digunakan cara sederhana untuk melakukan disinfeksi pada air minum.

Cara Mencegah Klorin Masuk ke Dalam Tubuh.
Gunakan air sehemat dan seoptimal mungkin untuk mandi (baik shower ataupun berendam), mencuci ataupun memasak dan sebaiknya air yang digunakan adalah air dingin. Lalu bukalah jendela atau ventilasi agar udara yang mengandung klorin dapat keluar dan digantikan dengan udara yang bebas klorin. Sedangkan untuk mengatasi bila anda menaruh klorin pada bak atau sumur sumber air anda, kuraslah bak dan sumur anda.

Lalu bagaimana dengan Air Mineral kemasan?
Seharusnya pabrik dari pembuat air mineral kemasan mengikuti standar yang ditetapkan tentang batas aman penggunaan klorin. Untuk lebih jauhnya mungkin anda harus bertanya pada pabrik pembuatnya.. apalagi kalo katanya Dari Mata Air Pegunungan…
==============

======================

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubahnya menjadi air bersih yang layak pakai dimana salah satu caranya adalah membuat saringan air.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yng paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa penyaringan air secara sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa aternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya. Lihat saringan keramik.

======================

Meskipun berwarna coklat karena mengandung partikel-partikel tanah, lumpur bahkan unsur logam berat karena tercampur rembesan air limbah industri pabrik, air Sungai Mahakam hingga kini masih tetap menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Berdasarkan kepercayaan dan sedikit dongeng, setiap orang Kalimantan Timur meyakini, siapa pun pendatang atau tamu yang berkunjung ke Kalimantan Timur dan pernah meminum air Sungai Mahakam, diyakini pasti akan kembali lagi ke daerah tersebut, bahkan menetap. Sungai sepanjang 920 Km yang menjadi salah satu sarana transportasi sungai terpenting di propinsi Kaltim itu tak pernah sepi dari lintasan kapal motor dan kapal kontainer, yang terkadang menumpahkan limbah oli sisa ke sungai.

Masyarakat agaknya tak pernah peduli dengan warna airnya yang keruh, atau berwarna hitam ketika air sungai surut, terbukti pinggiran sungai tak pernah sepi dari aktivitas manusia yang datang dan pergi mandi, mencuci atau bahkan mengambil air dari sungai tersebut untuk dikonsumsi. Padahal masyarakat dapat memanfaatkan air sungai dengan lebih nyaman dan terjamin kebersihannya apabila mampu menerapkan hasil penelitian seorang dosen dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Samarinda) yang diadopsi dari Negara Sudan, dan kemudian dikembangkan di wilayah tersebut.

Adalah Enos Tangke Arung, MP, dosen Fahutan Unmul yang menemukan biji kelor dan menyulapnya menjadi ”serbuk ajaib” yang dapat mengubah air keruh dengan partikel tanah maupun unsur logam menjadi air bersih layak konsumsi, dan memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan.

Endapkan Partikel Logam

Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. Penemuan yang telah dikembangkan sejak tahun 1986 di negeri Sudan untuk menjernihkan air dari anak Sungai Nil dan tampungan air hujan ini di masa datang dapat dikembangkan sebagai penjernih air Sungai Mahakam dan hasilnya dapat dimanfaatkan PDAM setempat.

”Serbuk biji buah kelor ternyata cukup ampuh menurunkan dan mengendapkan kandungan unsur logam berat yang cukup tinggi dalam air, sehingga air tersebut memenuhi standar baku air minum dan air bersih,” katanya.

Disebutkan, kandungan logam besi (Fe) dalam air Sungai Mahakam yang sebelumnya mencapai 3,23 mg/l, setelah dibersihkan dengan serbuk biji kelor menurun menjadi 0,13 mg/l, dan telah memenuhi standar baku mutu air minum, yaitu 0,3 mg/l dan standar baku mutu air bersih 1,0 mg/l.

Sedangkan tembaga (Cu) yang semula 1,15 mg/I menjadi 0,12mg/l, telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih yang diperbolehkan, yaitu 1 mg/l, dan kandungan logam mangan (Mn) yang semula 0,24 mg/l menjadi 0,04 mg/l, telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih 0,1 mg/l dan 0,5 mg/l.

Arang

Namun apabila air tersebut dikonsumsi untuk diminum, aroma kelor yang khas masih terasa, oleh sebab itu, pada bak penampungan air harus ditambahkan arang yang dibungkus sedemikian rupa agar tidak bertebaran saat proses pengadukan. Arang berfungsi untuk menyerap aroma kelor tersebut.

Selain itu, dari hasil uji sifat fisika kualitas air Sungai Mahakam dengan parameter kekeruhan yang semula mencapai 146 NTU, setelah dibersihkan dengan sebuk biji kelor menurun menjadi 7,75 NTU, atau memenuhi standar baku air bersih yang ditetapkan, yaitu 25NTU. Untuk parameter warna yang semula sebesar 233 Pt.Co menjadi 13,75 Pt.Co, atau telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih 15 Pt.Co dan 50 Pt.Co.

Membuat Serbuk

Cara memperoleh serbuk tersebut cukup sederhana, yaitu dengan menumbuk biji buah kelor yang sudah tua hingga halus, kemudian ditaburkan ke dalam air limbah, dengan perbandingan tiga sampai lima miligram untuk satu liter air dan diaduk cepat. Dalam waktu 10 hingga 15 menit setelah pengadukan, partikel-partikel kotoran yan terdapat di dalam air akan menyatu dan mengendap, sehingga air menjadi jernih.

Enos, yang juga kepala Laboratorium Pulp dan Kertas Fahutan Unmul mengatakan, pihaknya juga telah membuat ekstraktif kelor dengan konsentrasi lima persen, yaitu dengan merebus lima gram tepung biji kelor ke dalam 100 ml air hingga mendidih dan disaring.

”Air saringan kelor ini dapat digunakan untuk menjernihkan air, caranya dengan mencampur tiga hingga lima militer ekstrak biji kelor ke dalam satu liter air dan diaduk dengan cepat,” katanya. Disebutkan, dalam satu polong buah kelor terdapat 10 hingga 15 biji kelor dengan berat masing-masing biji sebesar 2,5 gram tanpa kulit ari, dan dari 10 biji kelor dapat dibuat menjadi serbuk untuk menjernihkan air sebanyak 40 liter.

Lebih Ekonomis

Kepala laboratorium pengujian air PDAM Unit Cendana (Samarinda), Alimudin mengakui, cara tersebut lebih ekonomis dibanding menggunakan sistem penjernihan air dengan bahan baku tawas yang digunakan selama ini. Perbedaan penjernihan air dengan menggunakan tawas dan serbuk biji kelor adalah pada lamanya waktu pengendapan partikel setelah pengadukan, yaitu hanya lima menit, sedangkan dengan serbuk kelor mencapai 10 hingga 15 menit. Karena tawas jarang diproduksi di Kaltim, pihak PDAM Samarinda mendatangkan tawas dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi (Manado) dan Kupang. Tawas tersebut dicampur dengan aluminium dan sulfat sebelum digunakan untuk menjernihkan air sungai.

Menurut Enos Tangke, penggunaan serbuk biji kelor lebih ekonomis dibanding tawas, apalagi tanaman kelor dapat dibudidayakan di Kaltim, sementara daun dan buahnya yang masih muda pun dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan. Enos yang juga dosen pengasuh mata kuliah Pengendalian Pencemaran menambahkan, tanaman kelor yang dikembangbiakkan dengan biji dan stek dapat tumbuh dengan cepat di daerah berair, sehingga dapat dimanfaatkan untuk dibudidayakan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.

”Dalam tiga bulan pertama tumbuhan tersebut sudah cukup besar dan enam bulan kemudian sudah berbuah dan bisa dimanfaatkan bijinya,” katanya.

Oleh sebab itu, tambahnya, memanfaatkan kelor untuk menjernihkan air merupakan alternatif terbaik dan lebih ekonomis, efisien serta turut melestarikan lingkungan dengan membudidayakan tanaman tersebut di sekitar DAS.(Aspek-35)

===================

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.

Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.

Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.

Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).

Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.

Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.

Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.

Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).

Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Author: 
• Sunday, February 20th, 2011

http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.1329950604.html#_=1330397906034&count=none&id=twitter-widget-0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fcara-mendapatkan-air-minum-sehat%2F&size=m&text=Cara%20Mendapatkan%20Air%20Minum%20Sehat%20%7C%20filter%20penyaring%20penjernih%20air&url=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fcara-mendapatkan-air-minum-sehat%2F&via=SmartSolusindo

Air bersih dan air layak minum atau air minum sehat adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air bersih perlu diolah dahulu agar layak minum dan menjadi air minum sehat.

Lebih dari 100 juta orang Indonesia tidak mempunyai akses langsung terhadap air bersih apalagi air minum sehat. Lebih dari 70% total penduduk Indonesia tergantung pada air yang diambil dari sumber air yang sudah terkontaminasi. Air yang terkontaminasi dapat membawa penyakit bahkan kematian. Salah satunya adalah penyakit Diare yang sepintas terlihat sederhana dan tidak berbahaya, diare adalah pembunuh balita nomor dua di Indonesia setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) karena menyebabkan 100.000 balita meninggal setiap tahun.

Untuk menghindarkan diri dari penyakit seperti Diare, maka air bersih harus diolah terlebih dahulu agar layak dan sehat untuk diminum. Ada berbagai cara untuk membuat air bersih agar layak untuk dikonsumsi oleh manusia

.

CARA MENDAPATKAN AIR MINUM SEHAT

Ada beberapa cara untuk mendapatkan air minum sehat, antara lain:

1. Merebus: Air bersih direbus sampai matang (mendidih) dan biarkan mendidih (tetap jerang air di atas kompor yang menyala, jangan matikan kompor) selama 3-5 menit untuk memastikan kuman-kuman yang ada di air tersebut telah mati;

2. Sodis (Solar Disinfection) atau pemanasan air dengan menggunakan tenaga matahari. Air bersih dimasukkan ke dalam botol bening kemudian diletakkan di atas genteng rumah selama 4-6 jam saat cuaca panas atau 6-8 jam saat cuaca berawan. Panas matahari dan sinar ultra violet akan membunuh kuman-kuman yang ada di air sehingga air menjadi layak minum;

3. Klorinasi, atau proses pemberian cairan yang mengandung klorin  untuk membunuh bateri dan kuman yang ada di dalam air bersih. Salah satunya yang tersedia adalah “Air Rahmat” yang siap untuk dipakai pada tingkat rumah tangga.

Author: 
• Tuesday, February 08th, 2011

http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.1329950604.html#_=1330397969385&count=none&id=twitter-widget-0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fhello-world%2F&size=m&text=Pentingnya%20Penyaring%20Air%20Bersih%20bagi%20Kesehatan%20%7C%20filter%20penyaring%20penjernih%20air&url=http%3A%2F%2Ffilterpenyaringair.com%2Fhello-world%2F&via=SmartSolusindo

Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi. Kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.

Masalah air bersih merupakan hal yang paling fatal bagi kehidupan kita. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Dengan air yang bersih tentunya membuat kita terhindar dari penyakit. Kalau kita tahu, saat ini masalah air bersih merupakan barang yang langka di negeri tercinta kita ini, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, air bersih merupakan barang yang mahal dan sering diperjualbelikan. Tidak seperti halnya beberapa puluh tahun yang lalu, saat itu air bersih mudah diperoleh dan selalu berlimpah mengalir di setiap sudut tanah negeri kita ini, karena pada waktu itu belum banyak terjadi polusi air dan udara. Dari rasa dan warnanya pun saat ini berbeda tidak sealami dulu dikarenakan oleh polusi tersebut.

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal oleh manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Ada beberapa yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan di Air dan di Tanah antara lain :
1. Terjadinya erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Banyaknya sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Menyebarnya zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut, zat-zat padat terlarut, minyak dan lemak serta mikroorganisme. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit. Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti: pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka, atau dinding dan dasar saluran yang rusak karena kurang terpelihara.

Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit, serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus.

Terdapat beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah :

  1. Diare
  2. Demam berdarah
  3. Disentri
  4. Hepatitis A
  5. Kolera
  6. Tiphus
  7. Cacingan
  8. Malaria

Maka yang harus kita lakukan dalam menanggulangi pencemaran air dan tanah serta terhindar dari berbagai penyakit adalah pola hidup bersih dan sehat. Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya, kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah yang sehat

Secara kimia, air terdiri atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dengan rumus kimia Air adalah H2O. Air bisa berwujud cair, padat, gas dan uap air. Bila dilihat secara terpisah, Hidrogen dan Oksigen adalah dua unsur yang unik. Hidrogen dan oksigen bila secara terpisah dapat bereaksi dan menghasilkan energi panas yang besar, sedangkan setelah bergabung dan membentuk molekul air, justru bersifat sebaliknya yakni bersifat mendinginkan.

Julukan bumi sebagai planet biru adalah hal yang wajar, sebab air menutupi hampir 3 / 4 atau sekitar 71% dari permukaan bumi. Komponen air terbanyak berasal dari air laut, air bawah tanah, air permukaan seperti Sungai, danau ataupun kolam-kolam.

Dari semua sumber air yang ada, air asin yang berasal dari laut adalah air dengan jumlah terbanyak yang mencapai sekitar 97% dari jumlah total air yang ada di bumi, sedangkan untuk jumlah total air tawar hanya sekitar 3%. Dimana 2% air tawar yang ada tersedia dalam bentuk es di glasier dan es kutub utara / selatan, sedangkan air tawar sisanya yang 1% paling banyak berada di dalam tanah dan hanya sedikit yang merupakan air permukaan.

Air sangat penting bagi kehidupan, dan semua makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan air sebagai penunjang kehidupannya, selain udara tentunya. Dan bahkan berdasarkan teori evolusi, kehidupan / makhluk yang ada di darat sebenarnya berasal dari laut, yang tentunya proses evolusi tersebut membutuhkan waktu hingga jutaan tahun. Bagi kehidupan manusia, air memegang peranan penting, baik dalam kehidupan individu sehari-hari, perekonomian, pertanian, transportasi, industri dan masih banyak lagi.

Seiring dengan semakin banyaknya jumlah manusia yang hidup di bumi, kebutuhan dan permintaan akan air pun meningkat drastis. Coba anda bayangkan, berapa banyak air bersih yang harus disediakan jika penduduk bumi yang menurut PBB telah berjumlah 6,2 milyar jiwa pada tahun 2000? Jika setiap jiwanya membutuhkan minimum dua liter air bersih untuk minum setiap hari, maka setidaknya membutuhkan 12,4 milyar liter air bersih atau setara dengan air bersih sebanyak 62 juta drum ukuran 200 liter atau 2,48 juta mobil tanki air bersih ukuran 5000 liter per tangki! Bayangkan itu baru untuk minum, belum untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci tangan, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan, menyiram tanaman, dan masih banyak lagi.. !

Saat ini kebutuhan akan air bersih seakan berlomba dengan produksi air bersih, permintaan bersaing melawan suplai. Dimana kebutuhan akan air bersih meningkat drastis seiring bertambahnya penduduk, sedangkan produksi air bersih semakin lambat seiring kendala air baku baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Walaupun air bersih merupakan sumber daya alam yang dapat terbarukan, untuk masa yang akan datang diprediksikan bahwa akan terjadi kondisi dimana permintaan akan air bersih akan melebihi persediaan ataupun produksi air bersih yang dapat dihasilkan. Hal ini diperparah lagi dengan adanya pencemaran air permukaan dan bawah tanah seiring dengan semakin meningkatnya jumlah industri.

Oleh karena itu, kita pun harus mulai menghemat penggunaan air dan bahkan harus mencegah atau setidaknya mengurangi pencemaran dan pengrusakan terhadap lingkungan terutama yang berkaitan dengan sumber daya air yang kita miliki agar bisa kita gunakan untuk saat ini, esok dan masa yang akan datang.

DESKRIPSI LABORATORIUM

a. Latar Belakang
Laboratorium Analisa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya didirikan sejak tahun 1980an. Pendirian laboratorium ini didasarkan pada makin meningkatnya kebutuhan masyarakat yang memerlukan jasa layanan yang terkait dengan analisis bahan. Awalnya laboratorium ini hanya didukung oleh beberapa pengajar dan analis dan cakupan analisis pun terbatas pada parameter air. Seiring dengan makin berkembangnya Jurusan Kimia berdampak pula pada berkembangnya laboratorium analisa yang mulai melebarkan pangsa pasar hingga regional Jawa Timur. Tahun 1982 laboratorium analisa merupakan salah satu laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur Jawa Timur untuk memfokuskan diri melayani analisis yang berkaitan dengan parameter air limbah.
Pada tahun 2003, laboratorium analisa berubah nama menjadi Laboratorium Analisis Lingkungan. Perubahan ini disesuaikan dengan makin meningkatnya permintaan pasar terhadap analisis kualitas air dan air limbah; meskipun demikian analisis parameter lainnya masih tetap dilayani. Keterlibatan laboratorium analisis lingkungan di Bapedal Propinsi Jawa Timur dimulai pada tahun itu juga yang ditandai dengan keikut sertaan pada kegiatan yang diselenggarakan Bapedal yang meliputi uji ILC (Inter Laboratory Correlation) dan uji Round Robin. Kedua uji untuk menilai kinerja laboratorium tersebut menghasilkan nilai yang memuaskan bagi laboratorium analisis lingkungan Jurusan Kimia Universitas Brawijaya. Laboratorium analisis lingkungan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya dalam rangka menyelenggarakan kursus Analisis mengenai dampak lingkungan B serta pelatihan yang terkait dengan analisis air limbah. Selain itu juga melayani dan berpengalaman memberikan kursus/pelatihan bagi peningkatan ketrampilan analisis bagi pengajar diploma, analis laboratorium, dan staf quality control perusahaan. Cakupan analisis yang dilayani meliputi : pupuk, batuan, produk makanan, minuman, pakan, logam, air dan air limbah yang terdiri atas kurang lebih 60 (enam puluh) parameter. Untuk pengembangan yang lebih professional, maka laboratorium mempersiapkan diri untuk akreditasi ISO 17025 pada masa mendatang.
b. Tujuan
Laboratorium Lingkungan Jurusan Kimia FMIPA didirikan dengan tujuan memberikan layanan jasa analisis konsultasi permasalahan terkait lingkungan.
c. Kegunaan Laboratorium
1. Menerima jasa analisis sampel air, air limbanh, minuman, pangan, logam, pakan, batuan, dan pupuk.
2. Menerima jasa konsultasi, magang dan pelatihan-pelatihan terkait dengan analisa kualitas lingkungan.
d. Program yang direncanakan
Dalam rangka pengembangan layanan prima dari laboratorium lingkungan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya maka laboratorium lingkungan telah mempersiapkan diri untuk akreditasi ISO 17025 pada masa mendatang.
e. Fasilitas (peralatan unggulan)
Laboratorium Lingkungan Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya memiliki peralatan yang cukup lengkap dan canggih terbukti sampai saat ini telah memiliki kamampuan untuk mengalisis sampel yang sangat banyak kurang lebih 60 (enam puluh) parameter meliputi sampel : pupuk, batuan, produk makanan, minuman, pakan, logam, air dan air limbah dan didukung oleh instrumentasi seperti : spektrometer serapan atom, spektrofotometer ultra lembayung tampak, spektrofotometer infra merah, total organic content analyzer, kromatografi gas dan peralatan pendukung lainnya

.

    • Lab. Uji Pusarpedal
    • Kegiatan Lapangan Pusarpedal
    • Kegiatan Pusarpedal
    • Laboratorium Pusarpedal

Pelayanan Jasa Laboratorium

PUSARPEDAL melalui Laboratorium Pengendali Dampak Lingkungan memberikan pelayanan jasa laboratorium lingkungan melalui mekanisme PNBP dengan didukung sarana dan prasarana laboratorium yang lengkap untuk pengujian parameter kualitas lingkungan dan sumber daya manusia  yang kompeten.

penyelenggaraan, pengelolaan dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di PUSARPEDAL mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20/1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dimana:

  • Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak Wajib disetor  langsung secepatnya ke Kas Negara
  • Seluruh PNBP dikelola dalam sistem APBN dan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia  Nomor  240/KMK.06/2004 tanggal 11 Mei 2004 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian dana Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Nomor maka PUSARPEDAL dapat menggunakan sebagian dana Penerimaan Negara Bukan Pajak setinggi-tingginya sebesar 90%.

 Jenis Pelayanan Jasa

Jenis penerimaan jasa laboratorium pengendali dampak lingkungan (LPDL) tahun anggaran 2009 meliputi :

  • Jasa pengujian parameter kualitas lingkungan meliputi uji udara emisi, uji udara ambien, pengukuran kebisingan dan getaran,  uji air  dan limbah cair, uji parameter biologi, uji air laut, uji limbah padat dan B3;
  • Jasa pengambilan contoh parameter kualitas lingkungan meliputi pengambilan contoh air dan limbah cair, pengambilan contoh limbah padat, pengambilan contoh udara ambien, pengambilan contoh udara emisi, pengambilan contoh kebisingan;
  • Jasa kalibrasi peralatan pemantauan kualitas lingkungan berupa kalibrasi alat sound level meter;
  • Konsultasi teknis berupa kerja praktek dan /atau bimbingan teknis di laboratorium.

Peningkatan pelayanan jasa melingkupi beberapa jenis pelayanan sebagai berikut:

  • Jasa pengambilan contoh parameter air laut
  • Jasa pengambilan contoh parameter emisi sumber tidak bergerak menggunakan metoda USEPA untuk parameter anorganik

Masih dalam proses peningkatan kapasitas adalah:

  • Jasa pengambilan contoh emisi sumber tidak bergerak untuk parameter organik menggunakan metoda USEPA
  • Jasa pengujian parameter organik VOC di limbah padat

 Jumlah Pelayanan Jasa tahun 2009

Pelayanan jasa yang dilakukan pada tahun 2009 adalah :

  1. Pengambilan sampel :
  • Udara                   : 9 kali
  • Air                         : 3 kali
  • Biologi                 : 3 kali
  • B3                          : 7 kali
  • Kebisingan         : 7 kali

Total pengambilan sampel 29 kali.

Pengujian kualitas lingkungan :

  • Air                                                 : 366 sampel
  • Tanah dan limbah padat      : 116 sampel
  • Udara                                           : 42 sampel
  • Biologi                                         : 35 sampel
  • Kebisingan & Getaran           : 27 sampel
  • Kalibrasi Peralatan                :  2 sampel

Total Pengujian adalah 617 sampel.

Konsultasi teknis      : 67 paket

Total seluruh pelayanan adalah 684 pelayanan meliputi pengambilan contoh uji, pengujian dan konsultasi teknis. Pada tahun anggaran 2009, konsultasi teknis dilaksanakan dalam bentuk kerja praktek di laboratorium dan /atau dalam bentuk paket bimbingan teknis. Adapun jumlah pelanggan untuk jasa pengujian dan kalibrasi ada 604 pelanggan yang bervariasi dari institusi pemerintah dan perusahaan swasta

Sistem Tarif PNBP

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup telah digunakan sebagai acuan dalam sistem tarif di Administrasi Jasa LPDL.

Setelah dilakukan inventarisasi permintaan jasa dari konsumen dan kemampuan laboratorium selama tahun anggaran 2009, ternyata masih ada parameter-parameter yang belum diatur dalam PP tarif dan perlu diusulkan untuk revisi sebagai berikut:

Tabel No. 1: Inventarisasi Usulan Revisi Tarif TA 2009  

Tabel 1A: MATRIKS AIR

No

 

Matrik

Parameter

1 Air dan air limbah Fenol
2 Air -    Fenol-    Sianida-    Amoniak
3 Air TOC
4 Air DOC
5 Air COD dalam sampel air laut (metode Titrimetri)
6 Air dan air limbah BOD (Metode inkubasi winkler)
7 Air Logam dalam air laut
8 Air Logam As dan Se dalam air limbah
9 Air dan air limbah  NO3-N (metode reduksi Cadmium)
10 Air dan air limbah Inorganic Carbon  ( IC ) (metode NDIR)
11 Air dan air limbah Fenol
12 Air dan air limbah TSS
13 Air, Air limbah dan Air Laut Logam
14 Air Bau, rasa

Tabel 1B: MATRIKS PADAT

No

 

Matrik

Parameter

1 Padat (tanah, sedimen, dan limbah padat) Arsen dan Selenium (total dan TCLP)
2 Air dan Padat Merkuri Organik dan Organotin menggunakan GC
3 Air dan Padat PCBs (total dan TCLP)
4 Air dan Padat Benzene, Phenol, PAH, MAH
5 Air dan Padat VOC
6 Padat Logam Zn, Cr dan Ag (total dan TCLP)
7 Padat NAC, NAG
8 Tanah & Limbah Padat Nitrat, Nitrit, Nitrat + Nitrit
9 Tanah & Limbah Padat Cyanide Free

Tabel 1C: MATRIKS BIOLOGI

No

 

Matrik

Parameter

1 Biologi Total Mikroba
2 Biologi Klorofil b
3 Biologi Klorofil c
4 Biologi Total Bacteria
5 Biologi Coli tinja

Tabel 1D: MATRIKS UDARA

No

 

Matrik

Parameter

1 Udara Logam Hg – Met 29Logam selain Hg – Met 29
2 Udara Logam subkon – Met 29
3 Sampling udara Metode USEPA
4 Udara TRS
5 Udara Rainfall rate
6 Udara Combustion efficiency
7 Udara emisi –sampling Total partikel- metode USEPA
8 Udara emisi Debu + dekstruksi logam USEPA
9 Udara emisi Cd, Cr, Pb, Tl, Zn – AAS
10 Udara emisi As, Sb – AAS Flameless
11 Udara emisi Hg – cold vapor Hg analyzer

No

Matrik

Parameter

12 Deposisi basah Anion : Cl-, NO3-, SO42-
13 Kation : Na+, K+, NH4+, Ca2+, Mg2+
14 Udara Thalium, Tl
15 Udara Method 1-5 USEPA
16 Udara Method 29 USEPA

Tabel 1E: MATRIKS KEBISINGAN DAN GETARAN

No

 

Matrik

Parameter

1 Kebisingan Kebisingan terhadap tenaga kerja
2 Pengukuran getaran untuk peralatan sensitive
3 Human vibration :

  • Whole body
  • Hand arm
4 Kontur = skala lab (untuk bahan dengan metode intensity
5 Kontur area kerja/ ruangan :

  • Level
  • Per frekuensi

 

6 Kontur = partisi/ bahan insitu (metode intensity) :

  • Level
  • Perfrekuensi
7 Transmission Loss :Skala lab
8 Transmission Loss : partisi insitu

Tabel 1F: MATRIKS KEBISINGAN DAN GETARAN

No

 

Matrik

Parameter

1 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk volume Volume
2 Kalibrasi peralatan monitor udara Transfer standar SO2, NOx, CO
3 Kalibrasi Sound Level Meter
4 Kalibrasi High Volume sampler Volume
5 Kalibrasi Flow meter Flow
6 Kalibrasi Timbangan Berat
7 Kalibrasi Suhu Temperature
8 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk SO2
9 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk CO
10 Kalibrasi peralatan monitor udara otomatis untuk NOx

Dapat menghubungi:

Tlp: 02-75873337 (langsung),  021-7563114  ext. 107

Fax: 021-75873338

email: jasasarpedal@yahoo.com

PT Mutuagung Lestari memperoleh sertifikat Registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLH
PT Mutuagung Lestari memperoleh sertifikat Registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLHPada tanggal 6 Oktober 2011 Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan perysaratan registrasi kompetensi sesuai dengan peraturan perundang undangan PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 06 TAHUN 2009 TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN dan memperoleh sertifikat tanda registrasi kompetensi laboratorium lingkungan dengan No. 0035/LPJ/LABLING-1/LRK/KLH.

Dengan diperolehnya sertifikat registrasi sebagai Laboratorium Lingkungan dari KLH ini semakin memperkuat Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari untuk menunjukkan kompetensinya dalam melaksanakan pengujian parameter lingkungan, serta membuktikan komitmen Laboratorium Lingkungan PT Mutuagung Lestari dalam mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup.  Selain itu juga akan memperluas wilayah kerjanya, karena sertifikat kompetensi laboratorium lingkungan ini berlaku nasional.

Registrasi Laboratorium Lingkungan dari KLH sangat diperlukan, karena keberadaan laboratorium menjadi sangat penting dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan karena data hasil pengujian Laboratorium akan menjadi dasar pembuatan kebijakan-kebijakan yang tepat menyangkut Pengelolaan lingkungan kedepannya. Karena pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup, maka Untuk menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa;  tanggal 6 April 2009 Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 06 TAHUN 2009 TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN.

Dalam Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan bahwa Untuk memperoleh registrasi sebagai laboratorium lingkungan maka laboratorium wajib memenuhi:
a.   Akreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025 dari Komite Akreditasi Nasional
b.   Persyaratan tambahan antara lain memiliki prosedur dan melaksanakan :
c.   pengelolaan limbah laboratorium,
d.   sampling
e    keselamatan & kesehatan kerja (K3).

Laboratorium Lingkungan

DOWNLOAD

Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Pemantauan Kualitas Lingkungan

Thursday, 29 July 2010 10:45 Author
E-mailPrintPDF
Laboratorium Lingkungan merupakan instrumen sangat penting dalam pemantauan kualitas l i n g k u n g a n m e n g i n g a t d a p a t dipertanggungjawabkan secara hukum, dan merupakan laboratorium yang sudah terakreditasi dan teregistrasi.
Menurut Permen LH No. 06 Tahun 2009 Tentang Laboratorium Lingkungan, definisi laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan mempunyai identitas registrasi.

Implikasi dari teritnya Permen tersebut adalah akan diterbitkannya Peraturan Gubernur yang baru tentang penunjukan laboratorium lingkungan rujukan Gubernur sebagai payung hukum bagi laboratorium yang akan melakukan pemantauan kualitas lingkungan di Provinsi Jawa Barat. Sampai saat ini terdapat 3 kelompok laboratorium yang ada di Jawa Barat yaitu,
 (1) Laboratorium yang sudah terakreditasi; 
 (2) Laboratorium yang sudah operasional tapi belum terakreditasi; dan
 (3) Laboratorium yang belum operasional.

Hampir sebagian besar laboratorium yang ada di Jawa Barat belum terakreditasi dan belum operasional hal ini menjadi pekerjaan menjadi pekerjaan besar bagi BPLHD Provinsi Jawa Barat selaku pembina untuk mendorong setiap laboratorium menjadi laboratorium yang terakreditasi.

Tentang BPLHD Jabar

Pengertian Laboratorium Lingkungan PDF Print E-mail
Written by Rita Susrianti.Y
Monday, 14 February 2011 09:39
Pengertian Laboratorium Lingkungan
Laboratorium menjadi sangat penting dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan karena Laboratorium dengan menghasilkan data otentik yang akan menjadi dasar pembuatan kebijakan-kebijakan yang tepat menyangkut Pengelolaan lingkungan kedepannya

Laboratorium lingkungan adalah Laboratorium yang melakukan pengujian parameter Fisika, Kimia dan biologi yang sejalan dengan Undang-Undang yang berlaku dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan. Di dalam melaksankan kegiatan-kegiatan ini Laboratorium lingkungan akan menghasilkan limbah dalam bentuk zat cair, padat dan limbah gas. Limbah-limbah ini berasal dari sisa bahan kimia yang tidak dapat lagi digunakan .

Ciri limbah Laboratorium adalah toksisitas dan keberagaman dan sekalipun kualitas limbah laboratorium tersebut sedikit dan tidak secara terus menerus di buang dan butuh penangganan khusus.

Laboratorium yang mempunyai kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pengujian

Parameter kimia, fisika dan biologi dalam menunjang pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengertian :

- Kemampuan adalah menghasilkan data yang absah dan tak terbantahkan serta dapat dipertanggung jawabkan

baik secara ilmiah maupun hukum.

- Kewenangan adalah telah mendapatkan rekomendasi dari kementerian lingkungan hidup dan ditunjuk oleh Gubernur

sebagai laboratorium lingkungan .

Seiring berjalan kegiatan industri, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara, Laboratorium Lingkungan

telah menjalin kerjasama dengan perusahaan / industri sebagai berikut :

A. Industri Sawit

1.  PT. Sandabi Indah Lestari

2.  PT. Agricinal

3.  PT. Mitra Puding Mas

4.  PT. Kencana Katara Kuala

5.  PT. Alno Agro UtamaI

B. Industri Pertambangan Batu Bara

1. PT. Firman Ketahun

2. PT. Core Mineral Indonesia

3. PT. Indonesia Riau Sri Avantika

4. PT. Bara Adi Pratama

C. Industri Karet

1. PT. Air Muring

2. PT. Pamor Ganda

D. Rumah Sakit

1. Rumah Sakit Umum Daerah

2. Rumah Sakit Hana Charitas

Dari hasil data analisa yang dilakukan, analis mengolah data beracuan pada :

  1. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
  2. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Untuk Industri Sawit
  3. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Untuk Industri Karet
  4. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.113 tahun 2003 tentang baku mutu limbah kegiatan penambangan batu bara.
  5. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit.
E-mailPrintPDF
Gedung BPLHD JabarGedung BPLHD Jabar

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, Struktur Organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat adalah dapat dilihat pada Gambar Berikut. Sementara itu, komposisi Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional Organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2008 serta Keputusan Gubernur Nomor 821.27/Kep.490.T/Peg/2005 tentang Jabatan Fungsional,  maka komposisi jabatan struktural dan jabatan fungsional terlampir dalam SOTK yang baru.

Laboratorium Lingkungan

Laboratorium Lingkungan adalah salah satu laboratorium yang berada di lantai dasar gedung Pusat Laboratorium Terpadu. Laboratorium ini merupakan laboratorium untuk melakukan uji coba kualitas air, udara dan tanah. untuk menunjang persyaratan laboratorium lingkungan memiliki standar teknis yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional (SNI 19-17025-2000).

Fasilitas yang terdapat pada laboratorium lingkungan diantaranya:

1. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)
2. Gas Chromatography (GC)
3. Spectrophotometer UV/Vis
4. COD Thermoreactor
5. High Volume Air Sampler (HVAS) & Gas Sampler
6. Sound Level Meter
7. Stereo Microscope
8. Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) Apparatus

Jasa atau pelayanan yang dapat dilakukan oleh laboratorium lingkungan adalah:

  1. Pengambilan Sample Udara
  2. Analisis Kualitas Udara
  3. Pengambilan Sample Air Limbah
  4. Analisis Air Limbah
  5. Pengambilan Sample Tanah
  6. Analisis Sample Tanah
  7. Analisa unsur logam/oksida
  8. Penelitian dan Pengembangan
  9. Analisa Dampak Lingkungan

Target Penambahan Ruang Lingkup Layanan 2011

 12:26  laboratoriumlingkunganketapang
Laboratorium lingkungan ketapang pada tahun 2011 ini mempunyai target untuk menambah ruang lingkup sebanyak 10 layanan sehingga total menjadi 39 jenis pelayanan analisa untuk air limbah, air tanah dan air permukaan. layanan yang ditarget untuk tahun 2011 ini diantaranya minyak dan lemak, parameter logam yaitu Besi (Fe), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Almunium (Al), Boron (B), Selenium (Se), Kobalt (Co), Natrium (Na).
Saat ini laboratorium lingkungan ketapang memberikan pelayanan 29 parameter lingkungan yaitu : Temperatur, TDS, TSS, pH, DO, BOD, COD, Daya Hantar Listrik (DHL), Salinitas, Turbiditas (Kekeruhan), Total Organic Carbon (TOC), Total Carbon (TC), Inorganic Carbon (IC), Amoniak (NH3-N), Chlorine, Nitrit, Fenol dan parameter logam (Merkuri, Arsenik, Kadmium, Timbal, Nikel, Perak, Seng, Barium, Timah, Tembaga, Mangan, Krom VI).
.
Dengan pengadaan peralatan baru yang berasal dari Dana DAK LH dan sharing APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2011 untuk melengkapi sarana dan fasilitas laboratorium yang telah ada diharapkan target ini terealisasi
.
Selain itu, laboratorium lingkungan ketapang pada pertengahan maret ini juga kedatangan seorang analis laboratorium baru dari penerimaan CPNSD tahun 2010 kabupaten Ketapang yaitu saudari Devi Puspitasari alumnus MIPA Kimia dari universitas Tanjungpura Pontianak. Selamat datang dan selamat bekerja di Laboratorium Lingkungan Ketapang.
.
Alat Alat Lab Lingkungan :
  • SPEKTROFOTOMETER UV VIS

    Spektrofotometer UV VIs milik L2HK adalah UV-Vis merk Shimadzu Type UV 1800 yang diantaranya digunakan dalam analisia Chemical Oksigen Demand (COD)dan beberapa parameter lain.

    PETUGAS PENGAMBIL CONTOH (PPC)

    Salah satu kegiatan Petugas Pengambil Contoh dari L2Hk untuk mengecek parameter lapangan bagi Perusahaan di kabupaten ketapang

    SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

    Spektrofotometer Serapan milik L2HK adalah SSA merk Shimadzu AA-6800 type flame dilengkapi dengan HVG dan MVU untuk menganalisa logam-logam diantaranya merkury, Arsenik, Cadnium, Timbal dan lain-lain

    GAS CHROMATOGRAFY

    Gas Cromotografy (GC) milik L2HK adalah GC dengan FID merk Shimadzu Type 2014

    TOTAL ORGANIC CARBON ANALYZER

    TOC Analyzer L2HK dari Shimadzu type TOC-V CSN yang digunakan untuk analisa Total Organic Carbon, Inorganic carbon dan Total Carbon

    …………….

KAMIS, 28 JULI 2011

Kerja Praktek

 11:43  laboratoriumlingkunganketapang

Dari tanggal 27 Juni 2011 kemarin sampai dengan 29 Juli 2011 di Laboratorium Lingkungan ketapang kedatangan adik-adik SMK N 2 Ketapang untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Ada 4 siswi yang praktek di Laboratorium. dan juga kedatangan seorang mahasiswi untuk Kerja Praktek dari Jurusan Biologi Universitas Tanjungpura pontianak. Beberapa kegiatan yang kita berikan diantaranya persiapan media pengujian, menggunakan peralatan untuk pengujian, pengambilan contoh uji di sungai pawan, melakukan pengujian diantaranya phenol, ammoniak, TSS, Turbidity, Debit, DHL, pH, DO.
di akhir kegiatan mereka kita telah menyiapkan untuk tes akhir untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai laboratorium khususnya laboratorium lingkungan.

PENCEMARAN LINGKUNGAN

 14:38  laboratoriumlingkunganketapang
Pencemaran lingkungan hidup yaitu; masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan tercemar apabila kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Parameter-parameter yang dianalisa untuk melihat kualitas lingkungan, antara lain :
a. DO (Dissolved Oxygen)
Yang dimaksud dengan DO adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.
Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang.
b. BOD (Biochemical Oxygent Demand)
BOD adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis yang benar -benar terjadi dalam air. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan secara biologis. Dengan tes BOD  kita akan mengetahui kebutuhan oksigen biokima yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar B.O.D nya sedangkan D.O akan makin rendah. Air yang bersih adalah yang B.O.D nya kurang dari    3 mg/l atau 3 ppm, jika B.O.D nya di atas 12 ppm, air dikatakan tercemar.
c. COD (Chemical Oxygent Demand)
COD adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang ada dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2,Cr2,O7 digunakan sebagai sumber oksigen. Pengujian COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengujian BOD yaitu : Sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapat diuji dengan BOD karena bakteri akan mati dan waktu pengujian yang lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam
d. TSS (Total suspended Solid)
TSS adalah jumlah berat dalam mg/liter kering lumpur yang ada dalam limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron (Sugiharto, 1987). Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri, pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran dan juga berguna untuk penentuan efisiensi unit pengolahan air ..
e. pH
pH adalah drajat keasaman suatu zat. pH normal adalah 6-8. Tujuan metode pengujian ini untuk memperoleh drajat keasaman (pH) dalam air dan air limbah dengan  menggunakan alat pH meter
f. Total organik karbon (TOC) , Total Carbon (TC), Inorganic Carbon (IC)
TOC adalah jumlah karbon yang terikat dalam suatu senyawa organik dan sering digunakan sebagai indikator tidak spesifik dari kualitas air atau kebersihan peralatan pabrik. Total Carbon (TC) – semua karbon dalam sample, Total Inorganic Carbon (TIC) – sering disebut sebagai karbon anorganik (IC), karbonat, bikarbonat, dan terlarut karbon dioksida (CO 2); suatu material yang berasal dari sumber non-hidup. Dalam menganalisa TOC, TC, dan IC kita menggunakan TOC analyzer.
g. Parameter Logam
Spektroskopi penyerapan atom adalah teknik untuk menentukan konsentrasi elemen logam tertentu dalam sampel. Teknik ini dapat digunakan untuk menganalisa konsentrasi lebih dari 70 jenis logam yang berbeda dalam suatu larutan. logam-logam yang berbahaya diantaranya: Hg, Ar, Cd, Pb,
h. Parameter Fisika
Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam air limbah yaitu: padatan, kekeruhan, bau, temperatur, daya hantar listrik dan warna. Padatan terdiri dari bahan padat organik maupun anorganik yang larut, mengendap maupun suspensi. Akibat lain dari padatan ini menimbulkan tumbuhnya tanaman air tertentu dan dapat menjadi racun bagi makhluk lain.Pengukuran daya hantar listrik ini untuk melihat keseimbangan kimiawi dalam air dan pengaruhnya terhadap kehidupan biota.Warna timbul akibat suatu bahan terlarut atau tersuspensi dalam air, di samping adanya bahan pewarna tertentu yang kemungkinan mengandung logam berat. Bau disebabkan karena adanya campuran dari nitrogen, fospor, protein, sulfur, amoniak, hidrogen sulfida, carbon disulfida dan zat organik lain.Temperatur air limbah akan mempengaruhi kecepatan reaksi kimia serta tata kehidupan dalam air. Perubahan suhu memperlihatkan aktivitas kimiawi biologis pada benda padat dan gas dalam air.
i. Biologi;
      parameter biologi meliputi ada atau tidaknya pencemaran secara biologi berupa
      mikroorganisme, misalnya bakteri coli, virus, bentos, dan plankton  misalnyaEscherichia   coli, Entamoeba  coli, dan Salmonella thyposa

)

IN HOUSE TRAINING LABORATORIUM

 10:46  laboratoriumlingkunganketapang
Hari Selasa tanggal 22 Juni 2010 sampai kamis 24 Juni 2010, Laboratorium Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup kabupaten Ketapang mengadakan “In House Training Instrumentasi Alat-Alat Laboratorium Lingkungan” dengan mengundang 2 orang trainer dari Perusahaan Shimadzu.
Pelatihan ini untuk 4 buah alat yaitu Spektrofotometer UV-Vis, Spektrofotometer AAS, Gas Chromotografi dan Total Organic Analyzer. Trainer dari Shimadzu yaitu Bp. Farhan Afiandi dan Bp. Deddy Iskandar.

Gb 1. Pelatihan menggunakan UV-Vis

Gb 2. Pelatihan menggunakan GC

Gb 3. Preparasi Sampel

Gb 4. Pelatihan menggunakan UV-AAS
Pelatihan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM analis laboratorium untuk mencapai ruang lingkup Laboratorium Lingkungan yang telah di targetkan tahun ini.

LAPORAN PERJALANAN PENGUJIAN LABORATORIUM DI KECAMATAN SIMPANG HULU

 09:50  laboratoriumlingkunganketapang
Sungai Kualan merupakan sumber daya air yang memiliki manfaat yang sangat besar. Di Indonesia beberapa sungai besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasaran. Beberapa sungai di Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Secara resmi aktivitas pertambangan emas yang dikelola masyarakat tidak diijinkan oleh pemerintah, baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten. Salah satu masalah yang paling meresahkan bagi masyarakat di sekitar lokasi PETI adalah penggunaan bahan berbahaya beracun (B3) yaitu; merkuri (Hg). Penggunaan merkuri sebagai bahan untuk mengikat dan pemisah biji emas dengan pasir, lumpur dan air yang tidak dikelola dengan baik akan membawa dampak bagi penambang emas maupun masyarakat sekitar lokasi PETI, dimana merkuri yang sudah dipakai dari hasil pengelolaan biji emas biasanya dibuang begitu saja di badan sungai dan konsekuensinya badan Sungai Kualan menjadi tempat wadah penampungan. Sebagaimana yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Kelas I : Air untuk baku mutu air minum dan Kelas II : Air untuk prasarana/sarana rekreasi air, budidaya nikan). Dalam PP tersebut dicantumkan suatu ketentuan umum yang berhubungan dengan pencemaran air. Ketentuan umum tersebut antara lain memuat definisi pencemaran air, baku mutu air. Peraturan Kementerian (Permen) Republik Indonesia No. 202 tahun 2004 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan atau kegiatan pertambangan emas dan atau tembaga. Peraturan Pemerintah (PP) tersebut memuat juga perihal inventarisasi kualitas dan kuantitas air, penggolongan air, upaya pengendalian, perizinan, pengawasan dan pemantauan, Pembiayaan inventarisasi dan pengawasan pencemaran air, sangsi pelanggaran dan ketentuan peralihan.
Kegiatan pemantauan kualitas air Sungai Kualan dimaksudkan untuk mengetahui beban pencemaran pada badan air Sungai Kualan yang melalui beberapa desa yang terdiri dari Desa Loko, Kemundo, Kebodang dan Jembatan Balai.

PRAKTEK KERJA INDUSTRI SISWA SMKN 2 KETAPANG

 12:14  laboratoriumlingkunganketapang
Mulai dari tanggal 10 Januari 2011 sampai dengan 5 Maret 2011 di Laboratorium Lingkungan ketapang kedatangan adik-adik SMK N 2 Ketapang untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Ada 3 siswa yang praktek di Laboratorium.
Gb. 1 Siswa sedang dijelaskan mengenai peralatan dasar untuk pengukuran di laboratorium
Gb.2 Siswa sedang dijelaskan teknik pengambilan larutan asam di laboratorium
Ada beberapa penilaian yang dilakukan diantaranya penerapan prinsip kerja GLP, penerapan K3LH, pengenalan peralatan, pengenalan jenis bahan kimia/simbol/keamanan bahan kimia, pembuatan larutan kimia, pengambilan sampel air, pengawetan sampel air, pengukuran parameter lapangan serta pengukuran sampel air dengan spektrofotometer di laboratorium.
selamat datang dan selamat praktek di laboratorium lingkungan ketapang.

ALTERNATIF SOLUSI PENCEGAHAN PENCEMARAN PETI

 11:44  laboratoriumlingkunganketapang
Pencegahan pencemaran adalah tindakan mencegah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia agar kualitasnya tidak turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.* Pertama, Dalam bentuk remediasi, yaitu kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya, tanah tersebut disimpan di bak/tangki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya, zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.* Kedua, bioremediasi, yaitu proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur atau bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Bakteri itu adalah Pseudomonas fluorescens, Staphylococcus aureus, dan Bacillus sp. Hal ini dapat menginspirasi ahli biologi molekuler untuk memadukan fungsi gen beberapa bakteri hingga menghasilkan strain unggul untuk mengatasi pencemaran merkuri secara cepat dan efektif.* Ketiga, penggunaan alat (retort-amalgam) dalam pemijaran emas perlu dilakukan agar dapat mengurangi pencemaran Hg.* Keempat, perlu adanya kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan atau kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan. Sebelum dilaksanakannya, kegiatan penambangan sudah dapat diperkirakan dahulu dampaknya terhadap lingkungan. Kajian ini harus dilaksanakan, diawasi dan dipantau dengan baik dan terus-menerus implementasinya, bukan sekedar formalitas kebutuhan administrasi.* Kelima, Salah satu teknologi klasik yang mumpuni digunakan adalah menggunakan bioabsorber. Teknik ini salah satunya digunakan untuk konservasi sungai yang tercemar logam berat pasca revolusi industri di Inggris dan daratan Eropa. Teknik biosorpsi ini menggunakann tumbuhan air eceng gondok untuk menyerap logam berat yang larut pada air.* Keenam, penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya Hg dan B3 lainnya perlu dilakukan. Bagi tenaga kesehatan perlu ada pelatihan risiko kesehatan masyarakat akibat pencemaran B3 di wilayah penambangan.
* Ketujuh, fitoremediasi, yaitu proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan pohon api-api (Avicennia marina). Pohon Api-api memiliki kemampuan akumulasi logam berat yang tinggi

ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (AAS)

 10:08  laboratoriumlingkunganketapang
Dibuat oleh Harry Mahfuzan S.Si
Pendahuluan
Alat AAS yang dimiliki  Laboratorium Lingkungan Ketapang adalah merk Shimadzu  type  6800AA dengan aksesoris HVG-1 dan MVU-1. Adapun kendala-kendala yang dihadapi selama mengoperasikan alat AAS dimulai dari preparasi larutan standar, sampel, mengoperasikan(setting) alat, pembuatan kurva standard dan output dari pembacaan alat (hasil pengukuran). Berikut penjelasan berdasarkan pengalaman yang pernah dihadapi.
Masalah utama pada AAS adalah pada proses atomisasi yang menentukan sensitivitas dan stabilitas dari teknik tersebut
Preparasi dalam pembuatan larutan standar dan sampel
Pembuatan larutan standar untuk AAS dalam pengujian logam dapat dibuat dalam konsentrasi ppm atau ppb. Berdasarkan teori, semakin kecil konsentrasi yang dibuat semakin besar akurasinya. Pada AAS untuk pengujian logam seperti Pd, Cu , Cd dan beberapa logam lainnya dapat dianalisisi dengan metode nyala (flame), biasa  digunakan konsentrasi ppm, akan tetapi jika ditambah dengan bantuan alat graphite furnace maka konsentrasinya dapat dianalisis pada konsentrasi ppb. Untuk beberapa logam seperti As, Bi, Se, Te, Sb, Sn, digunakan alat HVG. Sedangkan khusus untuk Hg digunakan alat MVU-1.
Larutan kerja yang digunakan dalam pembuatan standar harus menggunakan air demine (air demineral) yaitu air yang tidak mengandung mineral atau logam yang dapat mengganggu larutan standar yang akan dibuat.
Pembuatan larutan standar dan sampel mengacu pada SNI. Didalam pembuatan konsentrasi ppb sangat diperlukan ketelitian yang tinggi disbanding konsentrasi ppm. Adapun dalam preparasi sampel harus diperhatikan pada saat pengambilan sampel, penyimpanan dan pengawetan karena sangat mempengaruhi sampel yang akan dianalisis. Adapun peralatan yang digunakan disarankan berbahan polietilen.
Kendala yang dihadapi adalah kesulitan membuat standar khususnya untuk konsentrasi ppb yang sesuai dengan konsentrasi yang diinginkan, misal standar yang dibuat  1 ppb; 5 ppb; dan 10 ppb, tapi pada saat standar dibaca sebagai sampel konsentrasi yang muncul tidak sama atau mendekati konsentrasi standar tersebut. Hal ini termasuk human error, Karena banyak faktor yang mempengaruhi.Settingan alat
Sebelum pengukuran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu mensetting alat secara optimal sehingga pengukuran yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Dimulai dari setting gas yang akan digunakan, tekanan gas, kecepatan alir gas, kecepatan alir sampel, posisi burner harus disetting sesuai dengan panduan alat.
Kendala yang dihadapi adalah settingan ini berbeda antar logam yang akan dianalisis sehingga perlu disetting ulang untuk logam-logam lainnya.Pembuatan Kurva Kerja(working curve)
Pada pembuatan kurva, kendala yang sering terjadi adalah bentuk kurva yang diperoleh jauh dari harapan dalam artian Kurva tidak linier, menurut SNI regresi/koefisien korelasi( r) lebih besar atau sama dengan 0,995 dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan batas deteksi.
Pada saat pengujian biasanya garis kurva yang muncul tidak tepat berada pada angka nol, akan tetapi berada diatas atau jauh dari angka nol sehingga intercept dari kurva sulit ditentukan dengan tepat.
Disamping itu, hasil pengukuran yang bernilai negative sehingga data yang diperoleh sulit untuk diolah, hal ini mungkin disebabkan oleh pengenceran yang kurang tepat dan kemungkinan besar tidak terdapat kandungan logam atau kandungannya relatif sangat kecil. Analisis dengan menggunakan spektrofotometer (AAS) serapan atom harus benar-benar kuantitatif sehingga diperoleh hasil yang maksimal. AAS merupakan instrumen yang sangat peka mengenai batas-batas konsentrasi yang dideteksi.Efek pengganggu
Gangguan utama dalam absorpsi atom adalah efek matriks yang mempengaruhi proses pengatoman. Baik jauhnya disosiasi menjadi atom-atom pada suatu temperatur tertentu maupun laju proses sangat bergantung pada komposisi dari sampel yang digunakan. Larutan standar yang sangat mirip dengan sampel tidak diketahui dalam hal komposisi umum, sehubungan dengan komponen-komponen yang berada dengan kuantitas besar. Dalam hal ini diharapkan varisai dalam komposisi keseluruhan dari satu ke lain sampel, umumnya diinginkan agar yang menganalisa dapat menciptakan sendiri matriksnya dengan sesuatu bahan secukupnya untuk menenggelamkan variasi sampel.
Beberapa jenis gangguan pada analisis AAS :
gangguan spectra
gangguan Fisika
gangguan Kimia
o    Bentuk uap
o    Bentuk padatNote:
Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis pada saat pengoperasian alat AAS. Mohon kritik dan saran sehingga dapat lebih baik. Terima kasih

Pelatihan Validasi Metode & Ketidakpastian Pengukuran

 09:25  laboratoriumlingkunganketapang
untuk menuju Laboratorium Lingkungan yang berkompetensi dan untuk mendapatkan persiapan Akredetasi dari pihak berwenang, segala yang menunjang perihal tersebut di atas terutama para analis diwajibkan memiliki sertifikat keahlian sesuai yang dibutuhkan untuk meningkatkan jaminan mutu pengujian laboratorium.Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025 yang mempersyaratkan bahwa laboratorium harus menerapkan jaminan mutu untuk monitoring validitas dari pengujian yang dilakukan. Laboratorium memerlukan sistem mutu untuk mengukur, memonitor, dan mengendalikan mutu dari operasi laboratorium. Untuk mendukung proses pengujian laboratorium, diperlukan personel yang terlatih dan juga memahami validasi dan verifikasi metode yang digunakan serta mengestimasi ketidakpastian pengujian yang dilaksanakan tanggal 18 – 20 Juli 2011 di Mbrio Training Body, Bogor.
Adapun materi yang diperoleh dari pelatihan yang diikuti sebagai berikut : Validasi dan Verifikasi Metode Kimia, Studi Kasus Validasi dan Verifikasi Metode Kimia, Validasi dan Verifikasi Metode Mikrobiologi, Studi Kasus Validasi dan Verifikasi Metode Mikrobiologi, Dasar-dasar Ketidakpastian Pengukuran, Statistika dalam Ketidakpastian Pengukuran, Studi Kasus Ketidakpastian Pengukuran
.

Pelatihan Petugas Laboratorium CWSHP Kab. Ketapang

 09:08  laboratoriumlingkunganketapang
Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang dari tanggal 15 sd 17 November 2011. Pelatihan Petugas laboratorium ini sesuai dengan rencana kerja Pemda Ketapang dalam bidang AMPL(Air Minun dan Penyehatan Lingkungan) khususnya dibidang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2015. Kegiatan ini diikuti oleh
10 orang peserta dari beberapa laboratoium yang ada di SKPD Kabupaten Ketapang yaitu perwakilan dari laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Ketapang, Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang, PDAM , Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dan Puskesmas Sungai Awan.
Adapun materi yang diberikan meliputi Sistem Jejaring Kerja dan Kemitraan Peningkatan Air Minum, Surveilans Kualitas Air, dan Teknik Sampling yang disampaikan oleh Narasumber yang berasal dari BBTKLPPM Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Disamping materi yang disampaikan, dalam pelatihan ini juga dilakukan praktek lapangan ke lokasi tepatnya di kecamatan Muara Pawan, Desa Suka Maju yang sasarannya sumur gali terbuka warga di RT 1 sampai RT 5.
.

Pelatihan Validasi Metode & Ketidakpastian Pengukuran

 09:25  laboratoriumlingkunganketapang
untuk menuju Laboratorium Lingkungan yang berkompetensi dan untuk mendapatkan persiapan Akredetasi dari pihak berwenang, segala yang menunjang perihal tersebut di atas terutama para analis diwajibkan memiliki sertifikat keahlian sesuai yang dibutuhkan untuk meningkatkan jaminan mutu pengujian laboratorium.Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025 yang mempersyaratkan bahwa laboratorium harus menerapkan jaminan mutu untuk monitoring validitas dari pengujian yang dilakukan. Laboratorium memerlukan sistem mutu untuk mengukur, memonitor, dan mengendalikan mutu dari operasi laboratorium. Untuk mendukung proses pengujian laboratorium, diperlukan personel yang terlatih dan juga memahami validasi dan verifikasi metode yang digunakan serta mengestimasi ketidakpastian pengujian yang dilaksanakan tanggal 18 – 20 Juli 2011 di Mbrio Training Body, Bogor.
Adapun materi yang diperoleh dari pelatihan yang diikuti sebagai berikut : Validasi dan Verifikasi Metode Kimia, Studi Kasus Validasi dan Verifikasi Metode Kimia, Validasi dan Verifikasi Metode Mikrobiologi, Studi Kasus Validasi dan Verifikasi Metode Mikrobiologi, Dasar-dasar Ketidakpastian Pengukuran, Statistika dalam Ketidakpastian Pengukuran, Studi Kasus Ketidakpastian Pengukuran
.

Sertifikasi Kalibrasi Alat laboratorium

 09:05  laboratoriumlingkunganketapang

Sesuai dengan ISO/IEC 17025 : 2008, sub bab 5.4 tentang Metode Pengujian, Metode Kalibrasi dan Metode Validasi. Dengan demikian Laboratoium Lingkungan Hidup Ketapang (L2HK) melakukan kalibrasi eksternal terhadap peralatan-peralatan yang ada di Laboratorium khususnya peralatan yang mendukung tahapan proses pengujian. Kalibrasi ini dilakukan terkait jaminan mutu terhadap hasil pengujian yang dapat ditelusur dan qualified.

Kalibrasi eksternal dilakukan oleh Unit Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Barang Prov. Kalimantan Barat Jl. Abdurrachman Saleh No. 31 Pontianak 78124. Kalibrasi ini dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari kalender, terhitung mulai tanggal 22 September 2011 sampai dengan 6 Oktober 2011.

LABORATORIUM LINGKUNGAN

labling

Pendahuluan

Berbagai studi yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, baik lingkungan air, udara maupun tanah dan apakah itu menyangkut pengendalian pencemara, pangolahan air limbah (IPAL), pengadaan air bersih, pengolahan limbah padat dan lain-lain harus ditunjang oleh pengukuran yang akurat untuk setiap parameter pencemar.

Pengukuran dilakukan menggunakan berbagai alat dan bahan kimia yang murni atau disebut proanalysis (p.a) karena pada umumnya parameter yang diukur kebanyakan bersifat kimiawi. Pengukuran atau analisis hanya dapat dilakukan di laboratorium lingkungan walaupun ada beberapa parameter yang dapat langsung diukur di lapangan, akan tetapi tetap harus menggunakan alat-alat dan zat kimia yang disediakan laboratorium.

Metode pengukuran untuk setiap parameter seperti untuk air limbah, misalnya: COD, BOD, TSS, TDS, logam berat dan lain-lain dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan dibakukan.

Ketelitian  sangat diperlukan dalam setiap analisis yang dilakukan, agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Ketidak akuratan hasil dapat menumbulkan kesimpulan yang salah dan tentu saja tidak diinginkan.

Mahasiswa Teknik Lingkungan yang dalam kurikulumnya mendapat teori-teori tentang pencemaran lingkungan seyogyanya juga perlu diberikan ketrampilan untuk melakukan pengukuran atau mendeteksi pencemaran melalui berbagai pengukuran dan analisis parameter pencemar yang dilakukan dilaboratorium. Dalam hal ini, di Jurusan Teknik Lingkungan tersedia Laboratorium Lingkungan I dan II yang berfungsi sebagai berikut:

  1. Memberi bimbingan dan pelatihan atau praktikum kepada mahasiswa semester IV untuk dapat melakukan analisis terhadap sampel air, udara, maupun limbah padat.
  2. Menyediakan sarana bagi mahasiswa tingkat akhir dalam melekukan penelitian untuk tugas akhir (TA)
  3. Memberi jasa pelayanan kepada masyarakat yang ingin menganalisis air sumurnya, air limbah industrinya ataupun untuk mengetahui efektivitas IPAL yang sudah ada.
  4. Laboratorium Lingkungan juga dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian, baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama melakukan penelitian yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan.

            Adapun peralatan yang tersedia di Laboratorium Lingkungan antara lain adalah:

  • Untuk analisis air
    1. Alat-alat gelas
    2. Timbangan analitik
    3. COD reactor
    4. Inkubator BOD
    5. Spektrofotometer
    6. Turbiditimeter
    7. pH meter
    8. Oven – Tanur
    9. Unit Jartest
    10. Dan sebagainya
  • Untuk analisis Udara
    1. HVS (High Vulume Sampler)
    2. LVS (Low Volume Sampler)
    3. RAC Sampler
    4. Alat-alat klimatologi
    5. Vaccum pump – impinger – flowmeter
    6. Sound Level meter
    7. Gas Chromatografi

Setelah mengikuti praktikum di laboratorium lingkungan mahasiswa diharapkan menjadi terampil untuk melakukan analisis dengan peralatan-peralatan tersebut di atas. Dengan demikian mahasiswa mampu melakukan penelitian untuk tugas akhir, misalnya penelitian tentang pengolahan air limbah industri atau domestic, pengolahan sampah (Limbah padat) penelitian alternatif penanggulangan pencemaran udara oleh industri atau kendaraan bermotor dan lain sebagainya.

SISTEM PENILAIAN PRAKTIKUM

Nilai Praktikum Terdiri dari Beberapa Faktor

  1. Persiapan, meliputi kedisiplinan dan pembuatan jurnal;
  2. Kuis, dilaksanakan sebelum praktikum;
  3. Praktikum, meliputi keterampilan, ketelitin, kecekatan, kerapian, kebersihan dan kedisiplinan kerja;
  4. Laporan, yaitu nilai tugas dan hasil pengamatan atau laporan, meliputi teknik penyajian, perhitungan, pembahasan dan kesimpulan;
  5. Ujian Tengah Semester (tertulis)
  6. Ujian Akhir Semester (tertulis)

Untuk masing-masing faktor tersebut diberi bobot nilai seperti tertera pada tabel berikut :

Tabel 1. Bobot nilai praktikum

No.

FAKTOR YANG DINILAI

BOBOT NILAI

1.2.3.4.5.6. PersiapanKuisPraktikumLaporanUTS (tertulis)UAS (tertulis)

5 %

7,5 %

25 %

12,5 %

20 %

30 %

Jumlah

100 %

Syarat Kelulusan

Praktikan dinyatakan lulus/selesai praktikum Laboratorium Lingkungan, apabila nilai akhir seperti tercantum pada tabel tersebut di atas minimum adalah C.

Bagi yang tidak memenuhi syarat seperti pada tabel diharuskan mengulang sesuai dengan kekurangan yang ada.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Praktikum

  1. Sebelum memulai setiap praktikum, mahasiswa harus mempelajari setiap prosedur praktikum (mempelajari dari buku petunjuk praktikum ) yang akan diuji dalam kuis singkat selama 15 menit.
  2. Sebelum praktikum mahasiswa diberikan pengarahan prosedur analisis untuk setiap parameter yang akan diukur.
  3. Mahasiswa melakukan pengukuran dan analisis di bawah pengawasan asisten.
  4. Mencatat setiap hasil pengamatan yang diperoleh dalam praktikum
  5. Menghitung hasil percobaan praktikum dari hasil pengamatan.
  6. Membuat laporan yang akan dikumpulkan pada praktikum berikutnya.

Tugas Akhir

  1. mengajukan permohonan kepada Kepala Laboratorium dengan mengetahui Ketua Jurusan dan Pembimbing Tugas Akhir.
  2. Setelah disetujui oleh Kepala Laboratorium atas dasar ketersadiaan ruang dan peralatan, mahasiswa dapat mulai melakukan Tugas Akhir di laboratorium.
  3. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Petugas laboratorium.
  4. Bila mahasiswa memerlukan laboratoriumdi luar jam kerja/waktu libur, maka harus mengajukan permohonan kepada Bagian Umum Fakultas untuk memmperoleh persetujuan dari Dekan.
  5. Setelah penelitian selesai mahasiswa harus mengembalikan atau mengganti alat yang rusak kepada Petugas, membersihkan peralatan dan tempat penelitian yang ada di laboratorium.

MATERI PRAKTIKUM

Materi Praktikum Laboratorium Lingkungan I

Pengambilan sampel air, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), Warna, Kekeruhan, Daya Hantar Listrik (DHL), Asiditas, Alkalinitas, Kesadahan, Sulfat, Fosfat, Amonium, Nitrat, Nitrit, BOD, COD, DO, Organik KMnO4, Minyak dan Lemak, Detergen, Adsorbsi karbon aktif, dan Jartest.

Materi Praktikum Laboratorium Lingkungan II

Pengukuran Meteorology, Partikulat, Sulfur dioksida, Oksida Nitrogen, Oksidan, Amonia, Hidrogen Sulfida, Sumber Tidak Bergerak, Sumber bergerak, Model Komputer Penyebaran Pencemaran Udara, Kebisingan Lalu Lintas, Bebisingan Bandara, dan analisis beberapa parameter Limbah Padat. (Kadar Air, Kadar Abu, pH, dan Nitrogen Total)

PERANAN LABORATORIUM LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Oleh: Drs. P. Nasoetion, M.Si.

Staf Pengajar Fakultas Teknik Lingkungan

Universitas Malahayati Bandarlampung

Salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi efektif dan efisien tidaknya pengelolaan lingkungan hidup di suatu negara atau daerah adalah tersedia tidaknya laboratorium yang dalam hal ini adalah laboratorium lingkungan yang mampu menghasilkan data yang valid dan reliable, tidak terbantahkan, serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maupun secara hukum.  Oleh karena itu, peranan dan fungsi laboratorium lingkungan adalah sangat vital dalam mendukung tugas-tugas pemerintah terutama yang berwenang dalam pengelolaan lingkungan hidup seperti Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di pusat maupun lembaga-lembaga lingkungan hidup di daerah seperti  Bapedalda ataupun Badan Pengelolalaan Lingkungan Hidup (BPLH), terutama dalam menyediakan data kualitas lingkungan yang akurat dan valid baik untuk dipergunakan untuk mengetahui atau memonitor  ada tidaknya pencemaran lingkungan di suatu wilayah (mis: sungai) maupun sebagai alat bukti dalam penegakan hukum lingkungan. Pentingnya laboratorium lingkungan tersebut sering diibaratkan sebagai jantung pada manusia. Artinya sistem pengelolaan lingkungan tidak akan berjalan efektif dan efisien tanpa didukung oleh laboratorium.

Disamping itu, data kualitas lingkungan juga dapat dipergunakan sebagai dasar perencanaan, evaluasi, maupun pengawasan yang sangat berguna bagi para pengambil keputusan, perencana, penyusun program, baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menentukan kebijakan lingkungan hidup. Hal itu sesuai dengan filosofi yang menyatakan bahwa: “No Measurement – No Data; No Data – No Information; No Information – No Management; No Management – No Policy”. Meningkatnya kasus-kasus pencemaran lingkungan dan sering kandasnya kasus-kasus lingkungan melalui proses pengadilan di Indonesia (mis: pencemaran sungai, kebakaran hutan) seringkali disebabkan oleh kurangnya data-data dan informasi serta tidak validnya data yang dikumpulkan dari lapangan maupun yang dihasilkan dari analisis laboratorium, sehingga data sebagai alat bukti pencemaran sangat lemah, yang selanjutnya mengakibatkan dakwaan maupun pembuktian sangat lemah, dimana selanjutnya sangat mempengaruhi dalam penegakan hukum lingkungan. Kelemahan ini seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab untuk tidak melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik.  Memang harus diakui bahwa laboratorium pengujian lingkungan yang ada di Indonesia saat ini baru dimiliki oleh daerah-daerah tertentu pada level provinsi, sedangkan pada tingkat kabupaten, hanya kabupaten-kabupaten  tertentu yang memilikinya, itupun hanya laboratorium sederhana yang sangat minim peralatannya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan anggaran pemerintah pusat atau Pemda yang sangat terbatas untuk dapat menyediakan laboratorium yang notabene harganya sangat mahal.

Dengan kondisi yang demikian kita tidak bisa berharap bahwa pengelolaan lingkungan hidup di daerah tersebut akan berjalan dengan baik. Sebagai contoh di Provinsi Lampung institusi/lembaga yang telah memiliki laboratorium pengujian yang sudah cukup lama antara lain adalah Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL)/Poltekes, Laboratorium Daerah (Dinas Kesehatan). Hal itupun biasanya terbatas pada pengujian parameter-parameter kualitas lingkungan  tertentu dari kualitas air, kualitas udara, bising, debu, dll.  Belakangan laboratorium yang representative dan memadai barulah dimiliki oleh Bapedalda Provinsi maupun Kota Bandarlampung.  Oleh karena itu, kita sangat appresiatif  dengan apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam upaya peningkatan kapasitas laboratorium lingkungan di daerah dengan adanya pengalokasian dana alokasi khusus bidang lingkungan hidup (DAK-LH), dimana pada tahun 2006 difokuskan kepada pengadaan peralatan laboratorium sederhana untuk pemantauan kualitas air serta pembangunan laboratorium lingkungan di beberapa daerah termasuk di Sumatera.

Sesuai dengan judul tulisan di atas, maka tulisan ini mencoba menguraikan tentang bagaimana peranan laboratorium lingkungan dalam pengelolaan lingkungan.

Data kualitas lingkungan yang dihasilkan dari laboratorium antara lain dapat dijadikan sebagai indikasi adanya pencemaran lingkungan sekaligus sebagai alat bukti dalam penegakan hukum lingkungan maupun dalam membuat perencanaan dan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu, untuk mendapatkan validitas data pengujian parameter kualitas lingkungan yang dapat dipercaya sesuai dengan tujuan yang diharapkan, bukan hanya dibutuhkan laboratorium yang memenuhi syarat dan refresentative, akan tetapi juga yang lebih penting adalah diperlukan manajemen laboratorium yang baik, peralatan laboratorium yang lengkap, personel yang kompeten, biaya dll.

Dalam pembuktian kasus`pencemaran lingkungan sungai misalnya, bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, ada beberapa tahapan ataupun prosedur yang perlu diperhatikan terutama dalam pengambilan sampel air sungai. Dengan kata lain diperlukan perencanaan pengambilan sampel yang baik yang bertujuan antara lain:

  1. Memastikan kembali tujuan pengambilan sampel lingkungan
  2. Memutuskan cara-cara mencapai tujuan
  3. Mengetahui apa yang harus dilakukan saat pengambilan sampel dengan mempertimbangkan sumberdaya dan segala urusan administrasi, misalnya ijin untuk memasuki suatu pabrik
  4. Menyiapkan sumberdaya yang diperlukan
  5. Menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pengambilan sampel dan tahapan selanjutnya  yaitu penanganan sampel di lapangan, transportasi, preparasi, dan analisis di laboratorium (Hadi, 2005).

Secara umum tujuan pengambilan sampel lingkungan ada 4 yaitu:

1.   Mengumpulkan data rona awal lingkungan (exploratory)

Pengambilan sampel lingkungan dengan tujuan pengumpulan data rona awal lingkungan pada hakikatnya adalah mengetahui informasi awal kualitas lingkungan pada daerah dan waktu tertentu. Data yang diperoleh dapat membantu menggambarkan kualitas lingkungan pada situasi tertentu. Data tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan pembanding atau evaluasi kualitas lingkungan sehubungan dengan adanya perubahan sebagai dampak kegiatan di sekitar daerah tersebut. Misalnya untuk membantu menyajikan informasi awal tentang keberadaan bahan pencemar atau polutan beserta nilai konsentrasinya.

2.   Memantau lingkungan (monitoring)

Pemantauan lingkungan adalah pengulangan uji parameter lingkungan di lokasi dan titik pengambilan sampel yang telah ditetapkan pada periode tertentu.  Hal itu berarti ketika sampel lingkungan yang diambil dapat mewakili kondisi sesungguhnya untuk parameter yang sama dalam periode tertentu, data pemantauan akan dapat dibandingkan.

3.   Menegakkan hukum lingkungan

Dalam mengawasi penerapan peraturan perundangan lingkungan hidup atau membuktikan indikasi pencemaran lingkungan diperlukan pengambilan sampel dimana penentuan lokasi dan titik pengambilannya didasarkan pada situasi yang ada, sedangkan parameter ujinya disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi.

4.   Melakukan penelitian lingkungan

Pengambilan sampel untuk penelitian lingkungan sangat tergantung pada ruang lingkup penelitian.

Selanjutnya pemantauan lingkungan (monitoring) mempunyai tujuan antara lain:

  1. Menentukan status kualitas lingkungan
  2. Mengelola sumberdaya alam
  3. Menentukan kebijakan pengeloaan lingkungan
  4. Menghadapi masalah lingkungan global

Dalam kaitannya dengan penegakan hukum lingkungan  atau pembuktian kasus pencemaran lingkungan (mis: sungai) di samping diperlukan data dan informasi tentang rona awal atau base line study, juga perlu diperhatikan teknik dan prosedur pengambilan sampel yang benar secara ilmiah, titik lokasi pengambilan sampel, personel yang memiliki latarbelakang pendidikan yang sesuai, pengetahuan yang memadai tentang undang-undang lingkungan dan standar terkait.  Petugas pengambil sampel juga hendaknya dilakukan oleh yang berkompeten, misalnya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ditunjuk oleh kepolisian atau instansi terkait.

Di samping itu yang lebih penting diperhatikan adalah bagaimana pengendalian mutu lapangan (field quality control) dari sampel yang dilakukan oleh petugas sehingga data yang dihasilkan dari lapangan dapat dipercaya dan valid. Mutu data lapangan sangat tergantung dari beberapa hal, antara lain:

  1. Pengambilan sampel yang representative
  2. Penggunaan peralatan yang tepat
  3. Penanganan dan pengawetan yang sesuai
  4. Prosedur identifikasi dan rangkaian pengamanan sampel yang memadai
  5. Pengendalian mutu lapangan

Selanjutnya, agar data yang dihasilkan dari lapangan  dapat dipercaya dan valid sehingga dapat dijadikan sebagai dasar atau bukti dalam penegakan hukum lingkungan ataupun dalam membuat perencanaan maupun kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup baik di pusat maupun di daerah sangat tergantung pada bagaimana penanganan sampel di lapangan, transportasi sampel dari lapangan ke laboratorium, preparasi sampel di laboratorium, dan analisis di laboratorium lingkungan dilakukan.

Bila pengambilan sample di lapangan tidak memenuhi kesesuaian terhadap kaidah-kaidah yang berlaku, maka langkah selanjutnya seperti pengawetan, transportasi, penyimpanan, preparasi maupun pengujian di laboratorium akan sia-sia serta membuang waktu dan biaya. Filosofi penjaminan mutu mempunyai makna bahwa setiap tahapan kegiatan tidak asal betul saja, melainkan harus betul sejak awal diterapkan pada setiap proses mulai dari perencanaan pengambilan sample, pengujian sampel di laboratorium sampai penyusunan laporan pengujian termasuk interpretasi data hasil pengujian. Disinilah pentingnya peranan SDM/personal yang memiliki kompetensi/keahlian di bidang penelitian, manajemen maupun teknisi laboratorium lingkungan.

Pada akhirnya, agar pengelolaan lingkungan berjalan dengan efektif di daerah serta untuk dapat mengendalikan kerusakan lingkungan yang lebih parah, memang sudah selayaknya pemerintah mengalokasikan dana untuk membangun laboratorium lingkungan di setiap daerah tingkat II/kabupaten dilengkapi dengan SDM yang kompeten, sebab bagaimanapun canggihnya suatu laboratorium dengan segala peralatannya bila tidak ditunjang oleh SDM yang kompeten dan memadai serta dana/anggaran  pengelolaan yang memadai akan sia-sia belaka.

Laboratorium Lingkungan Kota Bitung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Informasi
Subjek artikel ini tidak memenuhi kriteria kelayakan umum maupun kebijakan kelayakan Wikipedia lainnya: TokohOrganisasi, atauWeb. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini agar memenuhi unsur kelayakan. Cara yang paling tepat adalah mencari dan mencantumkan referensi dari sumber-sumber dari pihak ketiga. Apabila dalam dua minggu artikel ini belum memenuhi kelayakan, Anda dapatmengalihkanmenggabungkan, atau memberikan {{hapus:kelayakan}}, sesuai dengan Wikipedia:Kebijakan penghapusan.
Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung
Lambang Kota Bitung
Lambang Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung
Lokasi Sulawesi Utara Kota Bitung.svg
Peta lokasi Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung
Koordinat: 1o23’23”-1o35’39″LU dan 125o1’43”-125o18’13″BT
Provinsi Sulawesi Utara
Pemerintahan
 – {{{kepala daerah}}} Hanny Sondakh
Luas {{{luas}}}
Populasi
 – Total {{{penduduk}}}
 – Kepadatan {{{kepadatan}}}
Demografi
 – Zona waktu WITA
Pembagian administratif
 – Situs web http://www.bitung.go.id

Templat:Infobox Labling Kota Bitung

Laboratorium Lingkungan Kota Bitung merupakan salah satu bagian dari instansi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung yang bernaung dibawah Pemerintahan Kota Bitung dan belum terakreditasi sesuai sistem manajemen mutu laboratorium SNI 19-17025:2000 (ISO/IEC 17025)

Laboratorium Lingkungan ini sebagai Unit Pelaksana Teknis BLH Kota Bitung yang belum di sahkan dengan Keputusan Gubernur Sulawesi Utara nomor xx tahun xxxx tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Laboratorium Lingkungan Provinsi Sulawesi Utara dan SK Walikota Bitung No. xxx tahun xxxx tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung yang dipimpin oleh seorang Kepala Laboratorium dan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala BLH Kota Bitung

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting]I. Tugas pokok dan fungsi

[sunting]1.1. Tugas Pokok

Membantu Kepala BLH Kota Bitung dalam pengujian dan analisis laboratorium serta pengembangannya dalam rangka penyajian data dan informasi bidang lingkungan hidup.

[sunting]1.2. Fungsi

a. Pengujian dan analisis secara laboratorium untuk seluruh komponen lingkungan b. Pengembangan Teknis dan metode analisis laboratorium lingkungan sesuai dengan sistem mutu laboratorium dan standar yang berlaku.

[sunting]IV. SASARAN PELAYANAN

[sunting]4.1 Kelompok Internal

4.1.1 Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan 4.1.2 Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan 4.1.3 Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan

[sunting]4.2 Kelompok Eksternal

4.2.1 Industri 4.2.2 Pengelola Gedung Perkantoran 4.2.3 Pengelola Apartemen 4.2.4 Rumah Sakit dan Laboratorium Klinis 4.2.5 Hotel dan Restoran 4.2.6 Masyarakat 4.2.7 Instansi Terkait

[sunting]V. SARANA PELAYANAN

[sunting]5.1 Laboratorium Lingkungan BLH Kota Bitung

5.1.1 Seksi Laboratorium Kimia/Fisik 5.1.2 Seksi Laboratorium Mikrobiologi (rencana) 5.1.3 Seksi Laboratorium Udara dan Bising (rencana) 5.1.4 Seksi Fasilitas dan Evaluasi 5.1.5 Seksi Bagian Tata Usaha

[sunting]5.2 Pelayanan yang dapat diberikan

5.2.1 Pengambilan Contoh:

a. Pengambilan contoh air sungai, air limbah, air danau, air tanah,dan air laut
b. Pengambilan contoh lumpur, tanah sedimen (rencana)
c. Pengambilan contoh benthos (rencana)
d. Pengambilan contoh plankton (rencana)
e. Pengambilan contoh udara (wet and dry method)(rencana)
f. Pengukuran tingkat kebisingan
g. Pengukuran tingkat getaran (rencana)

[sunting]VI. TATA CARA PENGIRIMAN DAN PENANGANAN CONTOH

[sunting]6.1 Wadah Contoh

Wadah contoh yang dipergunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 6.1.1 Terbuat dari gelas atau plastik polietilen yang bersih dan tidak berwarna 6.1.2 Dapat ditutup dengan kuat dan rapat 6.1.3 Mudah dicuci 6.1.4 Tidak mudah pecah 6.1.5 Tidak menyerap atau melarutkan zat-zat kimia dari contoh 6.1.6 Tidak menimbulkan reaksi antara bahan wadah dan contoh 6.1.7 Wadah contoh untuk pemeriksaan mikrobiologi harus disterilkan pada suhu 121 derajat celcius, 1.5 atm selama 15 menit 6.1.8 Wadah contoh untuk pemeriksaan toksikologi harus dalam botol gelas yang berwarna gelap 6.1.9 Wadah contoh untuk pemeriksaan parameter fenol harus terbuat dari gelas +- 250ml

[sunting]6.2 Volume Contoh

Volume contoh yang diperlukan sebagai berikut: 6.2.1 Untuk pemeriksaan sifat fisik/ kimia, volume yang diperlukan +- 2 liter 6.2.2 Untuk pemeriksaan bakteriologi, volume yang diperlukan +- 250 ml 6.2.3 Untuk pemeriksaan toksikologi, volume yang diperlukan +- 6 L/pergolongan

[sunting]6.3 Penanganan Contoh

Contoh yang telah dimasukan ke dalam wadah diberi label dan dicantumkan keterangan sebgagai berikut: 6.3.1 Lokasi pengambilan 6.3.2 Tanggal Pengambilan 6.3.3 Cuaca 6.3.4 Contoh harus segera dikirim ke laboratorium. Khusus untuk parameter bakteri selama perjalanan ke laboratorium temperaturnya dijaga pada suhu antara 4 derajat celcius +- 2 derajat celcius.

[sunting]6.4 Waktu Penerimaan Sampel

Penerimaan contoh di UPT Laboratorium lingkungan BLH Kota Bitung setiap hari kerja (Senin s/d Jumat) mulai pk. 09.00-15.00 WITA khusus untuk contoh parameter bekteriologi sebaiknya dikirim pada hari senin atau selasa pagi.

[sunting]6.5 Mekanisme Penerimaan Contoh

Contoh yang dibawa ke laboratorium harus disertai dengan Surat Permohonan Pengujian. Peminta jasa akan menerima tanda terima contoh berwarna putih dan tanda lunas retribusi setelah melakukan pembayaran retribusi. Laporan Hasil Analisis dapat diambil setelah 15 hari kerja terhitung mulai masuknya contoh ke UPT Laboratorium lingkungan BLH Kota Bitung.

Kamis, 28 Oktober 2010 – 14:13:02 WIB
LPPT-UGM sebagai Laboratorium Lingkungan Rujukan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Rilis – Dibaca: 388 kali

Status sebagai laboratorium lingkungan pernah dimiliki oleh Laboratorium Analisis Kimia dan Fisika Pusat (LAKFIP)-UGM memlalui SK Gubernur DIY 1994, namun dengan bertambahnya  persyaratan kinerja laboratorium dan berubahnya LAKFIP menjadi LPPT-UGM, maka status tersebut menjadi tidak berlaku lagi. Untuk itu pada tahun 2008, selain penambahan ruang lingkup akreditasi ISO-17025:2005, LPPT-UGM mengajukan status sebagai Laboratorium Lingkungan dengan asesmen dari Pusarpedal Kementrian Lingkungan Hidup pada tanggal 17-18 Juni 2008.
Berdasarkan Surat dari Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal)-Kementrian Negara Lingkungan Hidup No. B-408/PS.VII/LH/12/2008, tanggal 17 Desember 2008, LPPT-UGM dinyatakan layak sebagai Laboratorium Lingkungan yang menerapkan persyaratan ISO-17025:2005 dan persyaratan laboratorium lingkungan sesuai keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan No. 113 ThKAJIAN POTENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARATSTUDY ON THE POTENTIAL ENVIRONMENTAL LABORATORY PROVINCIAL GOVERNMENT\’S WEST JAVACreated by :
TONDA, RUDY MOLANDI ( 3108207015 )

Subject: monopoli pemerintah
Alt. Subject : Government property
Keyword: Laboratorium lingkungan
Jawa Barat
Evaluasi
Potensi penggabungan

[ Description ]

Pemantauan aktifitas pembuangan limbah industri dilakukan oleh institusi lingkungan hidup melalui laboratorium. Pemerintah Provinsi Jawa Barat Jawa Barat memiliki 4 laboratorium lingkungan yang memiliki permasalahan secara teknis, keuangan dan kelembagaan dalam pengoperasiannya. Terkait dengan hal tersebut tersebut tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis laboratorium dan permasalahan yang dihadapi, melakukan analisis kesesuaian pengoperasian laboratorium dengan SNI 19-17025:2008, melakukan kajian potensi yang dimiliki, dan kajian kemungkinan penggabungan laboratorium. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi yang berupa pengamatan, wawancara dan kuisoner terhadap semua pemangku kepentingan laboratorium lingkungan. Evaluasi potensi untuk pengoperasian laboratorium secara maksimal dilakukan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities and Threat). Hasil penelitian menunjukkan 3 laboratorium yaitu laboratorium Kebumian, BPMKL dan Kesda BLK telah sesuai pengoperasiannya berdasarkan SNI 19-17025:2008. Hasil evaluasi potensi diketahui bahwa dengan 27 personil analis, peralatan dengan kemampuan uji untuk 34 parameter dan bentuk organisasi fungsional, laboratorium lingkungan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru meraih < 5% dari potensi pendapatan dengan capaian target PAD 70 � 80 %. Beberapa yang perlu dilakukan untuk pengoperasian secara maksimal adalah pembenahan pendingin ruangan, pemaksimalan penggunaan peralatan, metode pengujian dan layanan informasi kepada pelanggan. Hasil penelitian mengenai kesesuaian antara keinginan pelanggan dan penggabungan laboratorium terhadap pelanggan laboratorium lingkungan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan responden sebanyak 313 personil, diketahui bahwa banyaknya parameter uji yang terakreditasi dan tarif yang murah menjadi pertimbangan pengguna. Dari penelitian para pengambil keputusan dengan jumlah responden sebanyak 6 personil ahli diketahui bahwa bertambahnya parameter uji yang terakreditasi, pemaksimalan potensi, peningkatan efisiensi dan efektifitas menjadi pertimbangan dalam wacana penggabungan laboratorium lingkungan. Penggabungan secara manajemen dibawah kendali Dinas atau Badan yang ditunjuk dengan memanfaatkan SDM, gedung dan fasilitas kondisi eksisting serta dengan pemanfaatan anggaran sektoral menjadi alternatif yang dipilih.

Alt. Description

Monitoring of industrial waste disposal activities conducted by enviroment institutions through a laboratory environment. Government of West Java Province has four laboratory environment that has a problem in technical, financial and institutional in its operation. In this regard, the aim of this study is to identify the laboratory and the problems, conducting laboratory analysis of suitability with SNI 19-17025:2008 operation, to review potential, and study the possibility of merging the laboratory. Then do the analysis for determining the operation of environmental laboratories in the West Java province\’s maximum conditions for effectiveness and efficiency. The method used in this study is the observations, interviews and questionnaires to all stakeholders of environmental laboratories. Evaluate the potential to know what is required for the operation of the maximum laboratory. Potential evaluation done by SWOT (Strenght Weakness Opportunities and Threat) analysis. The results showed three laboratories namely laboratories Kebumian, BPMKL and BLK Kesda compliance based on SNI 19-17025:2008 operation. Some necessary to maximize the operation is the addition of cooling the room, maximizing use of equipment, and methods of testing. Results of research on the adjustment of the customer\’s desire for a merger note that the number of parameters is accredited and low cost into consideration the user. The distance between the location of the laboratory by customer residency is not a mind for customers. Customer agrees the discourse of the merger and will not be a problem if the location is fixed in Bandung. From the study of decision makers increases the accredited test parameters, maximizing potential, increase efficiency and effectiveness into consideration in the merger discourse laboratory management and the physical environment but did not agree if only for the cost of testing is cheap. Merging the physical and management under the control of Department or Agency designated by using existing buildings and land with a spacious work area and adequate utilities to the selected alternative.

Contributor :
  1. Prof. Ir. JONI HERMANA, M.Sc.ES., Ph.D.
  2. I. D. A. A. WARMADEWANTHI, ST., MT., Ph.D.
Date Create : 16/08/2010
Type : Text
Format : pdf
Language : Indonesian
Identifier : ITS-Master-3100011041785
Collection ID : 3100011041785
Call Number : RTS 352.5 Ton k

Source : 
Master Theses Civil Engineering, RTS 352.5 Ton k, 2011

Coverage : 
ITS Community

Rights : 

28 / 12 / 2011
EMBRIO UPT LAB. LINGKUNGAN BLH KOTA MALANG MULAI MUNCUL
Laboratorium di Badan Lingkungan Hidup (BLH) memiliki tugas pokok dalam pelayanan di bidang analisis lingkungan hidup.Sementara itu fungsi UPT Laboratorium Lingkungan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
fungsi internal dan eksternal.Fungsi internal meliputi :
a. Penyusunan program UPT Laboratorium lingkungan
b. Pelaksanaan kegiatan pengambilan sampel sekaligus melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas air, udara dan tanah
c. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan metode pengujian laboratorium lingkungan
d. Pelaksanaan panduan mutu laboratorium sesuai dengan standar manajemen mutu yang berlaku
e. Pelaksanaan administrasi umum meliputi penyusunan program, tata usaha, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, kehumasan dan rumah tangga UPT Laboratorium Lingkungan.

Fungsi eksternal, meliputi :

a. Pelaksanaan kerjasama dengan laboratorium lingkungan lainnya
b. Penyiapan bahan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pembangunan dan pengembangan laboratorium lingkungan.
c. Penyediaan bahan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait dengan penerapan parameter kualitas lingkungan
d. Penyiapan bahan pertimbangan teknis yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan oleh instansi yang berwenang mengenai penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, lembaga pemerintah dan/atau pelaku usaha.
e. Pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) dan standard pelayanan publik (SPP)
f. Pelayanan penerimaan pengaduan masyarakat

Namun sejak berdiri hingga saat ini, UPT Laboratorium Lingkungan belum beroperasi. Meskipun sudah terdapat beberapa peralatan laboratorium, karena jumlahnya yang kurangllengkap maka laboratorium belum dapat melaksanakan fungsi untuk melakukan uji kualitas air, udara dan tanah. Sehingga agar dapat beroperasi maka diharapkan UPT Laboratorium Lingkungan memperoleh DAK Bidang Lingkungan guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana laboratorium yang diperlukan.

II. PERMASALAHAN

Permasalahan yang dihadapi UPT Laboratorium Lingkungan saat ini, sbb :
 Langkah awal apa yang harus dilakukan UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang agar dapat segera beroperasi terkait kelengkapan sarana dan prasarana serta SDM yang telah dimiliki saat ini?
 Hal apa saja yang dibutuhkan UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang untuk melakukan uji kualitas air bersih dengan menggunakan 5 parameter yaitu BOD, COD, Suhu, TSS dan PH (parameter kunci)

III. TUJUAN

Tujuan yang diharapkan dari uraian ini adalah sbb :
 Mendapatkan rekomendasi saran yang membantu UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang agar dapat segera beroperasi.
 Mendapatkan langkah-langkah praktis agar UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang dapat melakukan uji kualitas air bersih dengan menggunakan 5 parameter yaitu BOD, COD, Suhu, TSS dan PH

IV. VISI & MISI

UPT Laboratorium Lingkungan memiliki visi dan misi yang mengacu pada visi dan misi BLH. Berikut visi dan misi BLH ;

o VISI

Terwujudnya Pengelolaan, Pelestarian dan Pengendalian Perusakan Lingkungan Hidup di Kota Malang

o MISI

1. Meningkatkan kinerja peran instansi pemerintah dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup
2. Meningkatkan pengendalian pemanfaatan sumber daya alam serta upaya pemulihan cadangan sumber daya alam
3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup
4. Meningkatkan upaya pengendalian pencemaran lingkungan hidup

V. DATA

V.1 SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI UPT LABORATORIUM
LINGKUNGAN
Dalam pelaksanaan tugas, UPT Laboratorium Lingkungan dipimpin oleh Kepala UPT yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan. Kepala UPT ini memiliki 4 staf, yaitu 1 orang sebagai subbagian Tata Usaha, 2 orang yang direncanakan akan menduduki jabatan fungsional dan 1 orang yang direncanakan sebagai pengambil sampel uji.
Daftar SDM di UPT Laboratorium :

NO. NAMA PENDIDIKAN
1. NIKEN WIARDHANI, ST SARJANA TEKNIK KIMIA
2. Dra. ENNY SOESILOWATY SARJANA BAHASA INGGRIS
3. YUNITA SUCI AMALIA, S.Si SARJANA BIOLOGI
4. SIGIT EKO PUTRO ANALIS KIMIA
5. SULAIMAN SD

Berikut penjelasan masing-masing tugas staf UPT Laboratorium Lingkungan :

A. Tugas Kepala UPT

Tugas dari Kepala UPT adalah memimpin, mengkoordinasikan dan melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh unit kerja yang berada serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B. Tugas Subbagian Tata Usaha

Tugas dari Subbagian Tata Usaha dibagi menjadi 2 jenis tugas, yaitu :

 Tugas Pokok

Melakukan pengelolaan administrasi umum meliputi :
A. Penyusunan program
B. Ketatalaksanaan
C. Ketatausahaan
D. Keuangan
E. Kepegawaian
F. Urusan rumah tangga
G. Perlengkapan
H. Kepustakaan
I. Kearsipan

 Tugas Penunjang

a. Penyiapan bahan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Lingkungan Hidup di Bidang pengelolaan UPT Laboratorium Lingkungan.
b. Pelaksanaan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kepustakaan dan kearsipan
c. Pelaksanaan administrasi kepegawaian
d. Pengelolaan anggaran dan pelaksanaan administrasi keuangan
e. Pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan
f. Pelayanan penerimaan pengaduan masyarakat
g. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala UPT dengan tugas dan fungsinya

C. Koordinator Rumpun Tugas Pengujian

Tugasnya adalah sebagai berikut :
 Menyusun program kerja rumpun tugas pengujian
 Melaksanakan kegiatan pengambilan sample air,udara dan tanah
 Melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian kualitas lingkungan
 Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium
 Melaksanakan pengembangan metode pengujian
 Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan secara laboratoris di
bidang pengolahan lingkungan hidup
 Melaksanakan verifikasi data penyiapan pertimbangan teknis hasil analisis lab
lingkungan sebagai bahan bagi proses pengambilan keputusan oleh instansi yang berwenang mengenai penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat,lembaga pemerintah dan atau pelaku usaha
 Menyusun evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala UPT sesuai dengan tugasnya

D. Koordinator Rumpun Tugas Pengendali Mutu

Tugasnya adalah sebagai berikut :
 Menyusun program kerja tugas pengendali mutu
 Melaksanakan audit internal dan kaji ulang managemen lab sesuai dengan standart yang berlaku
 Melaksanakan penerapan standart management mutu yang di acu untuk meraih akreditasi dan legalisasi dari instansi yang berwenang
 Melaksanakan penelitian dan pengembangan kualifikasi laboratorium
 Menyusun evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala UPT sesuai dengan tugasnya dan fungsinya.

V.2. KELENGKAPAN PERALATAN & BAHAN KIMIA DI UPT
LABORATORIUM LINGKUNGAN

UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang memiliki beberapa peralatan Laboratorium dari pengadaan tahun 2006 dan 2007. Daftar kelengkapan peralatan dan bahan kimia UPT laboratorium lingkungan dapat dilihat dalam lampiran 2. Sebagian besar bahan kimia yang ada saat ini telah habis karena telah digunakan sebelumnya dan lebih dari 3 tahun ini hampir semua peralatan belum pernah dioperasikan.
Sementara itu di Laboratorium ini telah memiliki 6 ruangan, yaitu :
1. Drying Milling Room
2. Sampling Equipment Room
3. Instrumen Room
4. Chemical Storage Room
5. AAS Room
6. Ruangan Analisa Wet Chemistry

Deskripsi kondisi ruangan diatas beserta kelengkapan peralatan tersebut dapat dilihat dalam lampiran 2.

VI. ANALISA PERMASALAHAN

Sejak disahkan UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang bulan Juni tahun 2009, pengadaan peralatan laboratorium tahun 2006 dan 2007 serta pembangunan laboratorium tahun 2008, UPT ini baru memiliki staf pada bulan Maret 2010. Sehingga masih banyak penyempurnaan yang diperlukan dalam menjalankan laboratorium. Sementara itu berdasarkan Peraturan Walikota Malang No. 35 Tahun 2009 banyak sekali fungsi yang harus dijalankan oleh UPT Laboratorium Lingkungan.

Namun demikian meskipun sudah memiliki peralatan laboratorium, belum ada satupun yang telah digunakan. Hal ini dikarenakan beberapa hal, dibawah ini :

1. Peralatan laboratorium belum lengkap untuk melakukan uji
2. Belum mempunyai bahan kimia untuk melakukan uji
3. SDM sudah ada namun belum memiliki skill yang cukup untuk melakukan uji di laboratorium
4. Belum memiliki Anggaran untuk biaya operasional (masih dalam pengajuan PAK) .

VII. KESIMPULAN

Agar UPT Laboratorium Lingkungan Kota Malang dapat segera beroperasi. Maka dibutuhkan solusi yang diambil untuk menangani 4 permasalahan utama, yaitu :
1. Sarana dan prasarana laboratorium belum lengkap untuk melakukan uji
2. Tidak mempunyai bahan-bahan kimia yang akan dipakai untuk melakukan uji
3. SDM sudah ada namun belum memiliki skill yang cukup untuk melakukan uji di laboratorium
4. Belum memiliki Anggaran untuk biaya operasional (masih dalam pengajuan PAK) .

VIII. SARAN DAN TINDAK

Dari 4 permasalahan utama di atas, maka UPT Laboratorium Lingkungan Malang perlu melakukan beberapa hal di bawah ini :

1. Menentukan tugas utama yang harus segera dilakukan dalam jangka pendek dengan memaksimalkan sarana dan prasarana laboratorium yang sudah ada.
2. Perlu adanya peningkatan skill dari SDM yang telah ada untuk menjalankan tugasnya dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan dan study banding.
3. Perlu adanya tambahan Anggaran terutama dari DAK Bidang Lingkungan guna pengadaan melengkapi sarana dan prasarana laboratorium agar dapat beroperasi

.

Pemprov Belum Periksa Kualitas Air Baku

Bengkulu, Kompas- Pemerintah Provinsi Bengkulu mengaku belum memeriksa langsung kualitas sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu dari Sungai Bangkahulu, yang diduga tercemar batu bara. Padahal, penambangan batu bara di hulu sungai di Kabupaten Bengkulu Tengah telah berlangsung sekitar 20 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu Syahrul Anwar, Jumat (1/4), mengatakan, BLH belum memeriksa kualitas air Sungai Bangkahulu. Laboratorium lingkungan BLH baru beroperasi akhir tahun 2010 lalu.

Menurut Syahrul, selama ini pihaknya baru memeriksa pengolahan limbah dua pabrik pengolahan karet, yakni PT Bukit Angkasa Makmur dan PT Batanghari Bengkulu Pratama.

”Kami baru menerima laporan dari Pemerintah Kota Bengkulu, yang menyatakan bahwa pencemaran di Sungai Bangkahulu hanya pencemaran ringan. Pemeriksaan ini pun dilakukan tahun 2009,” kata Syahrul.

Akan tetapi, menurut Kepala Laboratorium Lingkungan, Sri Hartati, secara kasat mata air Sungai Bangkahulu memang keruh. Selain itu, limbah batu bara di dasar sungai pun menjadi fakta tidak terelakkan.

Namun, kata Sri, tidak tepat pula apabila kesimpulan terjadinya pencemaran saat ini didasarkan atas riset satu-dua tahun lalu. Diperlukan pemeriksaan laboratorium terbaru dan berkala untuk menyatakan kualitas air sungai itu tercemar. Apalagi, tidak hanya pertambangan yang berpotensi mencemari sungai. Bisa juga kerusakan hutan di hulu.

”Ke depan, setelah alat uji kualitas air berfungsi, kami akan memeriksa kualitas air Sungai Bangkahulu secara rutin, setidaknya tiga bulan sekali. Sehingga, kami mendapatkan bahan yang lengkap terkait kualitas air sungai itu,” tutur Sri.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Ulayat Bengkulu Oka Andriansyah menyatakan, riset tahun 2008-2009 menunjukkan air Sungai Bangkahulu tercemar limbah batu bara. Antara lain kandungan besi mencapai 1,12 miligram per liter. Di tahun 2009, air dari hulu sungai mengandung besi 0,70 miligram per liter, sementara di hilir 0,76 miligram per liter. Padahal, standar kualitas dari Menteri Kesehatan hanya 0,3 miligram.

Selain itu, air sungai juga mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi yang menyebabkan air menjadi keruh. Pencemaran ini jelas membahayakan ribuan pelanggan PDAM.

Kepala Bagian Umum PDAM Kota Bengkulu Yanuar Pribadi mengakui, pencemaran Sungai Bangkahulu sudah berlangsung lama. Akibatnya, biaya operasional penjernihan menjadi berlipat.(ADH)

 

 

 


Cara Mudah Diagnosa Laboratorium DBD

Dengue adalah penyakit endemis yang ditimbulkan oleh virus dengue. Kejadian infeksi virus dengue lebih banyak terjadi di 100 negara tropis dan sub tropis, baik di Asia, Afrika, maupun beberapa wilayah di Amerika. Dan diperkirakan ada 2 milyar orang yang beresiko terinfeksi dengue.

Penularan atau transmisi virus dengue ada beberapa cara, yaitu :
1. Melalui gigitan nyamuk ke manusia dan sebaliknya. Hospes pembawanya adalah nyamuk Aedes aegypti yang kebanyakan ada di dalam rumah dan Aedes albopictus yang kebanyakan berada di luar rumah.
2. Ditularkan dari nyamuk betina pada telurnya.
3. Ditularkan dari nyamuk jantan pada nyamuk betina melalui kontak seksual.

Virus Dengue

Virus Dengue termasuk group B Arthopad borne virus (arbovirus) dan merupakan anggota famili Flaviviridae dengan genus Flavivirus yang di dalamnya termasuk Yellow Fever, West mile, dan Japanese Encephalitis. Enveloped, glycoprotein merupakan antigen utama, spherical. Sampai saat ini dikenal ada 4 jenis (serotipe) virus Dengue, yaitu DENV-1, DENV-1, DENV-3, dan DENV-4. Struktur antigen keempat serotipe ini sangat mirip satu sama lain, namun antibodi terhadap masing-masing serotipe tidak dapat saling memberikan perlindungan silang. Virus Dengue ukurannya sangat kecil, diameternya sekitar 50 nm. Struktur morfologinya relatif sederhana. Terdiri dari 3 protein struktural yaitu protein E pada selubung luar, protein C pada kapsid dan M pada membran. Dan 7 protein non struktural yaitu NS1, NS2a, NS2b, NS3, NS4a, NS4b, NS5.

Infeksi Dengue

Infeksi Virus Dengue merupakan penyakit menular akut dengan gejala atau tidak terlihat gejala. Perjalanan Infeksi Virus Dengue dapat hanya sampai Demam Dengue (Dengue Fever), atau berlanjut beresiko menjadi Dengue Hemorragic Fever (DHF) atau biasa kita sebut Demam Berdarah dengue (DBD), Dengue Shock Syndrome (DSS), dan lebih lanjut menjadi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC).
Infeksi dengue terdiri dari infeksi primer dan infeksi sekunder. Infeksi dengue primer terjadi pada penderita yang baru pertama kali terinfeksi oleh salah satu dari 4 jenis virus Dengue. Biasanya terjadi pada anak-anak dan pelancong. Sedangkan infeksi dengue sekunder terjadi terutama di daerah endemik, baik pada anak maupun dewasa. Infeksi ulang ini disebabkan oleh jenis virus dengue yang berbeda, yang meningkatkan resiko penyakit. Infeksi primer membawa kekebalan selamanya terhadap 1 jenis virus dengue, tetapi hanya memberikan perlindungan sebagian atau sementara terhadap 3 jenis virus lainnya.


Gejala Klinik
Demam Dengue (Dengue Fever) ditandai dengan timbulnya demam yang disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, dan sakit pada persendian. Sakit kepala bisa dirasakan sangat berat dan bisa disertai dengan rasa sakit pada bagian perut, mual, dan muntah.
Dengue Hemorragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)
Terdiri dari beberapa tingkatan yaitu :
Grade I  : Ptechie (bintuk-bintik merah) dengan test rumple leed, trombosit menurun sampai di bawah 100.000, hematokrit naik sampai 20% lebih.
Grade II : Grade I disertai adanya perdarahan spontan.
Grade III : Terjadi kegagalan sirkulasi, tekanan denyut nadi <20 mmHg, dan hipotensi (tekanan darah rendah)
Grade IV : Shock, Kejang, tekanan darah dan denyut nadi tidak teraba.
DHF grade III dan IV dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan sering mengakibatkan kematian.

Pemeriksaan Laboratorium

Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan sebagai konfirmasi dari diagnosis klinis yang telah dilakukan. Hasil pemeriksaan laboratorium akan membantu mendeteksi secara dini infeksi DBD agar dapat dilakukaan penanganan yaang cepat untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. Pemeriksaan laboratorium ini diperiksa dari sampel/bahan darah.
Hematokrit
Virus Dengue mempunyai kemampuan memicu vasculopathy dengan adanya kebocoran plasma dan ini menjadi salah satu indikator derajat infeksi oleh virus. Hal ini ditunjukkan dengan hemokonsentrasi atau peningkatan Hematokrit 20% sampai lebih dibandingkan sebelum sakit. Pemeriksaan hematokrit secara berkala merupakan pemeriksaan laboratorium yang baik untuk mengetahui derajat kebocoran plasma dan sebagai pedoman pengobatan untuk menentukan kebutuhan cairan intravena. Hematokrit harus diperiksa minimal satu kali sejak hari ke-3 sakit sampai suhu normal kembali. Nilai normal hematokrit menurt Dacie&Lewis dewasa = 42 – 47%, infants (baru lahir) = 54%, dan 3 bulan – 12 tahun = 38 – 41%.
Trombosit
Pada infeksi dengue terjadi 2 perubahan utama pada trombosit, yaitu trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) dan gangguan fungsi trombosit. Patogenesis terjadinya trombositopenia adalah ; 1. Berkurangnya produksi trombosit akibat supresi haemopoetic di sum-sum tulang. 2. Peningkatan pemakaian trombosit. 3. Terjadinya destruksi sebagai akibat interaksi antibodi virus dengue dan antigen virus dengue yang ada di permukaan trombosit. 4. Pada dinding endotel yang cidera akibat virus dengue, akan terjadi interaksi antara trombosit dengan kolagen sub endotel sehingga terjadi agregasi dan lisis trombosit. Adapun disfungsi trombosit terjadi karena adanya degranulasi trombosit sehingga tidak tersedianya ADP. Dari penelitian dikatakan bahwa trombosit di peredaran darah terstimulasi dan mengalami “kelelahan” (exhausted) sehingga tidak berfungsi secara normal. Penurunan fungsi trombosit ini diduga menybabkan perdarahan pada DBD meskipun jumlah trombosit masih diatas 100.000 mm3. Nilai normal jumlah trombosit adalah 150.000 – 400.000 sel/mm3 darah.
Leukosit
Pada awalnya leukosit normal, kemudian meningkat tajam dan seterusnya pada akhir serangan terjadi penurunan jumlah leukosit dan netrofil serta secara bersamaan didapaatkan atypical limfosit dan limfositosis. Jumlah leukosit kembali normal 2 – 3 hari setelah fase pemulihan. Nilai normal leukosit adalah 4.000 – 10.000 sel/mm3 darah.

Pemeriksaan secara imunoserologis tetap perlu dilakukan untuk menentukan diagnosis pasti dari penyakit. Banyak metode yang digunakan pada pemeriksaan imunoserologis seperti uji hambatan hemaglutinasi, uji dengue blot, uji fiksasi komplemen, dan uji netralisasi. Namun kali ini, kami akan memaparkan beberapa pemeriksaan imunoserologis yang sering dipakai.
Dengue Rapid IgM – IgG anti dengue
Uji ini digunakan untuk mencari adanya IgM atau IgG anti dengue untuk melihat derajat infeksi dengue (apakah infeksi primer, infeksi sekunder atau negatif dengue).
Pada infeksi primer, kadar tinggi IgM baru muncul 4 – 6 hari setelah demam dan bertahan sampai 10 minggu. Sedangkan IgG baru muncul 2 minggu setelah demam dan bertahan seumur hidup. Kadar IgM rendah pada infeksi sekunder dan kadarnya tak terdeksi pada sekitar 20% pasien, sedangkan IgG naik cepat 1 – 2 hari setelah timbulnya demam pada kadar lebih tinggi dari kadar pada infeksi primer. Oleh karena itu, hal ini menjadi kekurangan dari pemeriksaan ini, hal ini disebabkan infeksi dengue kemungkinan baru dapat terdeteksi setelah hari kelima demam, sedangkan masa kritis penderita dengue terjadi antara hari ke 4 sampai 6 setelah demam.
NS1 (deteksi antigen virus – RNA)
Diantara protein nonstruktural virus dengue, NS1 merupakan glikoprotein yang penting untuk replikasi virus dan terdapat di semua serotipe/jenis virus dengue. NS1 beredar di sirkulasi dan dapat ditemukan dalam serum penderita selama fase akut baik pada infeksi dengue primer maupun sekunder.

• Identifikasi Virus
Isolasi virus menggunakan kultur virus dengan mendeteksi asam nukleat dengan menggunakan RT-PCR. Namun pemeriksaan ini haarganya sangat mahal dan tidak semua laboratorium memiliki fasilitas untuk pemeriksaan ini.
Demikian info tentang Infeksi Dengue dan pemeriksaan screening-nya. Masih ada pemeriksaan laboratorium lainnya yang dilakukan seiring dengan perawatan yaang dijalani oleh penderita yang positif terinfeksi virus dengue, baik pada tahap DHF/DBD, DSS, maupun DIC untuk memantau fungsi organ tubuh lainnya yang berhubungan dengan dampak infeksi. Jika terdapat gejala-gejala klinis seperti yang telah kami sebutkan diatas, segera periksakan diri anda ke dokter atau rumah sakit terdekat dan segera lakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan rujukan dokter. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Salam Cabogun! ;)

Cara Mudah Mengidentifikasi Parasit Malaria

Rapid Test Malaria dapat menyebabkan hasIl positif palsu. waspadalah

www.inter-chemical.com__2010112714458288.jpg

Latest One step Malaria Pf/Pan Rapid TestLatest One step Malaria Pf/Pan Rapid Test
.

How to differentiate between P. falciparum and P. vivax with the help of morphological features/microscopy ?

Plasmodium falciparum
numerous rings
smaller rings
no trophozoites or schizonts
cresent-shaped gametocytes
In P. falciparum, only early (ring-form) trophozoites and gametocytes are seen in the peripheral blood. It is unusual to see mature trophozoites or schizonts in peripheral blood smears. On occasion, faint comma-shaped red dots called “Maurer’s dots” are seen on the red cell surface.

Plasmodium vivax
enlarged erythrocyte
Schüffner’s dots
‘ameboid’ trophozoite
Developing trophozoites of P. vivax become increasingly amoeboid, with tenuous pseudopodial processes and large vacuoles. Schüffner’s dots are visible with proper staining. Pigment tends to be fine and brown.

Plasmodium Species

DIAGNOSA LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa pasti penyakit malaria adalah dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk menemukan parasit Plasmodium dalam sediaan darah. Sediaan darah tipis akan memberikan gambaran bentuk parasit yang lebih baik dan sempurna morfologinya, namun perlu ketelitian dan kesabaran dalam melakukan pemeriksaan. Sedangkan sediaan darah tebal akan mempercepat proses identifikasi Plasmodiun walaupun morfologi parasit tidak sebaik bila dibuat sediaan apus.
Tes serologi untuk malaria bisa dilakukan dengan IHA ( Indirect Hemaglutination Test ) dan ELISA ( Enzym Linked Immuno Sobent Assay )

Maurer’s and Schüffner’s dots

The development of the parasite within the erythrocyte produces a series of alterations of the host cell. These include the presence, in the cytoplasm of the red cell, of vacuoles or clefts and morphological changes of the erythrocyte membrane (e.g. “knobs” or “caveolae”).

Some of these alterations are visible in stained parasites and are useful taxonomical features:

Maurer's dots or clefts in P. falciparum

Credits: original drawing by Marcel Hommel

Maurer’s dots or clefts in P. falciparum

Schüffner's dots in P. vivax and P. ovale

Credits: : Marcel Hommel

Schüffner’s dots in P. vivax and P. ovale

In particular, it is important to be able to recognize Schüffner's dots, since they are characteristic of P. vivax and P. ovale

In particular, it is important to be able to recognize Schüffner’s dots, since they are characteristic of P. vivax and P. ovale

Ring Forms of Malaria Parasites on Thin Blood Smear
(Courtesy: CDC DPDx Image Library)

Ring Forms of P. falciparum

Ring Forms of P. vivax

Ring Forms of P. ovale

Ring Forms of P. malariae


Teknik Pewarnaan Giemsa

Pewarnaan Giemsa (Giemsa Stain) adalah teknik pewarnaan untuk pemeriksaan mikroskopis yang namanya diambil dari seorang peneliti malaria yaitu Gustav Giemsa. Pewarnaan ini digunakan untuk pemeriksaan sitogenetik dan untuk diagnosis histopatologis parasit malaria dan parasit lainnya.

Prinsip dari pewarnaan giemsa adalah presipitasi hitam yang terbentuk dari penambahan larutan metilen biru dan eosin yang dilarutkan di dalam metanol. Pewarnaan giemsa digunakan untuk membedakan inti sel dan morfologi sitoplasma dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan parasit yang ada di dalam darah. Pewarnaan giemsa adalah teknik pewarnaan yang paling bagus digunakan untuk identifikasi parasit yang ada di dalam darah (blood-borne parasite).

Prosedur Pewarnaan (sediaan darah apus tipis dan tetes tebal):

  1. Gunakan APD lengkap terutama sarung tangan/gloves.
  2. Fiksasi sediaan apus darah tipis dengan mencelupkannya kedalam larutan metanol.
  3. Tunggu sampai larutan metanol yang tertinggal menguap.
  4. Genangi sediaan apus darah tipis dan tetes tebal dengan larutan giemsa yang diencerkan aquadest dengan perbandingan 1:4 (1 bagian giemsa dengan 4 bagian air)
  5. Tunggu selama 15 menit.
  6. Bilas dengan air mengalir.
  7. Keringkan sisa air dengan menyimpan slide berdiri vertikal pada rak khusus.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pewarnaan giemsa:

  • Perhatikan agar metanol tidak mengenai sediaan tetes tebal karena akan membuat bagian tersebut terfiksasi dan hasil pewarnaan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.
  • Hati-hati pada saat membilas sediaan tetes tebal karena bagian tersebut tidak difiksasi dan tidak menempel dengan kuat ke slide kaca.
Adanya perbedaan intensitas warna disebabkan karena perbedaan waktu pengeringan darah sampai preparat tersebut diwarnai.

Gambar Parasit Malaria Pada Sediaan Tetes Tebal

Gambar diambil menggunakan kamera langsung dari lensa okuler mikroskop menggunakan kamera digital.

.==================================================

Morfologi Plasmodium
Plasmodium Vivax

Plasmodium vivax, Young Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4b

.


Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
A B

Ring-form trophozoites of P. vivax usually have a thick cytoplasm with a single, large chromatin dot.  Rings may be difficult to distinguish from those ofP. ovale.  The cytoplasm becomes amoeboid and Schüffner’s dots may appear as the trophozoites mature.  Infected RBCs are often larger than uninfected RBCs.  Multiply-infected RBCs are not uncommon.

A, B: Ring-form trophozoites of P. vivax in thin blood smears.

Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
C D

C, D: Ring-form trophozoites of P. vivax in thin blood smears.

Plasmodium vivax ring-form trophozoites in thin blood smear
E

E: Ring-form trophozoites of P. vivax in a thin blood smear

.

Plasmodium vivax: immature schizonts in human blood smear


.

This micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC

This micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC thaThis micrograph depicts a Plasmodium vivax ring within a RBC that also contains Maurer’s dots.
Plasmodium falciparum rings have delicate cytoplasm and 1 or 2 small chromatin dots. Infected RBCs are not enlarged, and RBCs with multiple rings are often found in P. falciparum. Maurer”s dots can be seen, but are infrequent

. Berikut bentuk – bentuk Plasmodium vivax dan ciri-cirinya.

a. Bentuk cincin : 1. Ukuran 1/3 eritrosit, 2. Bentuk cincin tebal, 3. Kromatin masa padat berbatas jelas, 4. Bentuk accole kadang – kadang, 5. Pigmen tidak ada.
b. Bentuk Tropozoit : 1. Ukuran besar, 2. Bentuk sangat irregular, vakuola nyata, 3. Kromatin titik – titik atau benang – benang, 4. Pigmen halus, warna kuning coklat, 5. Penyebaran partikel halus, 6. Penyebaran tersebar.
c. Bentuk Skizon Imature : 1. Bentuk hampir mengisi seluruh eritrosit, 2. Bentuk sedikit amoeboid, 3. Kromatin banyak berupa masa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Bentuk Skizon Mature : 1. Mengisi Eritrosit, 2. Bentuk bersegmen, 3. Merozoit 14 – 16, rata – rata 16, 4. Ukuran sedang, 5. Pigmen berkumpul ditengah ( kuning coklat )
e. Bentuk Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 3 – 5 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar 3. Bentuk bulat/ ovale dan padat, 4. Sitoplasma biru pucat, 5. Kromatin fibril dengan delondong, daerah sekitar yang tidak berwarna, 6. Pigmen tersebar.
f. Bentuk Makrogametosit : 1. Waktu timbul 3 – 5 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar, 3. Bentuk bulat/ovale dan padat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin merupakan massa padat di perifer, 6. Pigmen small round perifer.

Plasmodium vivax, dapat menyebabkan malaria tertian benigna, disebut juga malaria vivax atau ‘ tertian ague “, ini memiliki kecenderungan menginfeksi sel darah merah yang muda ( retikulosit ). Serangan demam yang berulang setiap 48 jam.

Plasmodium vivax
– Eritrosit yang terinfeksi oleh parasit ini mengalami pembesaran dan pucat karena kekurangan hemoglobin.
– Tropozoit muda tampak sebagai cincin dengan inti pada satu sisi.
– Tropozoit tua tampak sebagai cincin amuboid akibat penebalan sitoplasma yang tidak merata.
– Dalam waktu 36 jam parasit akan mengisi lebih dari setengah sel eritrosit yang membesar.
– Proses selanjutnya inti sel parasit akan mengalami pembelahan dan menjadi bentuk schizont yang berisi merozoit berjumlah antara 16 – 18 buah.
– Gametosit mengisi hampir seluruh eritrosit. Mikrogametosit berinti besar dalam pewarnaan Giemsa akan berwarna merah muda sedangkan sitoplasma berwarna biru. Makrogametosit berinti padat berwarna merah letaknya biasanya di pinggir.
– Terdapat bintik-bintik merah yang disebut titik Schuffner pada eritrosit yang terinfeksi parasit ini.

P. vivax

Diagnostic Points

  1. Red cells containing parasites are usually enlarged.
  2. Schuffner’s dots are frequently present in the red cells as shown above.
  3. The mature ring forms tend to be large and coarse.
  4. Developing forms are frequently present.

Gambar-gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Plasmodium vivax stadium schizont.

Apa itu scizont? schizont adalah stadium sel yang berinti banyak (multi-nukleat) pada fase reproduksi aseksual pada di siklus hidup sporozoon. [farlex]

Plasmodium vivax - schizont stage early formPlasmodium vivax – schizont stage early form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late formPlasmodium vivax schizont stage late form
Plasmodium vivax schizont stage late form dan ring formPlasmodium vivax schizont stage late form dan ring form

semua gambar diambil langsung dari mikroskop menggunakan kamera digital. semua gambar schizont diperiksa pada sediaan apus darah tipis.

Mature P. vivax trophozoite
Mature P. vivax trophozoite……

This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite

This thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoiteThis thin film micrograph depicts a growing P. vivax trophozoite with conspicuous pigment granules, Magnified 1125X.
There are approximately 156 named species of Plasmodium which infect various species of vertebrates. Four species, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, and P. malariae are known to infect humans
.

Gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Gametosit Plasmodium vivax

Entri blog kali ini memuat beberapa gambar mikroskopis parasit malaria dari spesies Plasmodium vivax yang ditemukan pada stadium gametosit.

Sediaan darah dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Sediaan darah yang dibuat untuk memeriksa malaria yaitu sediaan apus darah tipis dan sediaan tetes tebal. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Pemeriksaan parasit menggunakan metode mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya pada pembesaran 1000 kali (objektif 100x dan okuler 10x).

Semua gambar diambil menggunakan kamera digital 12mpx langsung dari lensa okuler mikroskop.

Stadium gametosit pada spesies Plasmodium vivax memiliki bentuk bulat atau oval tanpa vakuola. Seluruh bagian dari eritrosit diambil alih dan ditempati oleh parasit tersebut. Makrogametosit memiliki massa kromatin yang padat sedangkan mikrogametosit memiliki massa kromatin yang lebih diffus atau samar berwarna putih. [Carlo Denegri Foundation].

Semua gambar diambil pada preparat sediaan apus darah tipis.

Pada foto yang saya ambil, morfologi yang teramati kurang begitu jelas dan sulit untuk membedakan antara mikrogametosit dan makrogametosit

.

Plasmodium vivax Infected Red Blood Cells – From Human Pathology Digital Image

Ada yang bisa ngasih pencerahan? thx :)

Plasmodium vivax terutama menyerang retikulosit. Pada pemeriksaan darah tepi bik hapusan tipis maupun tebal biasanya dijumpai semua bentuk parasit aseksual dari bentuk ringan sampai skizon. Biasanya menyerang kurang dari 2% eritrosit. Tanda-tanda parasit malaria yang khas pada sediaan darah tipis, dijumpai sel darah merah membesar, terdapat titik Schuffner pada sel darah merah dan sitoplasma amuboid (terutama pada tropozoit yang sedang berkembang dan bayangan merah di sisi luar gametosit
Plasmodium vivax

===============================================================

Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum, Young Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4a

.

Ring-forms and gametocytes of Plasmodium falciparum in human blood.Plasmodium falciparum: banana shaped gametocytes in human blood smear


.

Plasmodium falciparum
Plasmodium vivax terutama menyerang retikulosit. Pada pemeriksaan darah tepi bik hapusan tipis maupun tebal biasanya dijumpai semua bentuk parasit aseksual dari bentuk ringan sampai skizon. Biasanya menyerang kurang dari 2% eritrosit. Tanda-tanda parasit malaria yang khas pada sediaan darah tipis, dijumpai sel darah merah membesar, terdapat titik Schuffner pada sel darah merah dan sitoplasma amuboid (terutama pada tropozoit yang sedang berkembang dan bayangan merah di sisi luar gametosit

.

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium falciparum dan ciri-cirinya.

a. Tropozoit muda : 1. Bentuk cincin dengan inti yang kecil dan sitoplasma yang halus, 2. Seringkala cincin mempunyai 2 inti, 3. Banyak sekali cincin disertai tingkat parasit yang lebih tua
b. Tropozoit Dewasa : 1. Vakuole cincin sering tidak ada atau hampir tidak ada, 2. Parasit sangat kecil dan kompak, 3. Sitoplasma biasanya pucat, oval, atau bulat tidak teratur. 4. Sebuah inti yang besar kumpulan pigmen yang berkabut atau kelompok yang sangat gelap kira – kira sebesar inti. 5. Biasanya hanya dijumpai pada infeksi berat saja, dimana terlihat bentuk yang banyak jumlahnya.
c. Skizon muda : 1. Tingkat ini jarang terlihat dan biasanya bersama – sama dengan sejumlah besar tropozoit sedang berkembang. 2. Parasit sangat kecil dengan 2 inti atau lebih dan sedikit sekali sitoplasmanya sering berwarna pucat. 3. Pigmen terdiri dari satu kelompok kecil atau lebih, padat dan berwarna gelap sekali.
d. Skizon dewasa : 1. Selalu bersamaan dengan banyak bentuk cincin 7 kali, 2. Biasanya mempunyai kira – kira 20 atau lebih merozoit kecil yang berkumpul disekitar satu kelompok kecil, pigmen yang berwarna gelap sekali.
e. Gametosit dewasa : 1. Bentuk pisang atau biji kacang kedele, 2. Pada bagian yang tebal dari sediaan, dapat berbentuk bulat, bujur telur atau kelihatan agak rusak, 3. Dapat bersama – sama bentuk cincin atau tanpa cincin.
Bentuk Stadium P. falciparum dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/5 dari eritrosit, 2. Bentuk cincin sangat halus, 3. Kromatin titik halus sering kali dua, 4. Bentuk acole stadium ini tidak ada, 5. Pigmen pada stadium ini tidak ada.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Mempunyai ukuran kecil, 3. Berbentuk padat, 4. Vakuole tidak dikenal, 5. Kromatin titik atau batang – batang, 6. Berpigmen bentuk kasar.
c. Skizon Imature ( muda ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifer, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Pigmen berkumpul ditengah, 4. Kromatin ini banyak berupa massa ireguler.
d. Skizon matur ( tua ) : 1. Jarang terlihat dalam darah perifier, 2. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 3. Bentuk berpigmen, 4. Pigmen berkumpul ditengah.
e. Makrogametosit : 1. Jumlah dalam darah banyak, 2. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 3. Bentuk bulan sabit ujung runang/ bulat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin granula padat dekat pusat, 6. Pigmen granula hitam dan inti padat/bulat.
f. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 12 hari, 2. Jumlah dalam darah banyak, 3. Ukuran lebih besar daripada eritrosit, 4. Bentuk seperti pisang, 5. Sitoplasma biru kemerahan, 6. Kromatin granula halus tersebar, 7. Pigmen granula gelap tersebar.

Pasmodium falciparum, dapat menyebabkan penyakit tertian maligna ( malaria tropica ), infeksi oleh spesies ini menyebabkan parasitemia yang meningkat jauh lebih cepat dibandingkan spesies lain dan merozoitnya menginfesi sel darah merah dari segala umur ( baik muda maupun tua ).

Plasmodium falciparum
– Hanya ditemukan bentuk tropozoit dan gametosit pada darah tepi, kecuali pada kasus infeksi yang berat.
– Schizogoni terjadi di dalam kapiler organ dalam termasuk jantung.
– Sedikit schizont di darah tepi, terkait berat ringannya infeksi.
– Schizont berisi merozoit berjumlah 16 – 20 buah.
– Eritrosit yang terinfeksi tidak mengalami pembesaran.
– Bisa terjadi multiple infeksi dalam eritrosit (ada lebih dari satu parasit dalam eritrosit), bentuk acolle (inti menempel dinding eritrosit) dan spliting (inti parasit terpecah dua).
– Gametosit berbentuk pisang, makrogametosit inti kompak (mengumpul) biasanya di tengah sedangkan makrogametosit intinya menyebar.
– Sitoplasma eritrosit terdapat terdapat bercak-bercak merah yang tidak teratur disebut titik Maurer.

P. falciparum

Diagnostic Points

  1. Red Cells are not enlarged.
  2. Rings appear fine and delicate and there may be several in one cell.
  3. Some rings may have two chromatin dots.
  4. Presence of marginal or applique forms.
  5. It is unusual to see developing forms in peripheral blood films.
  6. Gametocytes have a characteristic crescent shape appearance.  However, they do not usually appear in the blood for the first four weeks of infection.
  7. Maurer’s dots may be present.

Gambar mikroskopis parasit malaria – Plasmodium falciparum.

Sediaan darah yaitu tetes tebal dan apus tipis dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Gambar dari preparat di bawah dibuat menggunakan spesimen darah yang telah disimpan di dalam freezer kulkas sehingga eritrosit mengkerut dan ukurannya terlihat lebih kecil.

Pemeriksaan mikroskopis menggunakan perbesaran 1000x. Semua gambar diambil dengan menggunakan kamera digital langsung dari lensa okuler mikroskop. 

STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage
STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage

Parasit malaria terlihat memenuhi seluruh lapang pandang mikroskop pada sediaan tetes tebal.

SADT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum – Ring Stage

Parasit malaria terlihat lebih sedikit / lebih jarang ditemukan pada sediaan apus tipis.

STT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Tetes Tebal Plasmdium falciparum – Ring Stage – Zoom

Bentuk / morfologi parasit malaria masih dapat diidentifikasi pada sediaan tetes tebal, namun memerlukan kejelian yang lebih.

SADT Plasmdium falciparum - Ring StageSediaan Apus Darah Tipis Plasmdium falciparum – Ring Stage – Zoom

Bentuk / morfologi parasit malaria terlihat di dalam eritrosit masih dalam keadaan utuh. Parasit berbentuk cincin (ring form) dengan inti sel yang berwarna merah dan padat sedangkan sitoplasmanya berwarna biru-ungu samar.

Pada gambar diatas terlihat adanya double dan triple infection terhadap satu sel eritrosit

.

Gambar Mikroskopis Parasit Malaria – Gametosit Plasmodium falciparum

Pada entri blog kali ini saya akan memuat beberapa gambar mikroskopis parasit malariadari spesies Plasmodium falciparum yang ditemukan pada stadium gametosit.

Sediaan apus darah tipis dibuat dari spesimen darah seorang pasien yang diduga menderita penyakit malaria. Pewarnaan dilakukan menggunakan metode Giemsa. Pemeriksaan parasit menggunakan metode mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya pada pembesaran 1000 kali (objektif 100x dan okuler 10x).

Semua gambar diambil menggunakan kamera digital 12mpx langsung dari lensa okuler mikroskop.

falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum

Kedua gambar diatas merupakan parasit malaria dari spesies Plasmodium falciparumpada stadium makrogametosit. Ciri morfologinya yaitu:

  • Memiliki bentuk yang lancip.
  • Inti sel berkumpul di tengah.
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum
falciparum gametositStadium Gametosit dari Plasmodium falciparum

Kedua gambar diatas merupakan parasit malaria dari spesies Plasmodium falciparumpada stadium makrigametosit. Ciri morfologinya yaitu:

  • Memiliki bentuk yang tumpul.
  • Inti sel diffus di tengah. Cenderung menyebar.

This thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falcip

This thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falcipThis thin film blood smear reveals a number of Plasmodium falciparum ring form parasites using Giemsa stain; Mag. 1125X.
There are approximately 156 named species of Plasmodium which infect various species of vertebrates. Four species, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, and P. malariae are known to infect humans.

Bila ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar. Silahkan reblog dengan tidak lupa mencantumkan url link kami, trims.

===========================================================

Plasmodium malariae

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium malariae dan ciri-cirinya.
Bentuk stadium Plasmodium pada sediaan darah tebal
a. Tropozoit muda : 1. Cincin lebih tebal dengan inti yang kasar dan sedikit sitoplasma yang biasanya tertutup tanpa vakuola, 2. Pigmen berbentuk lebih awal, 3. Praktis tingkat yang lebih tua selalu ada bersama cincin ini.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Kecil, kompak, biasanya bulat, pigmen menjadi padat gelap dengan butir – butir agak kasar, sehingga kelihatan terbenam dalam pigmen, 2. Fase tropozoit ini langsung lama, jadi tingkat ini adalah yang paling lazim dan paling sering dijumpai.
c. Tropozoit dewasa : 1. Kompak, warna lebih tua dan ukuran lebih besar dari tingkat sebelumnya. 2. Pigmen yang kasar, coklat tua dan berlimpah, sering menutupi inti, 3. Sukar membedakannya dengan gametosit P. falciparum yang membulat atau dengan gametosit P. malariae.
d. Skizon muda :1. Sangat mirip P. vivax kecuali parasitnya yang lebih kecil, 2. Sering sangat kompak sehingga sulit mengenal susunan dalam dari parasit, 3. Biasanya bersama-sama dengan parasit tingkat lainnya, 4. Sukar dibedakan dengan skizon muda P.vivax.
e. Skizon tua : 1. Stadium yang kadang menjadi dalam sediaan darah tebal, 2. Dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak dan biasanya bersama tropozoit atau skizon muda atau kedua-duanya.
f. Gametosit muda : 1. Pigmen padat dan gelap, lebih sering mengumpul kadang – kadang memancar, 2. Sama dengan P. vivax kecuali tidak begitu sering dijumpai, 3. Menyerupai tropozoit yang sehingga sulit untuk dibedakan.
g. Gametosit tua : 1. Biasanya jumlah sedikit dan agak kecil dari P. vivax, 2. Pigmen lebih kasar dan lebih gelap dan dapat menyerupai gametosit P. falciparum yang membulat.
Bentuk stadium Plasmodium malariae dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/3 dari eritrosit, 2. Berbentuk cincin padat, 3. Kromatin sering ditemukan suatu massa dalam cincin, 4. Bentuk acole tidak ada.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Ukuran kecil, bentuk padat, 2. sering berbentuk barang, 3. vacuole tidak dikenal, 4. kromatin titik atau benang, 5. Pigmen bentuk kasar, berwarna coklat tua dan jumlahnya banyak, 6. Penyebaran gumpalan atau batang yang tersebar.
c. Skizon immature ( muda ) : 1. Ukuran hampir mengisi, 2. Bentuk padat, 3. Kromatin sedikit berupa massa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Skizon matur ( tua ) : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6 – 12 dan rata – rata 8, 4. Ukuran besar, 5. Pigmen berkumpul ditengah
e. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Ukuran dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru pucat, 6. Kromatin seperti P. vivax
f. Makrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru tua, 6. Kromatin seperti P. vivax, 7. Pigmen seperti P. vivax ( Srisasi Gandahusada, 2006 ).

Plasmodium malariae, dapat menyebabkan malaria kuartana, serangan panas berulang setiap 72 jam, dan menginfeksi sel-sel darah yang tua P. malaria merupakan satu-satunya spesies parasit malaria manusia yang ditemukan juga menginfeksi simpanse dan beberapa binatang lainnya ( Kus Irianto, 2009 ).

P. malariae

Diagnostic Points

  1. Ring forms may have a squarish appearance.
  2. Band forms are a characteristic of this species.
  3. Mature schizonts may have a typical daisy head appearance with up to ten merozoites.
  4. Red cells are not enlarged.
  5. Chromatin dot may be on the inner surface of the ring.

Plasmodium malariae, Old Trophozoite: Thin Blood Film.

Figure 4c

Plasmodium malariae terutama menyerang eritrosit yang telah matang. Pada sediaan hapusan darah perifer tipis maupun tetes tebal dapat dijumpai semua bentuk parasit aseksual. Biasanya parasit menyerang kurang dari 1% dari jumlah eritrosit. Parasit pada sediaan darah tepi tipis berbenyuk khas seperti pita (band form), skizon berbentuk bunga ros(rosette form), tropozoit kecil bulat dan kompak beisi pigmenyang menumpuk, kadang-kadang menutupi sitoplasma/inti atau keduanya.
Plasmodium malariae

==========================================================

Plasmodium ovale

Berikut bentuk – bentuk Plasmodium ovale dan ciri-cirinya.
a. Bentuk Cincin : 1. Ukuran 1/3 eritrosit, 2. Bentuk cincin padat, 3. Kromatin massa padat berbatas tegas, 4. Bentuk accole tidak ada, 5. Pigmen pada stadium ini tidak ada.
b. Bentuk Tropozoit sedang berkembang : 1. Ukuran kecil, 2. Bentuk padat, vakuola tidak dikenal, 3. Kromatin mempunyai kelompok besar irregular, 4. Pigmen bentuk kasar, warna kuning coklat dan jumlahnya sedang, 5. Penyebaran parikel kasar tersebar.
c. Bentuk Skizon Imature : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6-12, dan rata-rata 8, ukuran besar, 4. Pigmen terkumpul ditengah ( kuning coklat ).
d. Bentuk Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 12 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran besar eritrosit, berbentuk bulat padat, 4. Sitoplasma biru pucat, 5. Kromatin dan pigmen seperti P. vivax
e. Bentuk Makrogametosit : 1. Waktu timbul 12 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran sebesar eritrosit berbentuk bulat padat, 4. Sitoplasma biru tua, 5. Kromatin dan pigmen seperti P. vivax

Plasmodium ovale, dapat menyebabkan malaria tertian benigna atau lebih cepat disebut malaria ovale. Predileksinya terhadap sel-sel darah merah mirip dengan vivax yang menginfeksi sel darah merah muda ( Harijanto, P. N, 2009 ).

P. ovale

Diagnostic Points

  1. Red cells enlarged.
  2. Comet forms common (top right).
  3. Rings large and coarse.
  4. Schuffner’s dots, when present, may be prominent.
  5. Mature schizonts similar to those of P. malariae but larger and more coarse.

Pembuatan sediaan hapusan sputum

 Pembuatan sediaan hapusan sputum metode dekontaminasi NaOH 4% (Metode Pettrof)

Larutan NaOH 4% ditambahkan sama banyak dengan volume sputum kedalam tabung sentrifuge. Campuran dihomogenisasikan diatas mesin pengguncang sel selama 15 menit. Larutan homogenisasi ditambahkan dengan air steril dan disentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 3000 rpm, supernatant dibuang. Sedimen ditambahkan dengan larutan HCl 2N. sedimen diambil dengan ose kemudian dibuat sediaan apus di atas kaca sediaan dengan ukuran 2 x 3 cm. Sediaan tidak boleh terlalu tebal dan tidak boleh terlalu tipis. Setelah sediaan kering, kemudian difiksasi di atas nyala api dengan posisi apusan sputum menghadap ke atas.

DUPAK Analis Kesehatan, Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Bidan dan Gizi

Photo

 DOWNLOAD DUPAK TENAGA KESEHATAN

  1. Dupak Bidan
  2. Dupak Perawat
  3. Dupak Dokter
  4. Dupak Dokter Gigi
  5. Dupak Nutrisionist
  6. Dupak Pranata Laboratorium Kesehatan dan angka kreditnya
sumber :
Foto Saya
ama : Jhoni Anwar
Pekerjaan : PNS Dinkes Aceh Utara

PutrAtjeh

Contoh KTI Analis Kesehatan

Contoh KTI Analis Kesehatan

  1. PEMERIKSAAN JAMUR Trichophyton rubrum DAN Trichophton mentagrophytes PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA NELAYAN DI …
  2. PENGUJIAN KADAR SIKLAMAT PADA ES KRIM PUTER YANG DIJAJAKAN DI …
  3. UJI EFEK ANTIBAKTERI AIR PERASAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis.Miller) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus PENYEBAB BISUL (Furunkel)
  4. PERHITUNGAN JUMLAH Bacteri Coliform PADA MINUMAN RINGAN (LIMUN) TANPA IZIN PRODUKSI YANG BEREDAR DI …
  5. PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) DALAM ES KRIM PUTER YANG BEREDAR DI …
  6. GAMBARAN TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES DAN TRICHURIS TRICHIURA PADA SISWA-SISWI SDN
  7. PENGARUH SUHU TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) METODE WESTERGREEN
  8. GAMBARAN ANEMIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL XXX
  9. PEMERIKSAAN TITIK BASOFIL (BASOPHILIC STIPPLING) SEBAGAI UPAYA SCREENING TEST KERACUNAN TIMBAL (PB) DALAM DARAH PEDAGANG ASONGAN DI …
  10. PEMERIKSAAN TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES DAN TRICHURIS TRICHIURA PADA AIR KOLAM YANG TERDAPAT JAMBAN CEMPLUNG DI…
  11. Hubungan antara percepatan penyembuhan luka post seksio dengan konsumsi tablet tambah darah (Fe) pada ibu nifas.